Tahun Depan, China Akan Menaikkan Batas Usia Pensiun

Tahun Depan, China Akan Menaikkan Batas Usia Pensiun

China akan menaikkan batas usia pensiun pekerja mulai tahun depan untuk mengatasi penyusutan populasi dan angkatan kerja yang menua. - Halaman all

(InvestorID) 14/09/24 17:17 15016438

BEIJING, investor.id – Pemerintah China akan menaikkan batas usia pensiun untuk para pekerja mulai tahun depan, sebagai upaya mengatasi penyusutan populasi dan angkatan kerja yang menua. Saat ini batasan pensiun di Negeri Tirai Bambu termasuk yang termuda di antara negara-negara dengan kekuatan ekonomi utamd di dunia.

Menurut laporan yang dilansir Reuters, perubahan kebijakan itu bakal dilakukan selama 15 tahun, dengan usia pensiun untuk pria dinaikkan menjadi 63 tahun sementara usia pensiun wanita menjadi 55 atau 58 tahun, tergantung pada pekerjaan mereka.

Sebagai informasi, usia pensiun saat ini adalah 60 tahun untuk pria dan 50 tahun bagi wanita yang bekerja di sektor kerah biru, dan 55 tahun untuk wanita yang bekerja di sektor kerah putih.

“Kita memiliki lebih banyak orang yang memasuki usia pensiun, sehingga dana tunjangan pensiun menghadapi tekanan yang tinggi. Itulah mengapa saya pikir sekarang saatnya untuk bertindak serius. Usia pensiun sebelumnya ditetapkan pada 1950-an, ketika usia harapan hidup hanya sekitar 40 tahun,” ujar Xiujian Peng, seorang peneliti senior dari Victoria University di Australia, yang mempelajari populasi China dan hubungannya dengan ekonomi.

Kebijakan baru tersebut disahkan oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (Standing Committee of the National People\'s Congress) pada Jumat (13/09/2024) menyusul pengumuman mendadak pada awal minggu ini, bahwa mereka sedang mengkaji langkah tersebut. Demikian diumumkan oleh lembaga penyiaran negara CCTV.

Mengutip dari isi pengumuman yang dikeluarkan badan legislatif China, kebijakan akan diimplementasikan mulai Januari 2025. Perubahan ini juga bakal berlaku secara progresif berdasarkan tanggal lahir seseorang.

Semisal, seorang pria yang lahir pada Januari 1971 dapat pensiun di usia 61 tahun 7 bulan pada Agustus 2032. Sedangkan seorang pria yang lahir pada Mei 1971 dapat pensiun di usia 61 tahun dan 8 bulan pada Januari 2033.

Para ahli mengungkapkan bahwa tekanan demografis telah membuat langkah ini tertunda sejak lama. Tercatat, pada akhir 2023, China akan memiliki hampir 300 juta orang berusia di atas 60 tahun. Jumlah ini diproyeksikan bertambah menjadi 400 juta pada 2035 atau lebih besar dari jumlah penduduk Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya Akademi Ilmu Sosial China (Chinese Academy of Social Sciences) memprediksi anggaran untuk tunjangan pensiun publik akan habis di tahun tersebut.

Selain China, Pemerintah AS pun menghadapi tekanan pada anggaran tunjangan sosial, seperti pensiun dan jaminan sosial. Berdasarkan hasil analisis, saat ini dana Jaminan Sosial tidak akan dapat membayarkan manfaat penuh untuk masyarakat di  2033.

“Hal ini terjadi di mana-mana. Namun di China dengan populasi lansia yang besar, tantangannya jauh lebih besar,” ungkap Yanzhong Huang, peneliti senior bidang kesehatan global dari Dewan Hubungan Luar Negeri.

Tantangan tersebut makin sulit menyusul jumlah kelahiran yang lebih sedikit. Penyebabnya, orang-orang lebih muda memilih untuk tidak memiliki anak, dengan alasan biaya hidup tinggi.

Pada 2022, Biro Statistik Nasional China merilis laporan yang menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya China memiliki 850.000 orang lebih sedikit pada akhir tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara di 2023, populasi menyusut lebih jauh, sebanyak 2 juta orang.

Itu berarti, beban pendanaan pensiun lansia akan dibagi di antara sekelompok kecil pekerja yang lebih muda, karena pembayaran pensiun sebagian besar didanai oleh potongan dari mereka yang saat ini masih bekerja.

Para peneliti mengukur tekanan tersebut dengan melihat angka yang disebut rasio ketergantungan. Yang menghitung jumlah orang yang berusia di atas 65 tahun dibandingkan dengan jumlah pekerja di bawah 65 tahun. Data statistik pemerintah memperlihatkan, angka tersebut adalah 21,8% untuk 2022 – yang artinya sekitar lima pekerja akan menanggung satu pensiunan. Persentase ini diperkirakan meningkat, yang berarti lebih sedikit pekerja yang akan menanggung beban satu pensiunan.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #menaikkan-batas-usia-pensiun #kebijakan-pensiun-china #angkatan-kerja-menua #penyusutan-populasi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/373502/tahun-depan-china-akan-menaikkan-batasusia-pensiun