Mengoptimalkan Perlindungan Bisnis dan Karyawan, Strategi Cerdas Menghadapi Risiko Ancaman Siber dan Perubahan Iklim
Peran krusial broker asuransi dalam tantangan bisnis modern. Marsh Indonesia tawarkan solusi inovatif dari keamanan siber hingga kesehatan karyawan. Halaman all
(Kompas.com) 18/09/24 13:20 15178247
KOMPAS.com – Tantangan yang dihadapi sektor bisnis kian berkembang seiring waktu. Ada ancaman serangan siber, seperti ransomware yang dapat membekukan operasional bisnis.
Ada pula ancaman perubahan iklim yang bisa menghambat jalur rantai pasok. Perubahan iklim pada akhirnya mengharuskan sektor bisnis untuk segera mengadopsi prinsip keberlanjutan, yakni environmental, social, and governance (ESG).
Tantangan tersebut tak hanya dihadapi korporasi multinasional, tetapi juga Indonesia.
Presiden Direktur Marsh Indonesia dan Chief Executive Officer Marsh McLennan Indonesia Douglas Ure dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (10/9/2024), menjelaskan, keamanan siber, perubahan iklim, dan tuntutan keberlanjutan lingkungan menjadi isu-isu krusial yang memerlukan strategi penanganan tepat dan komprehensif.
Keamanan siber, termasuk risiko ransomware, perubahan regulasi, dan serangan terhadap rantai pasok, serta dampak perubahan iklim dapat memengaruhi operasional bisnis secara sistemik.
Ure menjelaskan bahwa industri asuransi memiliki peran penting dalam membantu perusahaan menghadapi tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh ancaman keamanan siber, perubahan iklim, dan kebutuhan akan keberlanjutan lingkungan.
Untuk ancaman serangan siber, misalnya. Asuransi dapat memberikan kenyamanan dan kepastian bagi organisasi bahwa biaya pelanggaran atau serangan siber dapat dialihkan.
“Ini termasuk biaya mitigasi, investigasi, dan bahkan denda yang mungkin timbul," tambahnya.
Terkait perubahan iklim, Ure menjelaskan bahwa persyaratan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) kini membuat asuransi dan bentuk keuangan lain kurang dapat diakses oleh organisasi. Hal ini mengakibatkan biaya yang lebih tinggi (misalnya, premi yang lebih tinggi), serta risiko tertentu yang tidak diasuransikan.
Mengenai kesiapan perusahaan di Indonesia dalam menghadapi risiko-risiko ini, Ure memberikan pandangan yang realistis. Ia menilai, perusahaan-perusahaan di Indonesia bergerak ke arah yang benar lantaran pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pencapaian net zero carbon (NZE) pada 2060 dan perubahan regulasi terkait perlindungan data.
“Namun, seperti sebagian besar negara di dunia, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh dan rencana yang layak masih belum pasti," ungkapnya.
Transisi menuju bisnis yang lebih tangguh
Agar bisa tangguh menghadapi perubahan, Ure menyarankan perusahaan untuk melakukan transisi dalam pengelolaan risiko.
"Saat ini, perusahaan di setiap sektor dengan cepat beradaptasi untuk meningkatkan keberlanjutan, mengurangi dampak terhadap iklim, dan melindungi bisnis mereka dari ancaman keamanan siber," ujarnya.
Transisi itu dipicu oleh peningkatan frekuensi dan tingkat keparahan akibat perubahan cuaca, seperti banjir dan badai, yang menguji ketahanan organisasi, serta ancaman keamanan siber.
"Kemampuan untuk mengantisipasi, mengukur, dan mengelola risiko akan menjadi keunggulan kritis saat transisi ini berlangsung," tambah Ure.
Untuk membantu perusahaan menghadapi lanskap risiko yang terus berubah, Ure melihat bahwa layanan asuransi punya peran penting. Asuransi dapat membantu korporasi menghadapi tantangan kompleks tersebut dan membangun resiliensi di operasional bisnis.
