Bitcoin Terkoreksi di Bawah US$60 Ribu Lagi, Menanti Hasil Pertemuan FOMC Terkait Suku Bunga

Bitcoin Terkoreksi di Bawah US$60 Ribu Lagi, Menanti Hasil Pertemuan FOMC Terkait Suku Bunga

Harga Bitcoin terkoreksi di bawah US$60 ribu lagi, menanti keputusan suku bunga dari FOMC pada Kamis dini hari nanti.

(BlockChain-Media) 17/09/24 19:36 15150760

Harga Bitcoin terkoreksi di bawah US$60 ribu lagi, menanti keputusan suku bunga dari FOMC pada Kamis dini hari nanti.

FOMC atau Federal Open Market Committee adalah komite penting di dalam Federal Reserve alias The Fed (bank sentral Amerika Serikat) yang bertanggung jawab untuk menentukan kebijakan moneter, khususnya terkait suku bunga dan pengendalian jumlah uang beredar di AS.

FOMC mengadakan pertemuan secara berkala untuk meninjau kondisi ekonomi dan membuat keputusan penting mengenai tingkat suku bunga acuan, yang berdampak langsung pada inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pasar keuangan, termasuk pasar kripto seperti Bitcoin. Keputusan yang akan diambil oleh FOMC dan akan diumumkan pada Rabu waktu setempat dapat memengaruhi likuiditas perdagangan global dan volatilitas di berbagai sektor, termasuk aset berisiko seperti aset kripto.

Bitcoin Terkoreksi di Bawah US$60 Ribu Lagi

Pasar kripto mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan signifikan, terutama Bitcoin yang sempat pulih dari level US$54.000 hingga mencapai US$60.000. Pemulihan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya permintaan di pasar.

Data dari Soso Value mencatat bahwa ETF Spot Bitcoin di AS mencatat arus masuk sebesar US$403,81 juta pada periode perdagangan 9-13 September 2024, menandakan peningkatan permintaan dari kalangan institusi.

Selain itu, MicroStrategy, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor, menambah akumulasi Bitcoin senilai US$1,11 miliar. Akumulasi besar ini semakin memperkuat pandangan bahwa permintaan terhadap Bitcoin sedang meningkat.

MicroStrategy Tambah Muatan: 18.300 Bitcoin Baru Telah Dibeli!

Menurut Panji Yudha, seorang analis dari Ajaib Kripto, kenaikan harga minggu lalu terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis data CPI untuk Agustus 2024. Data menunjukkan bahwa inflasi melambat selama lima bulan berturut-turut, dengan tingkat inflasi terbaru diperkirakan turun menjadi 2,6 persen dari 2,9 persen pada bulan Juli.

“Selain itu, harga konsumen inti naik sebesar 0,3 persen, lebih tinggi dari perkiraan 0,2 persen. Data ini memberikan indikasi bahwa inflasi mulai mendingin dan mungkin akan memengaruhi keputusan suku bunga mendatang, kendati belum mencapai target inflasi 2 persen,” tutur Panji dalam keterangan melalui surel har ini.

Meski Bitcoin berhasil naik di atas US$60.000, pada awal pekan ini mata uang kripto tersebut kembali mengalami koreksi dan diperdagangkan di bawah US$60.000. Hingga Selasa (17/9/2024) pukul 09:00 WIB, harga Bitcoin (BTC) bertengger di kisaran US$58.000. Penurunan ini menjadi perhatian para pelaku pasar, yang saat ini menantikan hasil pertemuan FOMC terkait kebijakan suku bunga.

bitcoin terkoreksi

“Selama siklus pemangkasan suku bunga terakhir, pemangkasan suku bunga Fed dan kebijakan moneter yang longgar, secara umum, telah memacu reli Bitcoin dan aset kripto,” katanya. The Fed diperkirakan akan mengikuti bank sentral utama lainnya dengan pemangkasan suku bunga seperti ECB yang baru-baru ini memangkas suku bunga utamanya sebesar 25 bps yang merupakan pemangkasan suku bunga kedua tahun ini,” imbuhnya. [ps]

#ajaib-kripto #bank-sentral-as #bitcoin #btc #fomc #panji-yudha #prediksi-harga-bitcoin #suku-bunga #the-fed

https://blockchainmedia.id/bitcoin-terkoreksi-di-bawah-us60-ribu-lagi-menanti-hasil-pertemuan-fomc-terkait-suku-bunga/