Serok Saham Komoditas, Harga Ditaksir Meroket mulai 2025
Investor disarankan beralih (switching) ke saham sektor komoditas, terutama logam dan batu bara. Pantau UNTR, ANTM, dan INCO. - Halaman all
(InvestorID) 13/09/24 19:02 14999649
JAKARTA, Investor.id - Investor disarankan beralih (switching) ke saham sektor komoditas, terutama logam dan batu bara, karena punya prospek cerah. Harga komoditas diprediksi meroket mulai 2025.
Berdasarkan riset Maybank Sekuritas Indonesia, optimisme penurunan suku bunga acuan Indonesia kemungkinan sudah berhenti. Buktinya, lelang SBN terakhir hanya menarik sedikit minat.
Sementara itu, tulis broker ini, lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) memberikan para pemenang yield di atas 7%. Ini membuat prospek penurunan BI-Rate tahun ini terbatas.
“Oleh sebab itu, kami merekomendasikan mengurangi posisi ke saham yang sensitif terhadap penurunan suku bunga, seperti bank dan properti, yakni BBRI dan SMRA, karena pasar sudah mem-priced in penurunan FFR 3-4 kali,” tulis Maybank Sekuritas dikutip Jumat (13/9/2024).
Maybank Sekuritas masih bullish ke indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mempertahankan target 8.000 pada akhir 2024. Katalisnya adalah soft landing ekonomi Amerika Serikat (AS) dan pertumbuhan PDB negara itu yang diprediksi 1,8% pada 2025.
Broker ini menilai, saham komoditas layak dilirik, sebagai peralihan saham bank dan properti. Sebab, penguayan yuan belakangan ini merupakan sinyal keluarnya stimulus fiskal dan moneter dari pemerintahan China. Ini akan mengerek permintaan komoditas, yang bisa mengatrol harga di pasar global.
Saham Pilihan
Saham pilihan broker ini adalah UNTR, ANTM, dan INCO, yang bakal diuntungkan oleh kenaikan permintaan komoditas di China.
Sementara itu, Sucor Sekuritas menilai, pemangkasan suku bunga global akan membuat harga komoditas meroket dalam jangka waktu lama (commodity super cycle) mulai 2025.
Dari sisi ekonomi domestik, broker ini menilai pertumbuhan PDB sedikit melambat, seiring konsumsi yang stabil. Adapun rupiah menguat belakangan ini terhadap dolar AS, ditopang oleh aliran dana asing ke pasar finansial.
“Ini berkat surplus neraca perdagangan selama dua tahun, yang bisa menopang rupiah terhadap keganasan dolar AS,” tulis Sucor Sekuritas.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-komoditas #untr #antm #inco #harga-komoditas #rekomendasi-saham #maybank-sekuritas #sucor-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373432/serok-saham-komoditas-harga-ditaksirmeroket-mulai-2025