Harga Minyak Naik di Atas 1% Dipicu Dua Sentimen
Harga minyak mentah naik di atas 1% pada Senin (16/9/2024). Hal itu dipicu dua sentimen, apa saja? - Halaman all
(InvestorID) 17/09/24 04:26 15123811
NEW YORK, investor.id - Harga minyak mentah naik di atas 1% pada Senin (16/9/2024). Hal itu dipicu dua sentimen, yaitu dampak yang terus berlanjut dari Badai Francine terhadap produksi di Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS), dan menjelang keputusan pemangkasan suku bunga The Fed pada minggu ini.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik US$ 1,14 (1,59%) menjadi US$ 72,75 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober melejit US$ 1,44 (2,1%) menjadi US$ 70,09 per barel.
“Kami masih merasakan dampak sisa dari badai. Dampak yang lebih besar terjadi pada sisi produksi daripada pengolahan, sehingga hal ini sedikit mendukung kenaikan harga," kata Matt Smith, Analis Utama Minyak di Kpler.
Menurut Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan (BSEE) AS, lebih dari 12% produksi minyak mentah dan 16% produksi gas alam di Teluk Meksiko masih terhenti akibat Badai Francine.
Meski begitu, pasar tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada Rabu (18/9/2024). Traders semakin bertaruh bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin dibandingkan 25 basis poin, berdasarkan alat CME FedWatch yang melacak ekspektasi pasar terhadap suku bunga The Fed.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mengurangi biaya pinjaman, yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.
Permintaan Minyak
Namun, ahli strategi pasar minyak Clay Seigle menyebut, pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% dapat meningkatkan kekhawatiran trader mengenai laju pertumbuhan permintaan minyak. Ia juga mengatakan, jika The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga secara lebih agresif, kita mungkin akan melihat tren yang bertentangan.
“Bagi mereka yang optimistis akan merasa lebih yakin terhadap permintaan minyak yang tetap kuat dengan adanya soft landing ekonomi, sementara para pesimistis yang mendorong harga berjangka ke dalam kontango akan menyambut baik biaya pengangkutan fisik yang lebih rendah," kata Seigle.
Kontango adalah kondisi ketika harga kontrak berjangka jangka pendek lebih murah daripada kontrak untuk bulan-bulan mendatang.
Sementara itu, data ekonomi yang lebih lemah dari China selama akhir pekan menekan sentimen pasar. Pertumbuhan produksi industri di China, importir minyak terbesar dunia, melambat ke level terendah dalam lima bulan pada Agustus, sementara penjualan ritel dan harga rumah baru juga melemah.
Produksi kilang minyak China turun selama lima bulan berturut-turut akibat lemahnya permintaan bahan bakar dan margin ekspor yang rendah, yang membatasi produksi.
Meskipun Brent dan WTI naik sekitar 1% minggu lalu, harga minyak tetap berada di bawah rata-rata Agustus, yang masing-masing berada di US$ 78,88 dan US$ 75,43 per barel, setelah mengalami penurunan harga pada awal bulan ini karena kekhawatiran terhadap permintaan.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #badai-francine #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #permintaan-minyak #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373620/harga-minyak-naik-di-atas-1-dipicu-dua-sentimen