Kontroversi di Laga Semifinal PON XXI, Pemain Sulteng Pukul Wasit

Kontroversi di Laga Semifinal PON XXI, Pemain Sulteng Pukul Wasit

Insiden pemukulan wasit mewarnai jalannya laga delapan besar sepak bola putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

(Kompas.com) 15/09/24 00:45 15041173

KOMPAS.com - Insiden pemukulan wasit mewarnai jalannya laga perempat final sepak bola putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Insiden itu terjadi saat laga antara tuan rumah Aceh dan Sulawesi Tengah (Sulteng) bergulir di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (14/9/2024) malam.

Diketahui, laga berlangsung dengan tensi panas itu terjadi saat pertandingan sudah berada di menit-menit akhir.

Di mana saat itu, Sulteng sudah unggul 1-0 atas tuan rumah. Sulteng sendiri mulai bermain bertahan dan cenderung keras sehingga terjadi hujan kartu.

Kartu merah dikeluarkan oleh wasit Eko Agus Sugih Harto asal Palembang untuk Wahyu Alman asal Sulteng pada menit ke-74.

Pemain bernomor punggung 25 itu mengangkat kaki terlalu tinggi saat mencoba membuang bola kartu kuning dan hampir mengenai kepala pemain Aceh.

Kericuhan mulai terjadi saat wasit memberikan kartu merah kedua untuk Sulteng kepada Moh Akbar pada menit ke-85 yang menuai protes panjang.

Tak lama, wasit Eko memberikan perpanjangan waktu 13 menit. Hingga pada menit ke-97, wasit memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah walau tekel di kotak penalti terlihat bersih.

Tak ayal, aksi protes pemain Sulteng semakin meledak-ledak. Kepemimpinan wasit sepanjang laga dikatakan beberapa media lain berat sebelah.

Hingga tak disangka, salah satu pemain Sulteng Muhammad Rizki yang tengah naik pitam langsung memukul wasit di bagian kepala hingga tersungkur jatuh.

Wasit kemudian sampai ditandu ke luar lapangan dengan menggunakan ambulans untuk diberikan pertolongan.

Situasi itu juga sempat memancing kemarahan pendukung tuan rumah yang sempat melemparkan botol-botol ke lapangan.

Saat tensi panas tersebut, pertandingan terpaksa dihentikan. Hingga kemudian beberapa menit, laga kembali dimulai dengan tendangan penalti dari Aceh.

Namun, eksekusi penalti tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik.

Rizki pun mendapat kartu merah yang menjadi kartu merah ketiga Sutleng apda laga tersebut.

Tak berapa lama kemudian, Aceh kembali mendapatkan hadiah penalti.

Wasit memberikan hadiah penalti usai pemain Sulteng dianggap melakukan handball. Akmal Juanda mengambil penalti pun sukses melakukan tugasnya, dan skor menjadi imbang 1-1.

Setelah peluit panjang dibunyikan wasit, laga seharusnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Namun, tim Sulteng memutuskan untuk mengundurkan diri alias WO yang membuat Aceh yang dipastikan lolos ke semifinal, sementara Sulteng harus terhenti langkahnya di babak 8 besar.

Di semifinal, Aceh akan menghadapi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Senin 16 September 2024.

#pon-aceh-2024 #wasit-dipukul #wasit-dipukul-di-pon

https://bola.kompas.com/read/2024/09/15/00450678/kontroversi-di-laga-semifinal-pon-xxi-pemain-sulteng-pukul-wasit