4 Cara Mencegah Anak Jadi Korban Bullying
Mengajarkan pada anak-anak, bahwa bullying tidak boleh dilakukan adalah hal yang penting untuk mencegah anak jadi korban bullying.
(Kompas.com) 11/09/24 15:05 14959740
KOMPAS.com - Melihat anak menderita, mengalami sakit fisik dan emosional karena bullying tentu tidak diinginkan oleh orangtua mana pun.
Semua orangtua tidak mau anaknya menjadi korban bully. Lalu, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah anak menjadi korban bullying di lingkungannya?
Cara mencegah anak menjadi korban bullying
Menurut Psikolog Klinis Anna Surti Ariani, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah anak menjadi korban bullying.
1. Mengajarkan anak untuk bilang tidak
"Untuk mencegah bullying kita dapat mengajarkan anak untuk bilang tidak. Stop, saya tidak mau diginiin," ujar Anna ketika diwawancarai oleh Kompas.com, belum lama ini.
Ajarkan anak untuk menolak dan bilang tidak. Jika anak diperlakukan dengan tidak baik, katakan tidak mau sambil memberikan gestur lima jari.
"Di beberapa negara mengatakan stop dengan lima jari adalah salah satu yang dianjurkan. Itu cukup efektif untuk mencegah bullying," jelas Anna.
2. Mengajarkan anak untuk melarikan diri
"Kita juga bisa memberdayakan anak dengan membuat mereka mempunyai ide-ide untuk menyelamatkan diri mereka sendiri," ungkap Anna.
Ajarkan anak jika mereka berada dalam situasi bahaya, apa yang harus mereka lakukan.
Misalnya, ketika dia dipaksa masuk ke ruang tertentu dan diperlakukan secara tidak baik. Maka, kita bisa mengajarkan anak bagaimana caranya keluar dari ruangan tersebut dan melarikan diri.
"Menurut saya itu harus diajarkan pada anak-anak," ujarnya.
3. Mengajarkan untuk mencari pertolongan
"Anak harus diajarkan untuk bisa minta tolong sama siapa, cari tempat aman seperti apa," ujar Anna.
Misalnya ketika hampir mengalami perundungan di sekolah, anak bisa meminta tolong pada guru.
Atau jika sedang di lingkungan luar, anak bisa diajarkan minta tolong pada temannya, orang dewasa lain, atau bahkan pada polisi yang berada di sekitarnya.
4. Mengajarkan bahwa bullying tidak boleh dilakukan
Bukti-bukti penelitian bilang bahwa bullying itu tidak sekedar pelaku dan korban tapi juga pengamat.
"Memberdayakan pengamat atau penonton menjadi salah satu penyetop penting untuk bullying," jelas Anna.
Misalnya, ketika bullying terjadi, tidak hanya ada korban dan pelaku, melainkan ada teman-teman lainnya yang melihat.
"Jika ada penonton yang bilang enggak boleh loh ini temanku, teman kita juga nih. Itu bisa membantu menghentikan bullying," jelas Anna.
Atau bahkan penonton yang ada bisa langsung membuat tim. Di mana beberapa orang bertugas membawa pelaku ke tempat lain dan yang lainnya bertugas mengamankan korban.
Dengan begitu, bullying tidak akan terjadi dan korban bisa aman.
"Jadi sebenarnya jangan hanya fokus pada pelaku dan korban. Tapi bagaimana anak-anak secara umum memahami bahwa bullying itu tidak boleh, mereka tidak boleh jadi pelaku dan tidak boleh jadi korban," tutup Anna.
#bullying #bullying-di-lingkungan-anak #cara-mencegah-bullying #cara-mencegah-anak-jadi-korban-bullying
https://lifestyle.kompas.com/read/2024/09/11/150500020/4-cara-mencegah-anak-jadi-korban-bullying