Saham Unilever Indonesia (UNVR) Kian Terpuruk, Pernah Ada Bisikan Ini

Saham Unilever Indonesia (UNVR) Kian Terpuruk, Pernah Ada Bisikan Ini

Saham Unilever Indonesia (UNVR) terus menyentuh level terendahnya. - Halaman all

(InvestorID) 10/09/24 08:31 14948230

JAKARTA, investor.id - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) jatuh makin dalam. Pada perdagangan 9 September 2024 kemarin saham ini ditutup memerah 1,35% ke Rp 2.190, dan sempat menyentuh Rp 2.170 yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir.

Tercatat 28,64 juta saham ditransaksikan, frekuensi 9.322 kali, dan nilai transaksi Rp 62,86 miliar. Asing mencatatkan net sell Rp 13,5 miliar.

Saham Unilever pada pekan lalu juga mayoritas ditutup memerah, dengan hanya sekali stagnan dan sekali menghijau. Dalam sebulan terakhir, saham FMGC ini anjlok 10,98%, dan dalam periode year to date (ytd) merosot hingga 38,31%.

Unilever Indonesia (UNVR) tetap mencatatkan pertumbuhan volume yang lemah pada kuartal I dan kuartal II-2024, melanjutkan pelemahan yang terjadi sejak kuartal IV-2023. Padahal, perseroan telah meningkatkan upaya promosi, termasuk penyesuaian harga.

Hal itu disebabkan oleh sentimen konsumen yang negatif akibat isu geopolitik berkepanjangan, ditambah daya beli yang masih lemah. Alhasil, kondisi itu mendorong konsumen untuk beralih ke produk pesaing yang juga menawarkan nilai lebih baik.

Catatan positifnya, laba Unilever Indonesia pada kuartal II-2024 sedikit terbantu oleh margin kotor, karena harga komoditas masih rendah. Alhasil, laba bersih Unilever Indonesia sepanjang semester I-2024 mencapai Rp 2,5 triliun atau turun 11% yoy.

“Itu masih sesuai dengan ekspektasi, yaitu sebesar 49% dan 54% dari konsensus dan estimasi kami tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya yang sempat diberitakan investor.id pada awal Agustus 2024.

Natalia menyebutkan, manajemen emiten berkode saham UNVR tersebut mengindikasikan bahwa permintaan yang lemah akibat sentimen negatif bisa berlanjut pada semester II-2024. Karena itu, UNVR berencana untuk terus melaksanakan promosi dan pemotongan harga untuk mendukung volume penjualan.

Berdasarkan hal tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan volume UNVR yang lebih rendah menjadi -0,2% dan 1% untuk periode 2024 dan 2025, dari sebelumnya 0,5% dan 2,6%. BRI Danareksa Sekuritas juga menurunkan asumsi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) UNVR menjadi -5,6% dan 0,9% dari sebelumnya -4,2% dan 0,9%.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Adapun harga komoditas, seperti CPO dan minyak mentah, yang rendah diperkirakan bakal membantu mempertahankan margin kotor sebesar 49,6% pada 2024-2025, meskipun ada potensi penurunan harga dan kemungkinan peningkatan A&P/sales pada 2024-2025 menjadi 9% dan 8,5%.

“Secara keseluruhan, proyeksi laba bersih UNVR pada 2024 dan 2025 hanya mengalami sedikit revisi menjadi Rp 4,5 triliun dan Rp 4,6 triliun (-5,4% yoy dan 0,3% yoy),” sebut Natalia.

Dengan berbagai pertimbangan, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating jual untuk saham UNVR. Target harga saham UNVR diturunkan menjadi Rp 2.200 dari sebelumnya Rp 2.300.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #unilever-indonesia #saham-unvr #saham-unilever #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372967/saham-unilever-indonesia-unvr-kian-terpuruk-pernah-ada-bisikan-ini