Guna menjembatani layanan asuransi dan korporasi, peran broker asuransi pun semakin sentral. Broker asuransi tidak hanya bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dan solusi asuransi, tetapi juga sebagai penasihat risiko yang komprehensif yang mendukung klien dalam semua aspek manajemen risiko.
dok. Marsh Indonesia Presiden Direktur Marsh Indonesia dan Chief Executive Officer Marsh McLennan Indonesia Douglas Ure menjelaskan, Marsh Indonesia memiliki pendekatan yang berfokus pada klien dan solusi yang disesuaikan dengan profil risiko industri klien.Salah satu broker asuransi dan manajemen risiko yang telah berpengalaman membantu banyak perusahaan melakukan transisi adalah Marsh Indonesia.
Ure menjelaskan, Marsh Indonesia memiliki pendekatan yang berfokus pada klien dan solusi yang disesuaikan dengan profil risiko industri klien. Melalui pendekatan ini, Marsh Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar broker asuransi dan reasuransi.
Prestasi itu menegaskan peran penting Marsh dalam membantu perusahaan membangun ketahanan dan keberlanjutan bisnis mereka di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Marsh Indonesia juga unggul dalam hal pengalaman dan inovasi. Ure bercerita, Marsh memiliki sejarah kepemimpinan dan inovasi global selama lebih dari 150 tahun. Di Indonesia, Marsh telah memiliki pengalaman selama 41 tahun.
"Pengalaman ini memberikan kami pemahaman mendalam tentang lanskap risiko lokal dan global,” ujarnya.
Selain itu, kata Ure, Marsh juga telah memimpin transisi dari asuransi ke penasihat risiko yang lebih luas.
“Dengan investasi dalam teknologi dan keahlian, kami percaya telah mengambil posisi terdepan dan memberikan nilai lebih kepada klien kami," ungkapnya.
Dalam hal inovasi, Marsh pun terus berinvestasi dalam sejumlah teknologi canggih. Pertama, Bluestream. Platform digital untuk klien konsumen dan program afinitas ini menawarkan distribusi, perdagangan, dan layanan yang efisien.
Kedua, Blue[i] dan Risk Explorer. Alat analisis digital ini berfungsi untuk benchmarking biaya risiko, menilai risiko siber, mengoptimalkan keuangan risiko, dan menghasilkan peta risiko yang disesuaikan untuk klien.
Ketiga, Sentrisk™. Diluncurkan pada Mei 2024, platform ini mengintegrasikan kemampuan data terbaik di pasar untuk memberdayakan perusahaan mengelola risiko rantai pasokan mereka. Sentrisk menggunakan teknologi canggih, seperti AI pemetaan rantai pasokan dan pencitraan satelit geospasial.
“Teknologi ini memungkinkan organisasi untuk memetakan rantai pasokan mereka secara komprehensif dan mengembangkan strategi mitigasi risiko yang lebih selaras dengan kebutuhan bisnis mereka," jelas Ure.
Berbagai keunggulan itu telah mengantarkan Marsh Indonesia meraih penghargaan "Insurance Broker Market Leaders 2024" dan "Reinsurance Broker Market Leaders 2024" selama tiga tahun berturut-turut.
Manfaat perlindungan kesehatan karyawan di tengah perubahan iklim
Dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim, perusahaan tidak hanya perlu memperhatikan dampak langsung terhadap operasional bisnis, tetapi juga kesehatan karyawan.
Di tengah iklim yang terus berubah, masalah kesehatan yang dihadapi karyawan juga semakin meningkat. Hal ini bisa berpengaruh terhadap tingkat retensi dan produktivitas mereka.
Oleh karena itu, lanjut Ure, perusahaan perlu mempersiapkan benefit kesehatan yang memadai. Sebab, memberikan perawatan kesehatan yang memadai kepada karyawan dan keluarga mereka dianggap sebagai manfaat penting.
dok. Marsh Indonesia Menurut Presiden Direktur Marsh Indonesia dan Chief Executive Officer Marsh McLennan Indonesia Douglas Ure, organisasi yang berhasil menerapkan strategi kesehatan dan kesejahteraan dengan baik biasanya memiliki keterlibatan karyawan yang lebih tinggi, produktivitas yang meningkat, dan retensi karyawan yang lebih baik."Ketidakpastian tentang tagihan medis, kebutuhan untuk merawat anggota keluarga, dan memberikan kenyamanan bahwa rencana kesehatan tersedia adalah hal-hal yang sangat penting,” ujarnya.
