Saham Emiten Anthoni Salim Mendadak Diburu
Saham ini selalu ARA pada pekan lalu, dan kemarin melanjutkan tren kenaikan dengan frekuensi tinggi. - Halaman all
(InvestorID) 11/09/24 08:37 14958702
JAKARTA, investor.id - Emiten dengan penerima manfaat akhir Anthoni Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sahamnya mendadak diburu.
Selepas kena suspensi pada 9 September, dan kemudian diperdagangkan kembali pada 10 September kemarin saham ini ditutup melonjak 5,61% ke Rp 11.300.
Yang lebih menarik, saham ini seperti diburu karena frekuensinya lebih tinggi dari biasanya mencapai 2.393 kali, dengan 1,9 juta saham diperdagangkan, dan nilai transaksi Rp 23,41 miliar.
Keaktifan saham DNET kemarin berbeda jauh, misalnya, dengan perdagangan pada 6 September. Saham DNET kali itu memang melonjak 19,89% mentok auto reject atas (ARA). Tapi frekuensinya hanya 36 kali, 17,7 ribu saham yang ditransaksikan, dan nilai transaksi hanya Rp 188,07 juta.
Adapun pada perdagangan 3-6 September pekan lalu, saham Indoritel berkode DNET selalu ARA. Per penutupan 2 September harga saham ini masih Rp 5.200, dan menjadi Rp 11.300 per 10 September kemarin, sehingga melonjak 117,3% dalam kurun waktu sekitar sepekan.
Pemegang Saham
Jumlah pemegang saham Indoritel (DNET) per 31 Juli 2024 hanya sebanyak 983 pihak. Anthoni Salim menggenggam secara langsung 3.588.278.023 (25,3%) saham DNET. Selain itu ada PT Megah Eraraharja yang memegang 20,13% saham DNET. Anthoni Salim merupakan penerima manfaat akhir dari DNET.
Indoritel Makmur merupakan perusahaan holding investasi. Tumbuh berkembangnya kinerja perseroan tak akan bisa lepas dari kinerja entitas anak maupun asosiasi.
Perseroan mengembangkan investasi melalui kepemilikan pada entitas anak, yaitu PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang berfokus pada pengembangan infrastruktur jaringan serat optik.
Sementara itu, dirumorkan bahwa Grup Salim tertarik mengambil bagian dalam entitas bisnis hasil merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Menurut kabar yang beredar, Grup Salim akan masuk melalui PT Mega Akses Persada yang merupakan anak usaha PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).
Di samping itu, DNET juga mengembangkan investasi pada 3 entitas asosiasi, yaitu PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang bergerak di bidang usaha perdagangan eceran, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengembangkan bisnis restoran cepat saji dengan brand ternama Kentucky Fried Chicken (KFC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang bergerak pada industri roti dengan brand Sari roti.
Sepanjang semester I-2024, DNET membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 444,89 miliar. Angka laba bersih itu turun dari periode yang sama tahun 2023 yang berjumlah Rp 459,46 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #anthoni-salim #indoritel-makmur-internasional #saham-dnet #grup-salim #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373086/saham-emiten-anthoni-salim-mendadak-diburu