Juragan Emas, Sahamnya Laku
Emiten tambang emas J Resources (PSAB) sahamnya laku, harganya pun diam-diam melonjak dari awal tahun. - Halaman all
(InvestorID) 15/09/24 12:15 15057318
JAKARTA, investor.id - Saham ‘juragan’ tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) laku diperdagangkan. Dalam lima hari bursa terakhir, frekuensi perdagangannya mencapai 150.271 kali dan ada di nomor 2 saham berfrekuensi tinggi setelah PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK).
Total sebanyak 1,8 miliar saham J Resources berkode PSAB diperdagangkan selama 5 hari bursa terakhir dengan nilai transaksi Rp 497,6 miliar. Adapun asing mencatatkan net buy Rp 9,3 miliar.
Pada perdagangan Jumat (13/9/2024), saham PSAB melemah 2,22% ke Rp 264. Dengan frekuensi 35.022 kali, lalu 354,82 juta saham diperdagangkan, dan nilai transaksi Rp 95,48 miliar.
Dalam sepekan terakhir saham J Resources menguat 14,78%, dan dalam periode year to date (ytd) melambung 186,96%. Nilai kapitalisasi pasarnya Rp 6,98 triliun.
Pengendali J Resources adalah Jimmy Budiarto yang menggenggam 92,5% saham perseroan. Sedangkan publik memegang 7,5% saham PSAB.
Jumlah pemegang saham emiten tambang emas ini per 31 Agustus 2024 berjumlah 8.681 pihak. Angkanya melonjak 1.562 pihak dibandingkan per akhir Juli 2024 yang berjumlah 7.119 pemegang saham.
Jimmy Budiarto menjabat sebagai komisaris utama J Resources. Diangkat sebagai komisaris utama perseroan sejak Maret 2020 berdasarkan Akta No. 6 tanggal 3 Maret 2020 dibuat di hadapan Humberg Lie, Notaris di Jakarta Utara. Ia telah menghabiskan sebagian besar karirnya di industri pertambangan dan telah menerapkan pengalaman masa kerjanya di bidang kontrak pertambangan sampai menjadi pemilik bisnis/operator yang menjalankan bisnis J Resources.
J Resources Asia Pasifik (PSAB), melalui anak-anak perusahaannya, memiliki lima proyek inti, yaitu satu proyek pertambangan dengan status pengembangan dan eksplorasi, dua proyek pertambangan produksi yang aktif, dan dua proyek dalam tahap pascatambang.
Semua proyek terletak di Indonesia, kecuali Tambang Penjom yang berada di tengah “sabuk emas”, di Negeri bagian Pahang di semenanjung Malaysia.
Aset produktif utama perseroan adalah Tambang Bakan di Sulawesi Utara dan aset produktif sekunder adalah Tambang Penjom di Malaysia. Sedangkan Tambang Lanut Utara di Sulawesi Utara dan Tambang Seruyung di Kalimantan Utara sudah memasuki tahap pasca tambang. Project pipeline perseroan lainnya, yaitu Proyek Doup. Hal tersebut sebagaimana keterangan pada laporan tahunan J Resources (PSAB) tahun 2023.
Rumor
Sementara itu, sempat beredar rumor bahwa saham mayoritas J Resources (PSAB) -emiten tambang emas - milik Jimmy Budiarto dilirik oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dan Grup Salim melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sampai meminta penjelasan terkait kebenaran rumor itu kepada manajemen PSAB.
Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan J Resources (PSAB) Edi Permadi memberikan jawabannya dalam surat tertanggal 7 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, sampai dengan tanggal surat tersebut, perseroan tidak mengetahui informasi terkait dengan pemberitaan tersebut dan informasi dalam pemberitaan tersebut tidak bersumber dari manajemen perseroan dan perseroan tidak pernah memberikan konfirmasi apapun mengenai pemberitaan tersebut.
“Apabila terdapat informasi yang wajar mengenai rencana akuisisi perseroan, perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah perseroan menerima informasi tersebut dari pengendali perseroan,” papar Edi.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemegang saham publik beserta investor agar memperhatikan keterbukaan informasi resmi yang dilakukan oleh perseroan sebelum membuat keputusan investasi terkait dengan perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #j-resources #psab #saham-psab #jimmy-budiarto #j-resources-asia-pasifik #emas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373538/juragan-emas-sahamnya-laku