Prospek Menjanjikan Sido Muncul (SIDO), Tumbuh Labanya Gede
Penjualan Tolak Angin, produk andalan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), diramal meningkat sehubungan masuknya musim hujan - Halaman all
(InvestorID) 12/09/24 11:20 14972933
JAKARTA, investor.id – Penjualan Tolak Angin, produk andalan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), diramal bakal meningkat sehubungan masuknya musim hujan pada akhir tahun ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan berpandangan, prospek bisnis Sido Muncul terlihat semakin menjanjikan memasuki semester II-2024.
“Kami memproyeksikan, Sido Muncul (SIDO) mencetak pendapatan dan laba bersih tumbuh lebih dari 20% pada semester II-2024 berkat musim hujan di kuartal IV dan menurunnya biaya bahan baku,” jelasnya dalam riset dikutip, Kamis (12/9/2024).
Proyeksi Rizkia terkait pertumbuhan bottom line ini cukup gede bila dibanding perkiraan manajemen SIDO yang cukup moderat minimal di atas 10% pada tahun ini.
Dia berpendapat, musim hujan akan selalu menjadi momen strategis bagi penjualan Tolak Angin yang telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
Sentimen ini menguntungkan bagi SIDO, mengingat Tolak Angin merupakan tulang punggung pendapatan perseroan dengan kontribusi sekitar 50% dari total pendapatan.
Dengan margin laba kotor tertinggi di antara produk SIDO lainnya, segmen obat herbal dan suplemen yang mencakup Tolak Angin, diperkirakan terus membukukan pertumbuhan signifikan.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan akan mulai merata di Indonesia pada kuartal IV 2024, dengan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah.
"Kondisi cuaca ini diyakini akan meningkatkan permintaan Tolak Angin, yang dikenal sebagai solusi herbal untuk menjaga daya tahan tubuh," imbuh Rizkia.
Inovasi Distribusi
Di sisi lain, Sido Muncul (SIDO) juga terus berinovasi dalam hal distribusi sehingga memperluas jangkauan produk Tolak Angin. Sejak Mei dan Juli 2024, SIDO mulai mendistribusikan produknya langsung ke gerai Alfamart dan Indomaret, tanpa perantara sub-distributor.
Langkah ini diprediksi menggenjot margin kotor hingga 5% dan menambah volume penjualan sampai 5%. Dengan kombinasi musim hujan yang menguntungkan, inovasi distribusi, dan pertumbuhan pasar ekspor, Rizkia meyakini, SIDO bakal terus mencatatkan kinerja keuangan solid di sisa 2024.
“Kami perkirakan saham SIDO terus menarik minat investor dengan target harga Rp 830 per saham,” tutur dia.
Sepanjang semester I-2024, emiten berkode saham SIDO tersebut berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 608,49 miliar, naik 35,8% dari periode yang sama tahun lalu.
Kemudian, margin di segmen herbal mencapai 70,6% pada paruh pertama tahun ini, alias mencerminkan efisiensi operasional dan harga bahan baku yang lebih rendah.
SIDO juga diperkirakan kembali membagikan dividen interim pada Oktober atau November 2024, dengan perkiraan yield dividen sekitar 3,7%.
Di pasar internasional, SIDO berhasil mencatatkan pertumbuhan ekspor yang mengesankan. Pendapatan dari ekspor meningkat 73% pada semester I-2024 dengan pasar utama termasuk Malaysia, Filipina, dan Nigeria.
Manajemen SIDO menargetkan kontribusi ekspor mencapai 15% dalam 3 hingga 5 tahun mendatang, menjadikan pasar internasional sebagai salah satu penopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Profitabilitas SIDO tetap kuat, dengan margin laba kotor yang terus meningkat.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #sido #saham-sido #sido-muncul #tolak-angin #laba-sido-muncul #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373248/prospek-menjanjikan-sido-muncul-sido-tumbuh-labanya-gede