Merger MNC Bank dan Bank Nobu Tak Kunjung Rampung, OJK Buka Peluang

Merger MNC Bank dan Bank Nobu Tak Kunjung Rampung, OJK Buka Peluang "Merger Paksa"

Merger paksa berpotensi dilakukan, jika aksi korporasi antara MNC Bank dan Nobu Bank tidak kunjung selesai. Halaman all

(Kompas.com) 11/09/24 12:28 14965622

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses penggabungan atau merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) alias Nobu Bank tak kunjung rampung.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun membuka peluang untuk melakukan "merger paksa" untuk menyelesaikan aksi korporasi yang sudah ramai dibicarakan sejak 2023 itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, merger paksa berpotensi dilakukan, jika aksi korporasi antara MNC Bank dan Nobu Bank tidak kunjung selesai untuk mengikuti ketentuan pemenuhan modal inti bank.

"Kalau suatu titik tertentu, pada waktunya itu ada hambatan, tentu kita akan gunakan merger paksa," kata dia, ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Lebih lanjut Dian bilang, sebagaimana ketentuan yang berlaku, merger paksa antara MNC Bank dan Nobu Bank bisa dilakukan, jika aksi korporasi tak kunjung selesai hingga 2 tahun ke depan.

"Dua tahun dari itu harus sudah kelihatan, kalau tidak kelihatan, ya kita bikin kelihatan," ujarnya.

Adapun saat ini, OJK masih memberikan "ruang" antara MNC Bank dan Nobu Bank untuk melakukan pembahasan terkait merger, sehingga dapat memenuhi ketentuan dalam Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020.

Dian pun memastikan, sampai saat ini kedua belah pihak belum menyatakan adanya pembatalan terkait rencana penggabungan, dan pembahasan aksi korporasi masih berlanjut.

"Kita ingin memberikan dulu sebetulnya industri itu berbicara sesama mereka, untuk memastikan perkawinan lebih smooth," ucapnya.


Sebelumnya, berdasarkan data kepemilikan saham Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 8 Mei 2024, terjadi transaksi saham antara MNC Group dan Lippo Group di tiap-tiap emiten bank.

PT Prima Cakrawala Sentosa yang merupakan entitas usaha Grup Lippo mengambil kepemilikan saham sebesar 10 persen atau sebesar 4,445 miliar saham Bank MNC (BABP).

Pada 7 Mei 2024, MNC Land Tbk (KPIG) diketahui memegang saham MNC Bank sebesar 16,82 persen atau sebanyak 7,48 miliar saham BABP. Sehari setelahnya, porsi saham tersebut susut ke 6,82 persen dengan masuknya PT Prima Cakrawala Sentosa itu.

Di sisi lain, MNC Land (KPIG) juga mengambil langkah menjadi pemegang saham dengan porsi 10 persen atau mengenggam sebanyak 747,84 juta saham Bank Nobu (NOBU).

Prima Cakrawala Sentosa sebagai pemegang saham Bank Nobu mengurangi porsi saham dari 20,66 persen menjadi 10,66 persen untuk KPIG. Per 8 Mei 2024, kepemilikan saham Prima Cakrawala Sentosa atas Bank Nobu menjadi 797,55 juta dari 1,545 juta saham.

Sebagai informasi, isu merger MNC Bank dan Nobu Bank sudah muncul ke permukaan sejak 2023. Kedua bank ini sama-sama dimiliki oleh konglomerat, yaitu MNC Bank dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo dan Nobu Bank dimiliki James Riady.

Sebelumnya, OJK menargetkan proses merger kedua bank tersebut akan rampung Juni 2024.

#jakarta #ojk #bank-mnc #nobu-bank

https://money.kompas.com/read/2024/09/11/122849526/merger-mnc-bank-dan-bank-nobu-tak-kunjung-rampung-ojk-buka-peluang-merger