Saham Unilever (UNVR) Diam-diam Diborong

Saham Unilever (UNVR) Diam-diam Diborong

Saham Unilever (UNVR) mulai sedikit bergeliat usai menyentuh level terendahnya dalam 10 tahun terakhir. - Halaman all

(InvestorID) 11/09/24 09:41 14957689

JAKARTA, investor.id - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada perdagangan 10 September kemarin naik tipis 0,91% ke Rp 2.210.

Kenaikan tersebut terjadi setelah saham fast moving consumer goods (FMCG) itu sempat menyentuh level terendahnya selama 10 tahun terakhir Rp 2.170 pada 9 September 2024.

Di balik hijaunya saham UNVR kemarin, diam-diam di baliknya asing memborong saham ini dengan  mencatatkan net buy Rp 9,87 miliar.

Adapun pada sesi I perdagangan 11 September ini, sekitar pukul 09.38 WIB, saham Unilever kembali ada di zona hijau dengan +0,90% ke Rp 2.230.

Di sisi lain, Unilever Indonesia (UNVR) tetap mencatatkan pertumbuhan volume yang lemah pada kuartal I dan kuartal II-2024, melanjutkan pelemahan yang terjadi sejak kuartal IV-2023. Padahal, perseroan telah meningkatkan upaya promosi, termasuk penyesuaian harga.

Hal itu disebabkan oleh sentimen konsumen yang negatif akibat isu geopolitik berkepanjangan, ditambah daya beli yang masih lemah. Alhasil, kondisi itu mendorong konsumen untuk beralih ke produk pesaing yang juga menawarkan nilai lebih baik.

Catatan positifnya, laba Unilever Indonesia pada kuartal II-2024 sedikit terbantu oleh margin kotor, karena harga komoditas masih rendah. Alhasil, laba bersih Unilever Indonesia sepanjang semester I-2024 mencapai Rp 2,5 triliun atau turun 11% yoy.

“Itu masih sesuai dengan ekspektasi, yaitu sebesar 49% dan 54% dari konsensus dan estimasi kami tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya yang sempat diberitakan investor.id pada awal Agustus 2024.

Natalia menyebutkan, manajemen emiten berkode saham UNVR tersebut mengindikasikan bahwa permintaan yang lemah akibat sentimen negatif bisa berlanjut pada semester II-2024. Karena itu, UNVR berencana untuk terus melaksanakan promosi dan pemotongan harga untuk mendukung volume penjualan.

Berdasarkan hal tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan volume UNVR yang lebih rendah menjadi -0,2% dan 1% untuk periode 2024 dan 2025, dari sebelumnya 0,5% dan 2,6%. BRI Danareksa Sekuritas juga menurunkan asumsi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) UNVR menjadi -5,6% dan 0,9% dari sebelumnya -4,2% dan 0,9%.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Adapun harga komoditas, seperti CPO dan minyak mentah, yang rendah diperkirakan bakal membantu mempertahankan margin kotor sebesar 49,6% pada 2024-2025, meskipun ada potensi penurunan harga dan kemungkinan peningkatan A&P/sales pada 2024-2025 menjadi 9% dan 8,5%.

“Secara keseluruhan, proyeksi laba bersih UNVR pada 2024 dan 2025 hanya mengalami sedikit revisi menjadi Rp 4,5 triliun dan Rp 4,6 triliun (-5,4% yoy dan 0,3% yoy),” sebut Natalia.

Dengan berbagai pertimbangan, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating jual untuk saham UNVR. Target harga saham UNVR diturunkan menjadi Rp 2.200 dari sebelumnya Rp 2.300.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #unilever-indonesia #saham-unvr #saham-unilever #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/373095/saham-unilever-unvr-diamdiam-diborong