Perang Hancurkan Perekonomian Gaza dan Tepi Barat

Perang Hancurkan Perekonomian Gaza dan Tepi Barat

Perang Israel di Gaza menghancurkan perekonomian di daerah kantong Palestina, yang mana sudah berkurang seperenam dari catatan pada 2022 - Halaman all

(InvestorID) 14/09/24 18:03 15016431

JENEWA, investor.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa perang yang pecah di Gaza telah menghancurkan perekonomian di daerah kantong Palestina, yang mana sudah berkurang seperenam dari catatan pada 2022. Penurunan signifikan juga terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Menurut Mutasim Elagraa – yang mengoordinasikan program bantuan Palestina UNCTAD – masih belum diketahui dengan jelas berapa biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali.

“Namun bukti yang kami miliki saat ini mengindikasikan bakal mencapai puluhan miliar atau bahkan lebih. Butuh waktu puluhan tahun untuk mengembalikan Gaza seperti semula pada Oktober 2023,” ujarnya kepada para wartawan di Jenewa, yang dilansir Al Jazeera.

Perang Israel dan Hamas di Gaza telah melumpuhkan kapasitas produksi pangan, dan memperburuk jumlah orang yang tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan di wilayah Palestina yang terkepung. Selain itu, 82% bisnis di Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur.

“Proses produksi telah terganggu atau hancur, sumber pendapatan telah hilang, kemiskinan telah meningkat dan meluas, lingkungan telah diberantas, dan komunitas serta kota-kota telah hancur,” demikian isi laporan yang diterbitkan badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UN Trade and Development/UNCTAD) pada Kamis (12/09/2024), yang dilansir Al Jazeera.

Pada kuartal terakhir 2023 saja, produk domestik bruto (PDB) Gaza anjlok 81% dan menyebabkan kontraksi 22% sepanjang tahun.

“Pada pertengahan 2024, ekonomi Gaza telah menyusut menjadi kurang dari seperenam dari tingkat 2022,” kata UNCTAD.

Penurunan Ekonomi 

Tindak kekerasan yang meningkat di Tepi Barat pun digadang-gadang sebagai pemicu penurunan ekonomi yang cepat dan mengkhawatirkan. Menurut laporan UNCTAD, angka PDB di wilayah tersebut telah menyusut 19 % pada kuartal terakhir  2023.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa sejak 7 Oktober 2023, tentara dan pemukim Israel telah menewaskan sedikitnya 662 orang Palestina di Tepi Barat.

Sedangkan pejabat Israel mengklaim, sedikitnya 24 warga Israel, termasuk anggota pasukan keamanan tewas dalam serangan-serangan Palestina selama periode yang sama.

Laporan yang dirilis Kamis menunjukkan sejumlah faktor, seperti perluasan pemukiman, penyitaan tanah, pembongkaran bangunan-bangunan Palestina dan meningkatnya kekerasan pemukim yang membuat masyarakat Tepi Barat kehilangan tempat tinggal dan berdampak besar pada kegiatan ekonomi.

“Sekitar 80% bisnis di Kota Tua Yerusalem telah berhenti beroperasi, baik sebagian atau seluruhnya,” kata UNCTAD.

Kondisi pasar tenaga kerja di seluruh wilayah Palestina juga dilaporkan makin buruk secara dramatis. Laporan menunjukkan, 96% bisnis di Tepi Barat mengalami penurunan aktivitas dan lebih dari 42% mengurangi jumlah tenaga kerjanya.

Secara keseluruhan, terdapat 306.000 lapangan kerja yang telah hilang dan mendorong tingkat pengangguran di Tepi Barat dari hampir 13% sebelum Israel melancarkan perang di Gaza menjadi 32%.

Sementara di Gaza, dua pertiga lapangan pekerjaan sebelum perang - sekitar 201.000 – telah hilang pada Januari tahun ini. Laporan UNCTAD menyebutkan, pengangguran di wilayah yang terkepung itu mencapai 79% pada kuartal terakhir 2023, naik dari 46% pada kuartal sebelumnya.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ekonomi-hancur #ekonomi-gaza-dan-tepi-barat #perang-israel-dengan-hamas #penurunan-ekonomi-palestina #pengangguran-palestina #memulihkan-gaza #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/373509/perang-hancurkan-perekonomian-gaza-dan-tepi-barat