Pertama sejak Covid-19, Bank Sentral AS The Fed Pangkas Suku Bunga 50 Basis Poin
The Fed memberikan kejutan dengan memangkas suku bunga AS 50 basis poin. Halaman all
(Kompas.com) 19/09/24 08:01 15219228
WASHINGTON, KOMPAS.com - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) mengambil langkah mengejutkan dengan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin (bps), atau 0,5 persen.
Pasalnya, pasar memproyeksikan The Fed hanya memotong sebanyak 25 bps untuk mencegah perlambatan di pasar tenaga kerja.
Keputusan ini membuat suku bunga acuan saat ini berada di kisaran antara 4,75-5,00 persen.
Ini merupakan pemangkasan suku bunga pertama sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020. Keputusan ini diambil dalam kondisi lapangan pekerjaan dan inflasi yang menurun.
"Federal Open Market Commitee (FOMC) telah memperoleh keyakinan yang lebih besar, inflasi bergerak berkelanjutan menuju 2 persen, dan menilai risiko untuk mencapai sasaran ketenagakerjaan dan inflasi secara kasar seimbang," kata pernyataan resmi The Fed, dikutip dari CNBC, Kamis (19/9/2024).
Sementara itu, Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan, pihaknya berupaya mencapai situasi pemulihan stabilitas harga tanpa peningkatan pengangguran yang signifikan.
"Itulah yang kami coba lakukan, dan saya pikir Anda dapat menganggap tindakan hari ini sebagai tanda komitmen kuat kami untuk mencapai tujuan tersebut," ungkap dia.
Adapun, FOMC menaikkan prediksi tingkat pengangguran yang diharapkan tahun ini menjadi 4,4 persen, dari proyeksi 4 persen pada pembaruan terakhir di bulan Juni.
Komite juga menurunkan prospek inflasi menjadi 2,3 persen dari 2,6 persen sebelumnya. Sedangkan proyeksi inflasi inti, juga diturunkan menjadi 2,6 persen, atau turun 0,2 poin persen dari Juni lalu.
Komite memperkirakan tingkat netral jangka panjang akan berada di sekitar 2,9 persen, level yang telah meningkat seiring The Fed yang berupaya menurunkan inflasi ke 2 persen.
Keputusan itu diambil meskipun sebagian besar indikator ekonomi terlihat cukup solid.
Menanggapi keputusan ini, perdagangan di pasar saham bergerak fluktuatif.
Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 375 poin setelah dirilis, sebelum agak mereda karena investor mencerna berita tersebut dan mempertimbangkan apa yang tersirat tentang keadaan ekonomi.
Pasar saham Wall Street berakhir sedikit lebih rendah, sedangkan imbal hasil Treasury melambung lebih tinggi.