Harga Minyak Merosot, Ada Apa?

Harga Minyak Merosot, Ada Apa?

Harga minyak merosot pada Jumat (13/9/2024). Ada apa? - Halaman all

(InvestorID) 14/09/24 05:14 15002429

NEW YORK, investor.id – Harga minyak merosot pada Jumat (13/9/2024). Setelah produksi minyak mentah di Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS), kembali normal pasca Badai Francine. Ditambah lagi, data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah rig minyak di negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun 36 sen (0,5%) menjadi US$ 71,61 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 32 sen (0,5%) menjadi US$ 68,65 per barel.

Direktur Berjangka Energi di Mizuho Bob Yawger mengatakan, dengan dimulainya kembali produksi dan aktivitas kilang di Pantai Teluk AS, para investor memilih untuk menjual kontrak minyak sebelum akhir pekan.

"Bisa saja pada Senin mendatang, semuanya kembali normal, kilang beroperasi penuh, platform minyak aktif, dan bensin kembali diproduksi, yang bisa menyebabkan pasar turun secara signifikan,” jelas Yawger.

Minggu ini, harga minyak berjangka sempat naik akibat lonjakan harga yang dipicu badai Francine di awal pekan, mematahkan tren penurunan sebelumnya. Brent mencatat kenaikan sekitar 0,8% sejak penutupan perdagangan Jumat lalu, sementara WTI naik sekitar 1,4%.

Pada Kamis (12/9/2024), data resmi menunjukkan hampir 42% produksi minyak di wilayah tersebut dihentikan akibat badai, wilayah yang menyumbang sekitar 15% dari total produksi minyak AS. Namun, menurut analis Ritterbusch, penghentian itu diperkirakan hanya sementara dan tidak akan banyak mempengaruhi keseimbangan minyak mentah karena dominannya produksi minyak serpih di AS.

Jumlah Rig Minyak

Harga minyak juga terpengaruh oleh laporan peningkatan jumlah rig minyak dan gas dari Baker Hughes, yang mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam satu tahun terakhir. Jumlah rig minyak dan gas naik delapan unit menjadi 590 pada minggu yang berakhir 13 September, kembali ke tingkat pertengahan Juni. Rig minyak naik lima menjadi 488, sementara rig gas naik tiga menjadi 97.

Selain itu, para manajer investasi mengurangi posisi kontrak berjangka minyak mentah mereka di New York dan London sebanyak 27.493 kontrak, menjadi 59.741 kontrak pada minggu yang berakhir 10 September, menurut Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA) juga menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak minggu ini, mengutip masalah ekonomi di China, yang merupakan importir minyak terbesar di dunia.

Persediaan minyak AS juga meningkat minggu lalu, seiring dengan peningkatan impor minyak mentah dan penurunan ekspor, sementara permintaan bahan bakar melemah, menurut Administrasi Informasi Energi AS pada Rabu (11/9/2024).

Kini, investor mengalihkan perhatian ke pertemuan kebijakan dua hari The Fed yang dijadwalkan pada minggu depan, di mana diperkirakan akan ada pemangkasan suku bunga pada Rabu (18/9/2024).

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #rig-minyak #badai-francine #minyak-as #produksi-minyak #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/373471/harga-minyak-merosot-ada-apa