Saham Korting Laris Manis, Lo Kheng Hong Punya Banyak
Saham portofolio Lo Kheng Hong ini memiliki valuasi yang masih terkorting dan sedang laris diburu investor. - Halaman all
(InvestorID) 10/09/24 08:10 14946523
JAKARTA, investor.id - Saham emiten properti portofolio Lo Kheng Hong, PT Intiland Development Tbk (DILD) ternyata lagi laku. Frekuensi perdagangannya pada 9 September kemarin mencapai 5.193 kali, dengan volume 157,59 juta saham ditransaksikan, dan nilai transaksi Rp 31,56 miliar.
Saham Intiland yang aktif tersebut pun memompa harganya +4,12% ke Rp 202 per akhir perdagangan 9 September. Dan juga sempat menyentuh Rp 204 yang merupakan level tertingginya dalam 6 bulan terakhir.
Saham Intiland Development sedang berperforma bagus dengan meningkat 11,60% dalam seminggu terakhir, dan melompat 14,77% dalam sebulan terakhir.
Saham DILD juga diburu. Ditandai dengan jumlah pemegang sahamnya yang bertambah banyak. Per 31 Agustus 2024, pemegang saham DILD jadi berjumlah 17.878 pihak. Meningkat 2.041 pihak dari data per akhir Juli 2024 yang saat itu masih 15.837 pemegang saham.
Dilihat dari valuasinya, rasio price to book value (PBV) DILD masih 0,37 kali masih undervalue terkorting. Adapun price earning ratio (PER) 2,85 kali. Nilai kapitalisasi pasar DILD Rp 2,09 triliun.
Sedangkan per 31 Agustus 2024, investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat masih memiliki 686.416.700 (6,62%) saham DILD, sama dengan bulan sebelumnya.
Laba Melonjak
Sementara itu Intiland Development (DILD) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 366,85 miliar sepanjang semester I-2024. Angka laba bersih tersebut mengalami lonjakan yang bikin kaget mencapai 827,26% dari Rp 39,56 miliar pada semester I-2023.
Alhasil laba per saham juga menjadi Rp 35,39 per 30 Juni 2024, dari Rp 3,82 pada akhir Juni 2023.
Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali Rp 46,46 miliar pada semester I-2024. Di sisi lain, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali di semester I-2023 angkanya Rp 436,67 miliar.
Sehingga laba tahun berjalan untuk semester I-2024 (baik pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali) Rp 413,31 miliar. Melemah secara year on year (yoy) dari Rp 476,09 miliar.
Pendapatan usaha anjlok ke Rp 1,36 triliun pada paruh pertama tahun ini. Di periode yang sama tahun lalu, Intiland membukukan pendapatan usaha Rp 2,49 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung menurun ke Rp 951,12 miliar, dari Rp 1,42 triliun di semester I-2023.
Adapun laba bruto turun dalam dari Rp 1,07 triliun pada enam bulan pertama tahun lalu, menjadi Rp 412,15 miliar di semester I-2024. Laba usaha juga melemah ke Rp 242,26 miliar, dari sebelumnya Rp 899,61 miliar.
Jumlah aset per 30 Juni 2024 Rp 14,19 triliun, liabilitas Rp 7,33 triliun, dan ekuitas Rp 6,86 triliun.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #lo-kheng-hong #intiland-development #saham-dild #saham-lo-kheng-hong #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/372963/saham-korting-laris-manis-lo-kheng-hong-punya-banyak