Wall Street Malah Rontok Berjamaah Pasca Keputusan The Fed
Wall Street malah ditutup rontok berjamaah pada Rabu (18/9/2024). Setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin - Halaman all
(InvestorID) 19/09/24 04:51 15213884
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street malah ditutup rontok berjamaah pada Rabu (18/9/2024), dalam sesi perdagangan yang bergejolak. Setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) atau setengah persen (0,5%).
Dikutip dari CNBC internasional, meskipun awalnya disambut baik oleh para pedagang, pemangkasan yang besar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa The Fed sedang mencoba mengantisipasi potensi pelemahan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS).
Dow Jones Industrial Average turun 103,08 poin (0,25%) berakhir di 41.503,10. Padahal sebelumnya Dow Jones sempat naik 375,79 poin sesaat setelah keputusan The Fed diumumkan.
Sedangkan S&P 500 melemah 0,29% dan ditutup di 5.618,26. Sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,31% menjadi 17.573,30. Kedua indeks, S&P 500 dan Dow, sempat menyentuh rekor intraday tertinggi sebelum akhirnya berbalik turun.
The Fed memangkas suku bunga acuan menjadi di kisaran 4,75-5% dari sebelumnya 5,25-5,5%. Ini adalah pemangkasan suku bunga pertama dalam empat tahun terakhir, seiring dengan penurunan tingkat inflasi dari level tertinggi yang terlihat dua tahun lalu.
"Komite merasa lebih yakin bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2%, dan menilai bahwa risiko dalam mencapai tujuan ketenagakerjaan dan inflasi sudah cukup seimbang," ungkap bank sentral dalam pernyataannya.
Saham Gagal Bertahan
Dalam pekan menjelang keputusan tersebut, para pedagang semakin berharap agar The Fed akan memangkas suku bunga sebesar setengah persen daripada seperempat persen seperti biasanya. Meski harapan itu terwujud, saham gagal mempertahankan kenaikannya.
"Keputusan untuk memangkas suku bunga dengan langkah agresif sebesar 0,50% menunjukkan bahwa The Fed merasa nyaman dengan tren penurunan inflasi yang berkelanjutan dan mungkin mulai fokus untuk menghindari tekanan ekonomi dengan tidak mempertahankan suku bunga terlalu tinggi terlalu lama," ujar Philip Straehl, Kepala Investasi Morningstar Wealth.
Ketua The Fed Jerome Powell mencoba meredakan kekhawatiran dalam konferensi pers setelah pertemuan. Dia menegaskan bahwa langkah pemangkasan itu bukan karena The Fed melihat masalah serius dalam perekonomian. Powell menyiratkan bahwa risiko inflasi yang sebelumnya tinggi kini telah banyak berkurang.
"Saya tidak melihat ada tanda-tanda dalam ekonomi saat ini yang menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya penurunan ekonomi meningkat," kata Powell.
Meskipun demikian, pasar saham tetap merosot, meski sudah ada komentar dari Powell. Bagian dari penurunan ini mungkin disebabkan oleh reli besar yang terjadi sebelum pemangkasan suku bunga yang sangat dinanti terjadi. S&P 500 telah naik hampir 18% sepanjang tahun ini dan lebih dari 1% dalam sebulan terakhir.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nadaq #s-p-500 #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #ketua-the-fed #jerome-powell #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373879/wall-street-malah-rontok-berjamaah-pasca-keputusan-the-fed