Saham Murah Emiten Sinar Mas, Getol Dividen plus Potensinya Gede
Saham emiten Sinar Mas ini masih murah dan rajin membagikan dividen. - Halaman all
(InvestorID) 11/09/24 15:48 14971962
JAKARTA, investor.id - Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tertekan pada perdagangan 11 September 2024. Di sekitar pukul 15.23 WIB, jelang penutupan pasar, saham ini memerah -2,34% ke Rp 8.350.
Hal tersebut membuat saham ini semakin murah. Rasio price to book value INKP 0,44 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) 5 kali (annualised). Nilai kapitalisasi pasarnya Rp 45,68 triliun.
Saham emiten Sinar Mas (INKP) tercatat dalam indeks IDX Value30 dan IDX High Dividend 20. IDX Value 30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga saham dari 30 saham yang memiliki valuasi harga relatif murah dengan likuiditas tinggi dan fundamental yang baik.
Sedangkan IDX High Dividend 20 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga saham dari 20 saham yang mendistribusikan dividen tunai setiap tahunnya selama 3 tahun terakhir dan memiliki yield dividen yang relatif tinggi.
Sementara itu, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), perusahaan kertas milik Grup Sinar Mas, diperkirakan mencetak peningkatan pendapatan pulp sebesar 24% qoq atau 40,7% yoy pada kuartal III-2024.
Hal itu karena volume penjualan pada kuartal II-2024 yang lemah, terpangkas 29,1% qoq atau turun 21,2% yoy. Sedangkan impor bleachedhardwoodkraft (BHK) China hanya turun 3,7% qoq, namun naik 2,1% yoy.
“Dengan produksi pulp kembali normal dan kenaikan harga pulp sebesar 2,2% qoq atau 32,7% yoy, kami perkirakan penjualan Indah Kiat (INKP) akan pulih,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya, sebagaimana telah diberitakan investor.id
Perlu dicatat bahwa harga pulp Indah Kiat pada kuartal III-2023 mencapai US$ 426/ton dibandingkan perkiraan harga pada kuartal III-2024 yang sebesar US$ 565/ton. “Tetapi, kami tetap waspada terhadap penurunan harga pulp baru-baru ini, yang sebagian besar diperkirakan tercatat mulai kuartal IV-2024, dengan perkiraan harga sebesar US$ 530/ton,” jelas RHB.
Broker itu memprediksi penurunan harga pulp baru-baru ini akan dicatat sebagai pendapatan mulai September, sedangkan pendapatan pada kuartal III-2024 mengikuti harga Mei-Juli yang berkisar US$ 700/ton. Adapun harga global sejalan dengan harga impor China pada Juli yang mencapai US$ 680/ton. Pesanan biasanya perlu waktu 2-6 pekan hingga terkirim dan tambahan 2-4 pekan untuk mulai keluar dari gudang.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Harga pulp masih menjadi pendorong utama pertumbuhan emiten berkode saham INKP tersebut pada tahun ini, namun fasilitas baru bakal mengurangi ketergantungan pada 2025. Sebagai informasi, kertas industri (cokelat) adalah produk dengan nilai tambah rendah dengan margin cenderung tipis dibandingkan kertas grafis INKP dengan margin lebih besar, namun permintaan dan harganya stagnan. Dengan tingkat utilisasi pulp yang telah mencapai 98%, pertumbuhan volume penjualan akan terbatas.
Karena itu, pemulihan dan stabilisasi harga pulp sangat penting untuk pertumbuhan laba INKP. Fasilitas baru yang sebagian besar memproduksi kertas industri (putih) dan mulai beroperasi pada kuartal II-2025 akan mengurangi ketergantungan pada harga pulp mulai 2025, dengan potensi margin yang lebih kuat karena integrasI fasilitas produksinya dengan sumber pulp dari internal.
RHB merevisi proyeksi laba INKP pada 2024-2025 sebesar 20,4% dan 19,1% berdasarkan penurunan harga pulp, yang disebabkan oleh harga kertas dan kemasan (p&p) yang stagnan. Adapun kapasitas baru kertas industri (putih) yang akan mulai beroperasi pada akhir kuartal II-2025 diproyeksikan menyumbang US$ 37 juta.
Dengan berbagai faktor tersebut, RHB mempertahankan rekomendasi buy untuk saham INKP. Target harga sahamnya baru sebesar Rp 13.625 dari sebelumnya Rp 15.250. Potensi cuan saham INKP tergolong tinggi hingga 60% lebih, dengan yield dividen 1%.
Target harga saham INKP tersebut didasari price to earning ratio (PER) sebesar 9 kali, relatif murah dengan diskon 24% dibandingkan industri, serta termasuk 2% premi ESG. Risiko utamanya jika terjadi pelemahan ekonomi China, volatilitas nilai tukar, kenaikan suku bunga, dan regulasi yang tidak menguntungkan.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #sinar-mas #indah-kiat-pulp-paper #saham-inkp #saham-murah #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373136/saham-murah-emiten-sinar-mas-getol-dividen-pluspotensinya-gede