The Fed Pangkas Suku Bunga 50 Bps, Isyaratkan Ada Pemangkasan Lagi

The Fed Pangkas Suku Bunga 50 Bps, Isyaratkan Ada Pemangkasan Lagi

The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 50 bps untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19 pada Rabu (18/9/2024) - Halaman all

(InvestorID) 19/09/24 04:00 15212732

WASHINGTON, investor.id – The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19 pada Rabu (18/9/2024). Dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 0,5% (setengah persen) atau 50 basis poin (bps) dalam upaya untuk mencegah perlambatan di pasar tenaga kerja.

Dikutip dari CNBC internasional, angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksi pemotongan lebih kecil. The Fed terakhir kali memangkas suku bunga pada 16 Maret 2020, sebagai bagian dari respons darurat terhadap penutupan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran Covid-19. Sedangkan untuk pemangkasan sebesar 50 bps, dilakukan The Fed pada 2008, saat itu tengah terjadi krisis keuangan global.

Keputusan tersebut membuat suku bunga acuan The Fed menjadi berada di kisaran 4,75-5%. Meski suku bunga ini menentukan biaya pinjaman jangka pendek untuk bank, dampaknya meluas ke produk konsumen seperti hipotek, pinjaman mobil, dan kartu kredit.

Selain pengurangan ini, komite juga mengisyaratkan kemungkinan adanya pemangkasan 50 bps lagi hingga akhir tahun, mendekati ekspektasi pasar. Hal itu berdasarkan proyeksi yang ditunjukkan dalam dot plot, 19 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), baik yang memiliki hak suara maupun tidak, memprediksi bahwa suku bunga acuan Fed akan berada di 4,4% pada akhir tahun ini.

Ini setara dengan kisaran target suku bunga acuan sebesar 4,25-4,5%. Sedangkan masih ada dua pertemuan Fed yang tersisa tahun ini yang dijadwalkan pada 6-7 November dan 17-18 Desember mendatang.

Tidak hanya itu, dot plot juga mengisyaratkan akan ada pemangkasan 1% penuh lagi pada akhir 2025, dan 0,5% pada 2026. Secara keseluruhan, proyeksi menunjukkan suku bunga acuan akan turun sekitar 2% lebih rendah setelah keputusan saat ini.

"Komite telah memperoleh keyakinan lebih besar bahwa inflasi bergerak menuju target 2%, dan menilai risiko terhadap tujuan pekerjaan dan inflasi cukup seimbang," kata pernyataan resmi The setelah pertemuan.

Keputusan ini diambil berdasarkan kemajuan pada inflasi dan penyeimbangan risiko. Namun, keputusan FOMC tidak bulat. Sebab, saat pemungutan suara FOMC hasilnya 11-1, dengan Gubernur Michelle Bowman memilih pemangkasan lebih kecil, yakni seperempat persen.

"Kami berupaya mencapai situasi di mana stabilitas harga dipulihkan tanpa peningkatan pengangguran yang menyakitkan. Itulah yang sedang kami coba lakukan. Tindakan hari ini sebagai tanda komitmen kuat kami untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkap Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah pengumuman.

Powell juga mengatakan, tidak ada yang menunjukkan bahwa komite terburu-buru dalam mengambil kebijakan. “Proses ini berkembang seiring waktu,” tegasnya.

Proyeksi FOMC

FOMC juga mencatat, pertumbuhan lapangan kerja melambat dan tingkat pengangguran naik, meski masih rendah. Bahkan, proyeksi pengangguran tahun ini dinaikkan menjadi 4,4% dari sebelumnya 4%, sementara proyeksi inflasi diturunkan menjadi 2,3% dari 2,6%. Untuk inflasi inti, komite menurunkan proyeksinya menjadi 2,6%, turun 0,2% dari proyeksi Juni.

Keputusan ini datang meski sebagian besar indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang cukup solid. Produk domestik bruto (PDB) terus tumbuh, dan The Fed Atlanta memperkirakan pertumbuhan 3% pada kuartal ketiga berkat kuatnya belanja konsumen. Namun, kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja tetap ada, dengan laju perekrutan yang menurun signifikan.

Keputusan The Fed tersebut juga berpotensi mempengaruhi bank sentral lainnya di dunia, yang beberapa di antaranya telah mulai menurunkan suku bunga. Sebut saja Bank of England, Bank Sentral Eropa, dan Bank Sentral Kanada, telah memangkas suku bunga mereka baru-baru ini. Namun, sejumlah bank sentral lainnya masih menunggu langkah dari The Fed sebelum membuat keputusan serupa.

Meskipun The Fed telah menyetujui pemangkasan suku bunga, program pengurangan kepemilikan obligasi tetap berlanjut. Proses ini, yang dikenal sebagai ‘quantitative tightening’ (pengetatan kuantitatif), telah memangkas neraca The Fed menjadi sekitar US$ 7,2 triliun, turun sekitar US$ 1,7 triliun dari puncaknya. The Fed mengizinkan hingga US$ 50 miliar per bulan dari obligasi yang jatuh tempo, termasuk surat berharga pemerintah AS dan sekuritas berbasis hipotek, untuk tidak digantikan, meski jumlah ini lebih kecil dibandingkan angka awal US$ 95 miliar ketika program pengetatan ini dimulai.

Langkah ini menyoroti bahwa meskipun ada pemangkasan suku bunga, The Fed tetap berhati-hati dalam mengelola likuiditas di pasar. Mereka masih berusaha menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi yang lebih tinggi dari target.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #the-fed #pemangkasan-suku-bunga #ketua-the-fed #jerome-powell #fomc #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/373877/the-fed-pangkas-suku-bunga50-bpsisyaratkanada-pemangkasan-lagi