Pengalaman Mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta, Serunya Belajar Bikin Gerabah
Banyak pengalaman tak terlupakan setelah berkunjung ke museum seni rupa dan keramik. bagaimana rasanya? Yuk simak! Halaman all
(Kompas.com) 17/09/24 17:05 15155975
KOMPAS.com – Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin berwisata ke Museum di akhir pekan tetapi tidak ingin yang membosankan, Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua bisa menjadi salah satu pilihan untuk kamu kunjungi.
Museum Seni Rupa dan Keramik beralamat di Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Museum ini ramai dan banyak dikunjungi pengunjung dari semua kalangan umur karena terdapat aktivitas menarik yang bisa dilakukan ketika berkunjung ke Museum ini.
Kompas.com berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik pada Kamis (12/09/2024) pukul 11.00 WIB.
Saat itu, kondisi terpantau sangat ramai oleh pengunjung, terutama dari rombongan anak sekolah yang sedang melakukan karyawisata.
Ada apa saja di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua?
Terdapat berbagai karya seni rupa dan keramik yang di Museum ini, seperti karya lukisan dari Seniman ternama Indonesia sampai keramik dari China jaman Dinasti Song abad ke-10.
Selain itu, terdapat juga aktivitas menarik seperti kelas membuat gerabah (pottery class) yang bisa pengunjung ikut ketika berkunjung ke Museum ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Saya mulai masuk dengan membeli tiket di loket yang berada di luar bangunan museum. Lalu, saya langsung masuk dan berjalan mengarah ke ruang koperasi untuk mendaftar pottery class.
Saat mengarah ke ruang koperasi, terlihat banyak anak-anak sekolah yang sedang melakukan karyawisata dan mengikuti pottery class.
Setelah saya selesai mendaftar untuk mengikuti pottery class, saya menghabiskan waktu untuk mengelilingi seluruh Museum terlebih dulu sambil menunggu jadwal kelas yang dimulai pada pukul 13.00 WIB.
Saya mulai mengelilingi Museum dari ruangan pertama dengan membaca sejarah Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik. Lalu, berlanjut memasuki area pamer lukisan yang berisikan lukisan-lukisan di dinding ruangan.
Lukisan yang terdapat di Museum ini merupakan karya seniman ternama di Indonesia, seperti Raden Saleh, Affandi, Henk Ngatung, Hendra Gunawan, S.Sudjojono, Basoeki Abdullah, dan masih banyak yang lainnya.
Setelah mengelilingi area pamer lukisan, perjalanan saya berlanjut mengarah ke area pamer keramik.
Di area pamer keramik saya melihat berbagai macam bentuk keramik, mulai dari keramik China jaman Dinasti Song abad ke-10 sampai keramik buatan Indonesia di abad ke-20.
Setelah berkeliling hingga pukul 12.30 WIB saya beristirahat sejenak sekaligus menunggu kelas membuat gerabah dimulai.
Pengalaman membuat gerabah
Saat kelas membuat gerabah dimulai saya mengambil tanah liatnya terlebih dahulu di ruang koperasi, setelah itu saya langsung menuju ke area kelas yang berada di seberang ruang koperasi tepatnya di pinggir taman yang rindang.
Dok.KOMPAS.com/Aska Bagus Aldika proses pembuatan gerabah di pottery class museum seni rupa dan keramik, pada Kamis (12/09/2024)Setelah memilih meja putar untuk membuat gerabah, petugas museum dengan sabar memberikan instruksi dan panduan.
Meski terlihat sederhana, proses membuat gerabah cukup menantang. Awalnya, saya berencana membuat mangkuk, tetapi karena bentuknya tidak sesuai harapan, akhirnya saya mengubahnya menjadi asbak.
Setelah selesai membentuk, saya menghias gerabah tersebut dan membawanya kembali ke koperasi untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Kunjungan ke Museum Seni Rupa dan Keramik ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan karena ini merupakan pengalaman pertama dalam hidup saya membuat gerabah.
Selain itu, aktivitas di Museum ini menggabungkan edukasi dan kreativitas dalam suasana yang menyenangkan.
#museum-seni-rupa-dan-keramik #membuat-gerabah-di-museum-seni-rupa-dan-keramik #pengalaman-tak-terlupakan-mengunjungi-museum-seni-rupa-dan-keramik #museum-seni-rupa-dan-keramik-kota-tua