Bank Sentral Asia Berpeluang Ikuti Jejak The Fed Pangkas Suku Bunga
Pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) memberi ruang bagi bank sentral di seantero Asia untuk melakukan kebijakan moneter serupa.
(IDX-Channel) 18/09/24 11:08 15184996
IDXChannel - Pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) memberi ruang bagi bank sentral di seantero Asia untuk melakukan kebijakan moneter serupa.
Dilansir dari bloomberg pada Rabu (18/9/2024), pertanyaan yang kini muncul bagi bank sentral di Asia adalah seberapa banyak mereka perlu memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, atau apakah mereka benar-benar perlu melakukan pemangkasan.
“Salah jika menganggap para pembuat kebijakan di Asia sangat ingin memulai pelonggaran kebijakan moneter,” kata Ekonom Barclays Brian Tan.
“Tidak jelas apakah ekonomi Asia benar-benar membutuhkan pelonggaran kebijakan atau apakah para pembuat kebijakan di kawasan perlu segera bertindak," katanya.
Negara-negara seperti India dan Filipina menghadapi risiko inflasi, sementara Korea Selatan mungkin memprioritaskan stabilitas keuangan.
Pekan ini, bank sentral di China, Taiwan, dan Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, meskipun ada kemungkinan pemangkasan suku bunga di Indonesia.
Pada akhir September, Reserve Bank of Australia diprediksi mempertahankan suku bunga
Sepanjang Oktober, pasar memperkirakan penurunan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin di Selandia baru. Ada juga peluang pelonggaran di India
Tekanan inflasi di India dan Filipina kemungkinan akan membuat para pembuat kebijakan di sana lebih berhati-hati, dengan para analis memperkirakan hanya satu kali pemotongan sebesar 25 basis poin pada kuartal keempat. Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas Eli Remolona mengisyaratkan pemangkasan seperempat poin pada Oktober atau Desember.
Ekonom juga memperkirakan hanya satu pemangkasan dalam tiga bulan terakhir tahun ini dari bank sentral di Korea Selatan. Ekonom memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga utamanya segera setelah melihat tanda-tanda bahwa pasar properti mulai mereda, khususnya di Seoul.
Di Taiwan, masalah pasar real estat juga kemungkinan akan membuat para pejabat waspada untuk memangkas suku bunga.
Bank of Thailand mungkin akan menjadi yang paling lama bertahan, diperkirakan memangkas suku bunga paling cepat tahun depan.
“Sekarang, bank sentral dapat lebih fokus pada kekhasan domestik ketika mereka mempertimbangkan tindakan kebijakan moneter mereka,” kataKepala Peneliti New Zealand Banking Group Khoon Gho.
“Selama dua tahun terakhir, ketika Fed menaikkan suku bunga secara agresif, bank sentral di sini benar-benar menanggapi tekanan tersebut pada mata uang mereka," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)