Saham Prajogo Pangestu dengan Potensi Cuan Tertinggi, Lagi Diskon Besar
Saham Barito Pacific (BRPT) bisa dibilang saham Prajogo Pangestu dengan potensi cuan tertinggi, karena masih diskon besar dari harga wajar. - Halaman all
(InvestorID) 10/09/24 13:19 14949223
JAKARTA, investor.id – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bisa dibilang saham taipan Prajogo Pangestu dengan potensi cuan tertinggi, karena masih diskon besar dari harga wajar. BRPT diyakini bakal kembali menjadi alpha stock di Bursa Efek Indonesia (BEI), didorong empat faktor fundamental dan katalis kuat.
Berdasarkan perhitungan Sucor Sekuritas, market cap BRPT seharusnya Rp 1.267 triliun atau Rp 13.500 per saham, jika mengacu pada kepemilikan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masing-masing 65% dan 35%. Akan tetapi, market cap BRPT sekarang hanya 10% dari angka itu.
Itu sebabnya, saham Barito Pacific (BRPT) diprediksi melaju kencang menuju harga wajar kala indeks harga saham gabungan (IHSG) memasuki era bullish jangka panjang di bawah pemerintahan baru.
Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, sejak tahun 2000, saham BRPT telah melonjak 600%, mengalahkan para pesaing yang hanya 500% dalam tujuh kali reli IHSG, menjadikan BRPT sebagai high alpha stock alias saham yang kenaikannya melampaui indeks sekaligus para pesaing. Namun, dalam reli indeks belakangan ini, saham BRPT hanya naik 2%, di bawah para pesaing sebesar 12%.
Ada empat fundamental yang bakal mendongkrak saham BRPT. Pertama, manuver TPIA mengakuisisi 80% saham Shell Energy and Chemicals Parks Singapore (SECP) yang bakal mendongkrak pendapatan perusahaan ini hingga delapan kali.
Kedua, pemisahan Chandra Daya Investasi (CDI) dari TPIA. Saat ini, TPIA memegang 80% saham CDI yang begerak di sektor infrastruktur. Spin off CDI diyakini bakal melepas nilai (unlock value) perusahaan ini sekaligus mengerek valuasi TPIA dan BRPT.
Ketiga, beroperasinya PLTU berkapasitas 2.000 MW milik perusahaan asosiasi Barito Pacific dengan kepemilikan saham 34%. Ini bisa menyumbangkan laba bersih dari perusahaan asosiasi sebesar US$ 51 juta per tahun ke BRPT.
Keempat, Griya Idola, anak usaha Barito Pacific dengan kepemilikan saham 100%, sedang berkolaborasi dengan perusahaan afiliasi untuk menjual lahan industri dan perumahan seluas 400 hektare (ha) di Patimban dan Cikupa. Ini bisa mendatangkan laba bersih US$ 5 juta per tahun bagi BRPT mulai 2025.
Potensi dan Harga Wajar
Sementara itu, ada dua katalis kuat saham BRPT. Pertama, masuknya saham BREN ke FTSE Global Equity Index mulai 23 September 2024. Ini akan meningkatkan permintaan saham BREN, sehingga bisa naik lebih tinggi lagi.
“Jika tren ini berkelanjutan, investor bisa mengantisipasi masuknya BREN ke MSCI indeks dalam rebalancing November 2024, yang akan mengerek lagi permintaaan saham ini,” tulis Sucor Sekuritas, yang dikutip pada Selasa (10/9/2024).
Sucor Sekuritas meyakini, dalam 12 ke depan, saham BRPT bisa menuju ke harga wajarnya Rp 3.500, berdasarkan valuasi sum of the parts (SOTP). Apalagi, jika BRPT dan anak usahanya melanjutkan upaya melepas nilai ke pasar.
Sebagai tambahan, BRPT adalah proxy solid dari BREN dan TPIA, emiten dengan market cap terbesar dan nomor tiga di BEI. “Jadi, saat ini, BRPT diperdagangkan dengan hanya sedikit dari valuasi sejatinya,” pungkas Sucor Sekuritas.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #brpt #saham-prajogo-pangestu #barito-pacific #saham-brpt #prajogo-pangestu #bren #tpia #sucor-sekuritas #berita-ekonomi-terkini