Trump Jadi Target Percobaan Pembunuhan Lagi, Tersangka Berhasil Ditangkap
Donald Trump jadi target percobaan pembunuhan lagi, kali ini saat bermain golf di lapangan pribadinya. Tersangka telah berhasil ditangkap - Halaman all
(InvestorID) 16/09/24 06:28 15100755
FLORIDA, investor.id - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump menjadi target percobaan pembunuhan lagi. Kali ini, insiden tersebut terjadi saat Trump bermain golf di lapangan pribadinya di West Palm Beach, Florida, pada Minggu sore (15/9/2024) waktu setempat. FBI menyebutkan insiden tersebut merupakan percobaan pembunuhan. Meski demikian, Trump lolos dari insiden tersebut dan dinyataan aman.
Dikutip dari Reuters, pihak berwenang, agen-agen Secret Service AS melihat seorang pria bersenjata dengan senapan serbu tipe AK-47 bersembunyi di semak-semak dekat perbatasan properti. Pria tersebut diduga berencana menyerang Trump dari jarak sekitar 365 hingga 457 meter.
The New York Times maupun Fox News mengidentifikasi tersangka sebagai Ryan Wesley Routh, 58 tahun, dari Hawaii, berdasarkan sumber anonim dari penegak hukum. Namun, Reuters belum bisa memverifikasi informasi ini secara independen.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13:30 waktu setempat (17:30 GMT), saat agen Secret Service yang melakukan pembersihan area mendeteksi keberadaan senapan di semak-semak. Mereka segera menembak pria bersenjata tersebut dengan empat peluru. Namun, pelaku berhasil melarikan diri setelah meninggalkan senjatanya serta dua tas punggung dan beberapa barang lainnya di lokasi kejadian.
Saksi mata yang melihat kejadian ini berhasil mengambil foto kendaraan pelaku, sebuah mobil Nissan berwarna hitam, beserta plat nomornya. Berkat informasi ini, pihak berwenang segera mengeluarkan peringatan kepada seluruh agen keamanan negara bagian. Tak lama kemudian, pelaku berhasil ditangkap oleh deputi sheriff di Martin County, yang berbatasan dengan Palm Beach.
"Secret Service bertindak sesuai prosedur yang tepat," kata Sheriff Ric Bradshaw dalam konferensi pers. Hingga kini, motif pelaku masih belum diungkapkan.
Dalam sebuah email kepada pendukungnya, Trump mengonfirmasi bahwa ada tembakan di sekitarnya dan menegaskan bahwa ia dalam kondisi aman. "Sebelum rumor beredar, saya ingin kalian mendengar langsung dari saya: Saya aman dan baik-baik saja!," tulis Trump.
Insiden Kedua
Insiden percobaan pembuuhan ini merupakan kedua kalinya menimpa Trump. Sebelumnya, percobaan pembunuhan terjadi pada 13 Juli 2024 di Pennsylvania, yang membuat banyak pihak mempertanyakan keamanan kandidat presiden menjelang pemilihan presiden pada 5 November mendatang. Saat itu, Trump terluka di telinga kanan, sementara seorang peserta rapat umum tewas tertembak.
Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris telah diberi informasi tentang insiden ini dan merasa lega mengetahui bahwa Trump selamat. "Kekerasan tidak memiliki tempat di Amerika," tulis Harris di akun media sosialnya.
Senator JD Vance, pasangan Trump dalam pemilu presiden, mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Trump setelah insiden tersebut dan mantan presiden dalam kondisi baik.
Percobaan pembunuhan ini menambah daftar insiden serupa dalam beberapa dekade terakhir, yang sebelumnya juga memaksa direktur Secret Service Kimberly Cheatle mengundurkan diri setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak di Kongres akibat kelalaian keamanan.
Pelaku penembakan pada insiden di Pennsylvania, Thomas Crooks yang berusia 20 tahun, tewas di tempat setelah ditembak oleh penembak jitu Secret Service. Agustus lalu, pejabat sementara Secret Service yang baru menyatakan penyesalannya atas kelalaian keamanan tersebut.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #donald-trump #percobaan-pembunuhan-trump #pembunuhan-trump #tersangka-pembunuhan-trump #berita-ekonomi-terkini