Pengalaman Ikut Pottery Class di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta
Kompas.com mencoba ikut pottery class (kelas gerabah) di Museum Seni Rupa dan Keramik. Hasilnya pun bisa dibawa pulang, dengan biaya mulai Rp 50.000. Halaman all
(Kompas.com) 16/09/24 14:35 15094289
JAKARTA, KOMPAS.com – Jika mencari aktivitas kreatif saat luang, sempatkanlah berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik. Lokasinya di Jalan Pos Kota Nomor 2, Jakarta Barat, tidak jauh dari Museum Sejarah Jakarta dan Stasiun Jakarta Kota.
Museum ini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung yaitu berupa pottery class (kelas gerabah).
Berdasarkan pengalaman Kompas.com, Kamis (12/9/2024), kelas gerabah berlokasi di tepi taman yang ditumbuhi pepohonan rindang. Suasananya pun tenang.
Setelah membeli tiket masuk museum, Kompas.com menuju ruang koperasi untuk mendaftar. Ternyata kelas gerabah cukup populer, terlihat dari rombongan murid sekolah yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Dok.KOMPAS.com/Aska Bagus Aldika suasana ruang koperasi di museum seni rupa dan keramik pada Kamis (12/09/2024)Akhirnya Kompas.com memperoleh sesi kelas gerabah pukul 13.00 WIB, dengan biaya mulai Rp 50.000.
"Untuk pendaftaran mengikuti kelas (biayanya) Rp 50.000 saja, nanti kalau sudah jam satu kamu bisa ke koperasi lagi untuk mengambil tanah liatnya," ucap salah seorang petugas Museum Seni Rupa dan Keramik, Yono kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2024).
Begitu giliran tiba, Kompas.com mengambil tanah liat di koperasi. Selanjutnya Kompas.com diarahkan menuju area kelas untuk memilih meja putar mana yang akan diduduki.
Di area kelas, terlihat beberapa pengunjung lain yang juga hendak ikut kelas gerabah. Kompas.com pun merasa antusias karena ini kali pertama mengikuti kelas sejenis.
- Cara ke Museum Seni Rupa dan Keramik Naik KRL dan Transjakarta
- Lewat Siji, Cara Beda Nikmati Koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik
View this post on Instagram
Hasil pottery class bisa langsung dibawa pulang
Dok.KOMPAS.com/Aska Bagus Aldika suasana pottery class di museum seni rupa dan keramik pada Kamis (12/09/2024)Kelas gerabah pun dimulai. Petugas museum dengan sabar memberikan instruksi dan panduan dalam mengolah tanah liat basah.
Meski tampaknya sederhana, membuat gerabah ternyata cukup menantang. Awalnya, Kompas.com berencana membuat mangkuk.
Namun seiring proses, karena bentuknya tidak sesuai harapan, akhirnya Kompas.com memutuskan untuk mengubah karya menjadi sebuah asbak.
Setelah selesai membuat bentuknya, Kompas.com lantas menghiasnya dan membawanya kembali ke koperasi untuk di awa pulang.
Sebab, Kompas.com tidak ingin gerabah yang telah dibuat dibakar menjadi keramik.
Sebenarnya bisa saja bagi pengunjung untuk langsung membuat gerabah karyanya menjadi keramik dengan cara dibakar, tapi membutuhkan waktu dan biaya lagi.
Dok.KOMPAS.com/Aska Bagus Aldika hasil membuat gerabah di pottery class museum seni rupa dan keramik pada Kamis (12/09/2024)"Ini hasilnya bisa langsung dibawa pulang atau bisa dibakar jadi keramik, tetapi akan dikenakan biaya lagi sebesar Rp 85.000 dan hasilnya bisa diambil satu bulan lagi," ucap Yono.
Karena tidak ingin menunggu, Kompas.com memutuskan untuk membawanya pulang.
Yono menuturkan, gerabah buatan Kompas.com bisa didiamkan di rumah agar kering.
"Nanti itu bisa kamu diamkan saja terkena angin agar cepat kering, biasanya akan kering dalam lima hari dan setelah itu kamu bisa hias atau kamu warnai dengan cat akrilik," ujar dia.
Meski hasilnya tidak sesempurna bayangan Kompas.com, pengalaman baru ini sangat berkesan.
Kelas gerabah di Museum Seni Rupa dan Keramik tidak hanya memberikan hiburan, tapi juga kesempatan untuk mencoba hal baru.
- 5 Aktivitas Wisata di Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta
- 12 Tempat Wisata Sejarah di Kota Tua, Bukan Cuma Museum Fatahillah
#museum-seni-rupa-dan-keramik #membuat-gerabah-di-museum-seni-rupa-dan-keramik #pottery-class-kota-tua #pottery-class-museum-seni-rupa-dan-keramik #biaya-pottery-class-museum-seni-rupa-dan-keramik #mus