Kisruh Distribusi Makanan PON XXI 2024: Menpora Dito Ariotedjo Lakukan Langkah Cepat
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo langsung bergerak cepat. Halaman all
(Kompas.com) 14/09/24 04:42 14994180
KOMPAS.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi para atlet, melainkan masalah terkait distribusi makanan.
Kejadian tersebut menjadi viral di media sosial setelah sejumlah atlet dan ofisial melaporkan keterlambatan dalam distribusi makanan serta menu yang dianggap tidak layak bagi kebutuhan mereka selama pertandingan berlangsung.
Video dan foto yang beredar di berbagai platform media sosial menunjukkan menu makanan dengan porsi dan kualitas yang tidak memadai untuk atlet profesional.
Beberapa laporan menyebutkan adanya keterlambatan distribusi makanan hingga beberapa jam, yang tentunya memengaruhi kondisi fisik dan mental para atlet.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo langsung bergerak cepat.
Ia melakukan koordinasi dan evaluasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi dan langkah perbaikan.
Rahmat Utomo/Kompas.com Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo meninjau pusat distribusi pengemasan konsumsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Medan, Jum\'at (13/9/2024)“Bayangkan ada tiga kali jam makan serentak. Kita harus mengirimkan lebih dari puluhan ribu. Jadi memang awal pasti ada assesmen, ada adaptasi, tapi kita harus apresiasi bagaimana langkah cepatnya dan cara masing-masing daerah ini mitigasi risiko ke depannya,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, ia pun melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pengepakan dan distribusi makanan yang ditunjuk untuk menangani konsumsi di ajang PON XXI 2024 Aceh-Sumut, Jumat (13/9/2024).
Dia memantau proses distribusi dan pengemasan makanan, serta mengecek langsung kualitas makanan yang disajikan. Ia menjelaskan bahwa menu makanan untuk atlet berbeda dengan yang disajikan kepada panitia PON.
"Ini adalah boks resmi, PON Sumut ya dan ini khusus untuk penyelenggara panitia, LO dan seluruh perangkat pertandingan. Jadi bukan untuk atlet," ujar Dito Ariotedjo.
"Kalau untuk konsumsi atlet pagi prasmanan, siang di board hotel, malam ke hotel jadi bukan nasi kotak. Kalau atlet ini protein di-double ada hitungan karbonnya, kalau gak salah kalorinya juga di double jadi diri dan protein karbonnya, sudah dihitung dokter gizi," imbuhnya.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Muhamad Hadi Wawan Guntoro saat memberi penjelasan terkait PON XXI 2024 kepada wartawan di Posko Jatim Deli Serdang, Medan, Rabu (11/9/2024) siang."Kita harus memeriksa keabsahan informasi yang viral itu. Banyak pihak menyebarkan informasi yang perlu diklarifikasi kebenarannya," kata Dito Ariotedjo.
Sementara iyu hal-hal yang terjadi terkait makanan selama penyelenggaraan PON XXI 2024. Karena kejadian seperti itu bukan hal asing karena kerap terjadi di event besar.
“Ini selalu menjadi isu. Tidak hanya di PON, di SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade, makanan ini pasti selalu menjadi isu,” kata Dito Ariotedjo.
Seperti kontingen Jawa Timur yang juga menaruh perhatian besar pada aspek layanan dan kenyamanan tim selama PON XXI 2024 yang berada di Aceh-Sumut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Muhamad Hadi Wawan Guntoro mengatakan kondisi dan situasi lapangan yang optimal sangat penting untuk menjaga performa para atlet.
Oleh karena itu, setiap kendala yang dihadapi segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan cepat oleh tim monitoring untuk ditindak lanjuti.
“Beberapa hal saya lihat sendiri, misal terkait makanan, tempat, dan lain-lain. Langsung kita action. Ini kan sangat mempengaruhi dan harus gercep untuk ambil tindakan terkait kenyamanan tim,” tuturnya.
#media-sosial #jawa-timur #viral #pon-xxi-2024 #menteri-pemuda-dan-olahraga #dito-ariotedjo