Harga Bitcoin Tergelincir di Atas 2%, Ada Apa?

Harga Bitcoin Tergelincir di Atas 2%, Ada Apa?

Pasar kripto memerah dalam 24 jam terakhir. Bahkan, harga Bitcoin tergelincir di atas 2%, ada apa? - Halaman all

(InvestorID) 16/09/24 08:01 15100747

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto memerah dalam 24 jam terakhir. Bahkan, harga Bitcoin tergelincir di atas 2%, ada apa?

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (16/9/2024) pukul 07.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global terpangkas 2,3% menjadi US$ 2,05 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) jatuh 2,3% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 58.708 per koin atau setara Rp 904,1 juta (kurs, Rp 15.400).

Hal serupa juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang anjlok 4,6% menjadi US$ 2.310 per koin. Sedangkan Binance (BNB) melemah 0,55% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 551 per koin.

Dikutip dari Cryptonews, saat Hong Kong berupaya membangun dirinya sebagai pusat mata uang kripto global, para ahli memperingatkan bahwa pendekatan regulasi yang hati-hati di kota tersebut dapat menghambat pertumbuhannya di sektor aset digital yang berkembang pesat.

First Digital Trust, sebuah perusahaan kripto yang berbasis di Hong Kong, menyatakan kekhawatiran atas lambatnya regulasi, menekankan perlunya kemajuan yang lebih cepat untuk mengimbangi perkembangan industri. Saat ini, hanya dua platform perdagangan aset virtual berlisensi penuh, Hash Blockchain dan OSL Digital Securities, yang beroperasi di Hong Kong.

Beberapa bursa mata uang kripto lainnya masih menunggu lisensi mereka, yang mencerminkan pendekatan hati-hati kota tersebut dalam mengatur industri. Vincent Chok, CEO First Digital, menjelaskan alasan di balik langkah terukur ini, dengan menyatakan bahwa Hong Kong memprioritaskan perlindungan investor daripada tindakan regulasi yang cepat.

"Dapat dimengerti bahwa pendekatan regulasi Hong Kong lebih konservatif dan lambat dibandingkan dengan yurisdiksi lain, mengingat fokusnya pada perlindungan investor," kata Chok.

Keputusan The Fed

Saat ini, investor Bitcoin (BTC) mencermati keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada Rabu (18/9/2024). Analis memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga, skenario yang diisyaratkan oleh pidato Ketua Fed Jerome Powell baru-baru ini.

Jika Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga yang lebih besar dari yang diantisipasi, hal itu dapat mendorong pertumbuhan substansial dalam nilai Bitcoin. Pemangkasan suku bunga yang lebih besar pada tahun 2024 dan 2025 dapat meningkatkan kepercayaan investor, yang mengarah pada peningkatan pembelian BTC dan berpotensi mendorong harganya lebih tinggi.

Ekspektasi pasar saat ini mendukung pemangkasan suku bunga 50 basis poin, yang dapat berdampak positif bagi Bitcoin. Dot plot terbaru Fed dan komentar Jerome Powell pasca pengumuman akan sangat penting untuk memahami penyesuaian suku bunga di masa mendatang.

Oleh karena itu, berita positif tentang sikap Fed terhadap pemangkasan suku bunga dan inflasi dapat memicu tren bullish untuk BTC, karena investor sering bereaksi positif terhadap perkembangan tersebut.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-bitcoin #bitcoin #btc #pasar-kripto #ethereum #eth #binance #bnb #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/373575/harga-bitcoin-tergelincir-di-atas-2-ada-apa