Hasil Riset Ungkap Masih Terjadi Kesenjangan dalam Implementasi GRC
Meskipun kesadaran GRC meningkat, banyak perusahaan masih bergulat dengan implementasi teknis, khususnya dalam memenuhi regulasi yang terus berkembang.
(WE Finance) 18/09/24 19:19 15192635
Warta Ekonomi, Jakarta -Veda Praxis bekerja sama dengan Pusat Studi Inovasi Digital (DIGITS) Universitas Padjadjaran meluncurkan hasil riset bertajuk “Studi Kesenjangan & Kebutuhan Strategis Implementasi GRC: Analisis Persepsi & Realita Implementasi GRC Lintas Industri”.
Riset ini mengungkap kondisi terkini implementasi Governance, Risk Management, dan Compliance (GRC) serta tantangan yang dihadapi berbagai industri.
Menurut Hamzah Ritchi, Direktur DIGITS Unpad, meskipun kesadaran terhadap GRC semakin meningkat, banyak perusahaan masih bergulat dengan implementasi teknis, khususnya dalam memenuhi regulasi yang terus berkembang. “Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara persepsi dan realita di lapangan, yang dapat mempengaruhi keberlanjutan operasional serta kepatuhan terhadap standar industri,” ujar Hamzah.
Acara tersebut pun menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri untuk mengatasi kesenjangan dalam implementasi GRC. Mereka juga menyoroti perlunya dunia pendidikan menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan talenta yang mampu menghadapi tantangan GRC.
Panel diskusi yang dipimpin oleh Citra Sukmadilaga, Ketua Program Studi Sarjana Akuntansi FEB Unpad, menggarisbawahi perlunya responsivitas pendidikan terhadap kebutuhan GRC yang berkembang, khususnya terkait dengan aspek “people and culture”.
Syahraki Syahrir, CEO & Partner Veda Praxis, berharap bahwa data dan informasi dari riset ini akan memberikan masukan berharga bagi pelaku industri.
“Kami berharap data dan informasi yang dihasilkan oleh riset kolaborasi ini dapat menjadi masukan berharga bagi para pelaku industri untuk menerjemahkan awareness yang sudah kuat menjadi implementasi GRC yang efektif untuk mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan,” tutup Syahraki.