Tiga Sektor Saham Dongkrak IHSG Tembus 8.000

Tiga Sektor Saham Dongkrak IHSG Tembus 8.000

Ruang gerak IHSG menuju level 8.000 diprediksi masih terbuka pada akhir tahun ini berkat optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga. - Halaman all

(InvestorID) 13/09/24 16:53 14983700

JAKARTA, investor.id – Ruang gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju level 8.000 diprediksi masih terbuka pada akhir tahun ini berkat optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga. Kalangan analis meyakini sektor ritel, perbankan, dan properti akan dituntungkan dari penurunan suku bunga. 

Pengamatan analis tersebut tidak lepas dari peluang menguatnya daya beli masyarakat dan meningkatnya konsumsi rumah tangga, selepas Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga pada kuartal IV-2024 ini.

Baca juga: IHSG Reli Rekor Tertinggi, Pemodal Raup Untung Tebal dari Lima Saham   

HeadofInvestmentInformation Mirae Asset, Martha Christina, berpandangan IHSG masih dapat naik menuju 7.915 dan sektor ritel akan menunjukkan performa positif pada kuartal akhir tahun. Asalkan, BI betul-betul merealiasikan penurunan suku bunga sebelum akhir 2024.

"Kami melihat, inflasi yang terkendali dan suku bunga yang lebih rendah akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, dengan kredit kondumsi yang diproyeksikan meningkat dan berdampak langsung pada penguatan beberapa sektor, termasuk ritel,” ujar Martha dalam acara Media Day yang diadakan oleh Mirae Asset di Jakarta,Kamis (12/9/24).

Martha memperkirakan, BI akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali mencapai level 5,75% pada akhir tahun. Sedangkan, The Fed akan menurunkan sebanyak 25 basis poin (bps), yang pada gilirannya penciutan suku bunga ini akan semakin memperkuat ekspektasi bahwa aliran modal asing bakal terus mengalir ke pasar saham Indonesia. 

Pada kuartal III-2024, aliran modal asing tercatat mencapai Rp 15,2 triliun, yang mengirimkan sinyal kuat bahwa investor global masih berminat besar terhadap pasar Indonesia. Data Mirae Asset menyebutkan, konsumsi rumah tangga akan tumbuh sebesar 4,85% pada 2024, dan terus meningkat hingga 4,92% pada 2025 berkat dukungan inflasi yang terkendali serta kebijakan moneter yang lebih akomodatif, 

SektorPilihan

Bersamaan dengan itu, Marrga pun menjagokan sektor perbankan yakni saham BMRI, BBCA, dan BBRI. Tak ketinggalan, tentunya saham-saham di sektor ritel yang memiliki kinerja fundamental kuat.

"Sektor ritel khususnya segmen barang konsumsi, fashion, dan elektronik kami prediksi akan mendapatkan keuntungan signifikan dari tren ini,” ujar Martha. Karena itu, saham BMRI, BBCA, dan BBRI masuk dalam 10 saham unggulan Mirae Asset, bersama ASII, TLKM, ICBP, MYOR, MAPI, ACES, dan SIDO.

Baca juga: Sentimen Dalam Negeri Jadi Biang Keladi IHSG Hari Ini Tergelincir

ResearchAnalyst Mirae Asset, Abyan Habib Yuntoharjo, menambahkan bahwa urbanisasi, peningkatan adopsi teknologi digital, dan ekspektasi penurunan suku bunga akan semakin memperkuat sektor ritel, sehingga berdampak positif pada daya beli masyarakat, dan adanya festive season di akhir tahun.

"Generasi muda semakin adaptif terhadap teknologi dan memiliki preferensi untuk berbelanja secara digital. Ini akan mempercepat inovasi di sektor ritel dan menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih besar," imbuh Abyan.

Mirae Asset merekomendasikan beli (buy) untuk dua saham di sektor ritel yaitu PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga masing-masing Rp 1.100 dan Rp 1.900.

"Investor disarankan untuk mempertimbangkan saham-saham ritel, karena mereka akan mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi dan peningkatan konsumsi domestik," ujar Abyan.

Baca juga: IHSG Kembali Menguat, Cuan Lima Saham Melonjak

Selain sektor ritel, prospek IHSG juga didukung oleh sektor-sektor konsumtif lainnya yang diproyeksikan mendapatkan manfaat dari tren penurunan suku bunga dan peningkatan belanja masyarakat. Dengan inflasi yang terkendali dan kredit konsumsi yang diprediksi meningkat, sektor keuangan, properti, dan teknologi juga diperkirakan akan berkontribusi terhadap penguatan indeks di kuartal terakhir 2024.

Lampaui8.000

Secara terpisah, analis Stocknow.id Emil Fajrizki optimisitis, IHSG akan menguat hingga level 7.915 pada kuartal IV 2024 dengan peluang mencapai atau bahkan melampaui level 8.000.

"Pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia dan peningkatan konsumsi rumah tangga akan menjadi pendorong utama bagi IHSG. Sektor-sektor konsumtif terutama ritel akan menjadi sektor yang paling diuntungkan," jelas Emil.

Baca juga: IHSG Berpotensi Uji Level Tertinggi Lagi, Enam Saham Disebut Bakal Cuan

Skenario penguatan IHSG juga diperkuat oleh kebiasaan belanja masyarakat yang semakin meningkat menjelang akhir tahun, khususnya selama festive season. Peningkatan belanja ini akan memberikan dorongan tambahan bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap konsumsi, menjadikan target IHSG menembus 8.000 bukan hal yang mustahil.

Dengan sentimen positif dari kebijakan moneter, peningkatan daya beli, dan konsumsi domestik yang lebih kuat, IHSG diproyeksikan terus melaju hingga akhir 2024. “Apabila faktor-faktor makroekonomi mendukung, termasuk penurunan suku bunga dan masuknya aliran modal asing, bukan tidak mungkin indeks komposit mampu tembus level 8.000, sekaligus menjadi penanda era baru bagi pasar modal Indonesia,” tutur Emil. 

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-8-000 #sektor-pilihan #saham-pilihan #sektor-ritel #sektor-properti #sektor-perbankan #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/373417/tiga-sektor-saham-dongkrak-ihsg-tembus-8000