Ekonom Perkirakan BI Rate Masih Ditahan 6,25%

Ekonom Perkirakan BI Rate Masih Ditahan 6,25%

Ekonom memperkirakan suku bunga acuan (BI Rate) masih akan ditahan di posisi 6,25% seiring voaltilitas Rupiah yang masih tinggi. - Halaman all

(InvestorID) 17/09/24 21:07 15178356

JAKARTA, investor.id – Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada -17-18 September 2024. BI masih akan menjaga suku bunga acuan sebab kinerja nilai tukar rupiah dan kondisi inflasi masih akan terjaga.

“Kami memperkirakan kalau BI masih akan menjaga suku bunga acuan tetap di 6,25% mengingat volatilitas rupiah yang terpantau masih tinggi, bahkan tertinggi dalam satu tahun terakhir, meski memang Rupiah sudah terapresiasi signifikan sejak Juli sampai September 2024 ini,” ucap Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang saat dihubungi pada Selasa (17/9/2024).

Dia mengatakan, BI tetap perlu untuk menjaga imbal hasil yang menarik, sebab aliran modal asing (capital inflow) yang signifikan baru terjadi sejak Agustus 2024 sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat.

“Kami perkirakan BI Rate turun pada akhir tahun 2024, mungkin bulan November sampai Desember, mengingat dari sisi domestik masih ada momen transisi kepemimpinan dan Pilkada (pemilihan kepala daerah),” tutur Hosianna.

Lebih lanjut, dia memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat akan memotong suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin pada akhir tahun 2024. Lalu Bank Sentral Amerika Serikat akan memotong suku bunga acuan sebesar 100 basis poin pada tahun 2025 dan 2026.

“Dengan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat di kisaran 3%, kita lihat BI Rate kemungkinannya dipertahankan di 5,5% sejak semester II-2025 mendatang. Harapannya dengan spread BI Rate yang menarik ini mampu menjaga kestabilan nilai tukar, seiring harapan akan akselerasi aktivitas ekonomi domestik dan global,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan pada akhir tahun 2024 ini. Lantaran aliran modal diperkirakan akan masuk pada kuartal III-2024 dan risiko defisit kembar yang lebih rendah. Dia mengatakan prognosa defisit transaksi berjalan berdasarkan normalisasi harga komoditas secara bertahap dan potensi dampak dari melemahnya permintaan global.

“Permintaan domestik yang kuat, yang ditunjukkan oleh kinerja impor yang kuat, dapat berkontribusi pada pelebaran defisit transaksi berjalan lebih lanjut. Namun, potensi penurunan suku bunga kebijakan global tahun ini dapat membantu menstabilkan harga komoditas, sehingga mendukung kinerja ekspor sampai batas tertentu,” tutur Josua.

Sebelumnya BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 6,25%, suku bunga deposit facility sebesar 5,5 %, dan suku bunga lending facility sebesar 7% dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 Agustus 2024.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bi-rate #suku-bunga-acuan #bi-tahan-suku-bunga #suku-bunga-as #bank-indonesia #rdg-bi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/373737/ekonom-perkirakan-bi-rate-masih-ditahan-625