Namun, Ure mengingatkan bahwa benefit itu tidak hanya sekadar asuransi kesehatan. Organisasi perlu memastikan bahwa strategi kesehatan dan kesejahteraan juga diadopsi untuk mengelola aspek fisik dan mental kesehatan.
"Benefit ini dapat mencakup program kesejahteraan, manajemen stres, dan identifikasi masalah kesehatan mental,” kata Ure.
Menurutnya, organisasi yang berhasil menerapkan strategi kesehatan dan kesejahteraan dengan baik biasanya memiliki keterlibatan karyawan yang lebih tinggi, produktivitas yang meningkat, dan retensi karyawan yang lebih baik.
Meski perusahaan telah berupaya memberikan benefit kesehatan optimal bagi karyawannya, tantangan masih kerap ditemui. Dalam konteks peningkatan biaya perawatan kesehatan, misalnya, perusahaan sering kali menghadapi tantangan dalam mengelola manfaat kesehatan karyawan secara efektif dan efisien.
Apalagi, berdasarkan riset MMB Health Trends 2024 oleh Mercer Marsh Benefits, peningkatan tren biaya medis di Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 13 persen, lebih tinggi dari rata-rata Asia, yakni sebesar 11,4 persen.
Untuk menghadapi tren itu, perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam merancang paket manfaat kesehatan. Salah satu yang tidak boleh luput adalah memahami demografi karyawan.
"Kami melihat, banyak organisasi menjadi lebih fleksibel dalam memberikan manfaat kesehatan. Biasanya, karyawan berusia muda sekitar 20 tahun akan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan rekan kerja yang lebih tua,” ucapnya.
Selain itu, kata Ure, pemberian perlindungan kepada anggota keluarga karyawan juga lebih relevan bagi karyawan dengan tanggungan ketimbang mereka yang tidak memiliki tanggungan.
Layanan Cost of Care dari Marsh Indonesia
Untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan itu, Marsh Indonesia menghadirkan layanan Cost of Care (CoC). Layanan inovatif dari Mercer Marsh Benefits (MMB) Indonesia ini merupakan alat benchmarking biaya yang menghasilkan laporan komprehensif.
Layanan CoC memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, data yang relevan dan aktual. CoC memberikan data rawat inap di Indonesia berdasarkan data nyata, bukan estimasi.
Kedua, laporan yang dapat disesuaikan. Laporan CoC dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing klien.
Ketiga, analisis mendalam. Laporan CoC memberikan informasi terperinci tentang biaya perawatan medis rumah sakit di Indonesia yang disajikan dalam bentuk granular.
“Hal ini memungkinkan organisasi untuk menganalisis dan membandingkan biaya rawat inap berdasarkan diagnosis, area dan grade rumah sakit, kelas kamar, serta jenis perawatan," jelas Ure.
Dengan berbagai keunggulan itu, perusahaan dapat melakukan benchmark biaya rumah sakit untuk mendapatkan gambaran seberapa memadai batas manfaat karyawan untuk menutupi biaya rumah sakit.
"Layanan ini dapat membantu perusahaan mengevaluasi dan menyesuaikan program employee health and benefits serta membantu perusahaan asuransi dalam melakukan peninjauan klaim dan identifikasi dini atas kelebihan pembayaran,” ungkapnya.
Bagi perusahaan yang mengelola asuransi kesehatan karyawan secara mandiri (self-insured), CoC juga memberikan sejumlah manfaat. Salah satunya, layanan ini membantu perusahaan dalam mengevaluasi biaya yang dikenakan oleh rumah sakit mitra mereka atau menilai biaya pengobatan diajukan oleh karyawan untuk penggantian.
Di tengah kompleksitas risiko bisnis modern, peran broker asuransi seperti Marsh Indonesia menjadi semakin krusial. Dengan pengalaman dan inovasi teknologinya, Marsh Indonesia tidak hanya menawarkan solusi asuransi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam manajemen risiko yang komprehensif.
Bagi perusahaan yang tidak hanya ingin bertahan, tetapi juga unggul dalam era volatilitas tinggi ini, kemitraan dengan broker asuransi yang tepat bisa menjadi langkah game-changing yang patut dipertimbangkan.
#peran-asuransi-dalam-ekonomi #marsh-indonesia #marsh-mclennan-indonesia #douglas-ure #broker-asuransi