Setelah Indodax, Siapa Korban Keganasan Lazarus Group Berikutnya?
Menyingkap siapa itu Lazarus Group, kelompok peretas ganas yang dicurigai memiliki hubungan dengan Korea Utara dan peretasan Indodax.
(BlockChain-Media) 18/09/24 14:19 15191855
Kelompok peretas yang dikenal dengan nama Lazarus Group kembali menjadi sorotan setelah dugaan keterlibatan mereka dalam serangan terhadap crypto exchange platform terbesar di Indonesia, Indodax.
Dugaan tersebut bukanlah tanpa dasar, mereka menggunakan pola serangan yang sangat mirip dengan beberapa operasi sebelumnya “transfer cepat dan pelanggaran sistem kontrol,” ujar Cyvers Alerts, selaku pihak yang pertama kali mendeteksi aktivitas mencurigakan tersebut.
Lazarus memperlihatkan ancaman nyata yang dihadapi bursa kripto, di mana peretasan tersebut diduga berhasil meretas sistem keamanan dan mencuri aset digital senilai US$22 juta.
Insiden Peretasan Indodax Sorot Pentingnya Penggunaan Hardware Wallet
Insiden ini mengingatkan kembali tentang bahaya serangan siber di dunia keuangan digital, terutama di sektor kripto yang sering kali memiliki celah keamanan.
Setelah kasus peretasan Indodax, banyak yang bertanya-tanya, siapa korban berikutnya dari kelompok peretas yang sulit dilacak ini?
Serangan ini mengangkat pertanyaan tentang perlunya peningkatan keamanan di platform keuangan digital.
Lazarus Group telah dikenal karena kemampuannya untuk mengeksploitasi kelemahan yang sering kali tidak disadari oleh perusahaan.
Peretasan Indodax menjadi pengingat betapa rentannya ekosistem kripto terhadap serangan kelompok siber berbahaya seperti Lazarus.
Update Insiden Indodax Diretas: Diduga Mirip Pola Peretas Lazarus dan Pelaku Punya Akses ke “Signature Machine”
Indodax Merugi US$22Juta, Diduga karena Diretas Lazarus!Indodax, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia, baru-baru ini mengalami kerugian besar akibat serangan siber yang diduga melibatkan Lazarus Group.
Cyvers Alerts adalah pihak pertama yang mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan pada dompet milik Indodax.
“Sistem kami telah mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan dompet di beberapa blockchain. Address mencurigakan tersebut sudah memegang US$14,4 juta dan sedang menukar token menjadi Ether,” ungkap Cyvers Alerts melalui akun resminya belum lama ini.
Mereka menyasar signature machine yang digunakan untuk mengotorisasi transaksi tanpa memerlukan private key.
Indodax telah mengonfirmasi bahwa pihaknya bekerja sama dengan otoritas setempat dan pakar keamanan siber untuk menginvestigasi insiden ini.
“Sistem transaksi kami betul diduga mengalami peretasan. Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada. Selama proses ini, web platform dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,” ungkap Oscar Darmawan dalam siaran pers resmi yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan RI.
Meskipun platform tersebut telah mengklaim bahwa dana pengguna yang tersimpan di cold wallet tetap aman, serangan ini telah memicu kepanikan di kalangan pengguna kripto. Bahkan perlu waktu beberapa hari bagi Indodax untuk memulihkan sebagian sistem. Bahkan transaksi penarikan baru sebagian saja yang berfungsi pada beberapa hari lalu.
Menurut Slowmist, total kerugian peretas Indodax mencapai hampir US$22 juta.

Teknik yang digunakan Lazarus Group sangat beragam, mulai dari rekayasa sosial hingga eksploitasi celah keamanan pada smart contract dan protokol blockchain.
Kelompok ini dikenal sangat terampil dalam memanfaatkan kelemahan yang terdapat pada proyek DeFi dan jembatan cross-chain, yang menjadi sasaran utama mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Siapa Korban Selanjutnya?Setelah serangkaian serangan besar terhadap platform kripto global, seperti Indodax, banyak pihak bertanya-tanya siapa yang akan menjadi korban berikutnya dari Lazarus Group.
Dengan keahlian mereka yang terus berkembang dan kemampuan untuk mengeksploitasi celah keamanan yang bahkan sulit terdeteksi oleh para ahli, tidak ada yang tahu pasti siapa yang akan diserang berikutnya.
Namun, berdasarkan tren serangan sebelumnya menunjukkan bahwa platform DeFi dan centralized exchanges (CeFi) tetap menjadi sasaran utama kelompok ganas ini. [dp]
#hacker #indodax #korea-utara #lazarus #peretasan-indodax
https://blockchainmedia.id/setelah-indodax-siapa-korban-keganasan-lazarus-group-berikutnya/