Harga Minyak Kembali Naik 2% Setelah Badai Menerjang Teluk Meksiko

Harga Minyak Kembali Naik 2% Setelah Badai Menerjang Teluk Meksiko

Harga minyak kembali naik lebih dari 2% pada Kamis (12/9/2024). Setelah produsen mengevaluasi dampak badai Francine - Halaman all

(InvestorID) 13/09/24 04:27 14999678

NEW YORK, investor.id - Harga minyak kembali naik lebih dari 2% pada Kamis (12/9/2024). Setelah produsen mengevaluasi dampak badai Francine yang menerjang kawasan produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS), sebelum diturunkan statusnya menjadi badai tropis.

Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS mencatat, lebih dari 730 ribu barel per hari atau sekitar 42% dari total produksi minyak di Teluk Meksiko dihentikan akibat badai Francine.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,66 (2,5%) dan ditutup pada US$ 68,97 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent naik US$ 1,36 (1,9%) menjadi US$ 71,97 per barel.

Kedua kontrak tersebut telah mengalami kenaikan lebih dari 2% pada Rabu (11/9/2024). hal itu karena perusahaan-perusahaan mengevakuasi platform lepas pantai akibat badai Francine. Analis UBS menyebut, gangguan produksi ini diperkirakan akan mengurangi output minyak dari Teluk Meksiko sekitar 50 ribu barel per hari pada bulan ini.

Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa dampak badai Francine bisa bersifat sementara. Sebab, badai tersebut kehilangan intensitas dengan cepat setelah mendarat di Louisiana pada Rabu malam.

“Hal ini dapat mengalihkan perhatian pasar minyak kembali pada rendahnya permintaan global,” ungkap Analis di StoneX Alex Hodes.

Pelabuhan ekspor minyak dan bahan bakar dari Texas bagian selatan hingga tengah telah dibuka kembali pada Kamis, dan kilang-kilang mulai beroperasi kembali.

Kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan minyak global, terutama dari importir terbesar, China, telah membebani harga minyak dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak mentah Brent menyentuh level terendah dalam tiga tahun pada Selasa (10/9/2024). Setelah kelompok produsen OPEC+ memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan tahunan mereka untuk bulan kedua berturut-turut.

Pertumbuhan Permintaan

Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan tahun 2024 sebesar lebih dari 7%, menjadi 900 ribu barel per hari, mengutip lemahnya permintaan dari China dan pertumbuhan yang lambat di wilayah lainnya.

AS, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia, juga menunjukkan tanda-tanda lemahnya permintaan. Stok minyak di negara tersebut naik minggu lalu karena impor minyak meningkat, ekspor menurun, dan permintaan bahan bakar melemah, menurut data dari Badan Informasi Energi (EIA) pada Rabu.

Harga bensin di AS diperkirakan menuju level terendah dalam tiga tahun karena lemahnya permintaan dan pasokan yang melimpah, kata para analis. Konsumsi bensin AS mewakili hampir 9% dari total permintaan minyak global.

Pelaku pasar juga memantau krisis berkepanjangan terkait kontrol bank sentral Libya, yang telah menyebabkan penurunan produksi dan ekspor minyak dari negara tersebut. Sebuah kesepakatan awal telah dicapai minggu lalu untuk menyelesaikan krisis ini, namun situasinya masih belum stabil.

Analis di FGE menyebutkan bahwa produksi minyak di Libya mulai pulih dan aktivitas ekspor dilanjutkan, namun memperingatkan bahwa pemulihan penuh masih belum dapat dipastikan.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #badai-francine #permintaan-minyak #teluk-meksiko #eia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/373350/harga-minyak-kembali-naik-2-setelah-badai-menerjang-teluk-meksiko