Diretas

Diretas "Hacker" Korea Utara, Indodax Klaim Saldo Aset Pengguna Aman

Indodax membeberkan perkembangan investigasi dan penanganan peretasan terhadap sistem platform tersebut.

(Kompas.com) 15/09/24 08:09 15044575

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Indodax Oscar Darmawan membeberkan perkembangan investigasi dan penanganan atas peretasan terhadap sistem platform Indodax pada Rabu (11/9/2024).

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh salah satu crypto security agency, Oscar mengatakan, peretasan terindikasi dilakukan oleh hacker yang terafiliasi dengan Korea Utara.

"Kami menyadari bahwa ini adalah ancaman global yang serius," kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (14/9/2024).

"Oleh karena itu kami telah berkoordinasi dengan Cyber Mabes Bareskrim Polri untuk menangani insiden ini dengan cepat dan efektif," sambungnya.

Lebih lanjut Oscar bilang, kelompok hacker yang terafiliasi dengan Korea Utara itu memang sudah diketehaui menyerang banyak platform transaksi kripto di berbagai negara.

"Mereka memang sebelumnya juga menargetkan banyak crypto exchange dengan likuiditas besar dan bertaraf global," tuturnya.

Saldo pengguna diklaim aman

Terkait dengan peretasan yang berhasil mengambil aset token milik Indodax itu, Oscar kembali menyebutkan, saldo aset nasabah dalam bentuk rupiah maupun kripto tetap aman.

Ia menyebutkan, pihaknya telah menyelesaikan proses pengecekan saldo dan aset pengguna, dan hasilnya menunjukan kondisi aman.

"Kami telah mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat untuk memastikan bahwa tidak ada dana member yang terpengaruh oleh serangan ini," tuturnya.

Adapun total aset kripto yang dikelola oleh Indodax saat ini mencapai lebih dari Rp 11,5 triliun, lebih besar dari pada jumlah 100 persen aset saldo member, sehingga saldo member disebut aman.

Oscar mengatakan, data aset kripto itu dapat diverifikasi secara publik melalui blockchain yang dapat diakses siapa saja pengguna internet.

"Setiap orang dapat memeriksa dan memastikan data ini secara terbuka. Data proof of reserve ini sudah diumumkan melalui blog Indodax," katanya.

Terhitung sejak Sabtu (14/9/2024), seluruh sistem Indodax sudah beroperasi secara bertahap, dan bisa diakses kembali oleh para pengguna.

Para pengguna pun sudah dapat kembali melakukan transaksi deposit, withdrawal, trading, hingga unstake melalui akun masing-masing.

"Indodax memohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini. Kami sangat menghargai kesabaran dan pengertian para member selama masa maintenance," ucap Oscar.

#aset-kripto #indodax #kripto #ceo-indodax #indodax-diretas #indodax-dihack

https://money.kompas.com/read/2024/09/15/080931826/diretas-hacker-korea-utara-indodax-klaim-saldo-aset-pengguna-aman?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner