Kenapa Semut Berjalan Berbaris dalam Satu Garis Lurus?

Kenapa Semut Berjalan Berbaris dalam Satu Garis Lurus?

Anda pasti pernah melihat barisan semut yang cukup panjang. Apa ya alasan mereka berjalan dalam satu barisan bak garis lurus? Halaman all

(Kompas.com) 19/09/24 08:00 15219229

KOMPAS.com - Saat melihat barisan semut yang berjalan rapi, mungkin terlintas dibenak kita bagaimana mereka jalan seperti itu dengan tertib ya?

Meski terlihat sepele, tapi ada alasan kompleks yang mendasari mengapa semut selalu berjalan dalam satu garis lurus. Apa saja?

Aroma feromon jadi "GPS" alami semut

Dikutip dari My Science School, salah satu alasan utama mengapa semut berjalan dalam satu garis adalah karena mereka mengikuti jejak kimia yang disebut feromon.

Feromon adalah zat kimia yang dihasilkan semut untuk menandai jalur yang mereka lewati.

Ketika semut pekerja pertama kali menemukan sumber makanan, ia akan mengeluarkan feromon sepanjang perjalanan kembali ke sarang.

Semut lain kemudian mengikuti jejak aroma feromon ini untuk menemukan makanan yang sama???.

Menurut Critter Control, setiap semut meninggalkan jalur pheromone yang sangat terarah sehingga semut lain bisa mengikuti jejak ini secara tepat.

Proses ini terjadi dua arah. Pertama, saat semut keluar untuk mencari makanan, mereka mengikuti feromon sebelumnya. Kedua,saat kembali, mereka memperkuat jejak feromon dengan zat kimia tambahan.

Fenomena ini memaksimalkan efisiensi perjalanan, sehingga semut tidak perlu mencari ulang jalur?.

Selain feromon, semut juga menggunakan kontak fisik melalui antena mereka. Ini membantu mereka mendeteksi dan mengidentifikasi semut lain dari koloni yang sama.

Jalur lurus agar lalu lintas semut tanpa kemacetan

Sebuah studi yang terbit tahun 2003 dalam the Proceedings of the Royal Society of London menemukan bahwa jalur lurus ini merupakan bentuk efisiensi lalu lintas semut.

Bahkan, lalu lintas semut ini disebut lebih efisien dibanding lalu lintas manusia.

Semut sendiri mengadopsi sistem lalu lintas tiga jalur saat bergerak dalam jumlah besar, seperti yang sering diamati pada spesies semut tentara atau army ants.

Dalam sistem ini, semut yang kembali ke sarang dengan makanan bergerak di jalur tengah. Sementara itu, semut yang keluar dari sarang untuk mencari makanan menggunakan jalur di kedua sisi?.

Penelitian ini menemukan bahwa semut tentara bisa bergerak dalam jumlah besar, hingga 200.000 semut keluar dari sarang untuk mencari mangsa dan membawa pulang sekitar 30.000 potongan makanan setiap harinya.

Luar biasanya, mereka melakukannya tanpa menciptakan kemacetan, karena pola jalur yang terstruktur?.

Ini menunjukkan betapa canggihnya sistem komunikasi dan organisasi semut, yang membuat mereka bisa bekerja secara efisien.

Tidak semua semut berjalan dalam barisan

Tidak semua spesies semut berjalan dalam barisan.

Fenomena ini lebih umum pada spesies yang secara teratur mengangkut makanan dalam tim besar, seperti Pheidole fervida dan Lasius fuliginosus?.

Pada pola jalan kedua spesies tersebut, semut penjelajah yang menemukan sumber makanan akan menandai jalurnya dengan feromon saat kembali ke sarang.

Sesampainya di sarang, semut penjelajah ini kemudian memberi tahu semut lain tentang sumber makanan yang ditemukan. Inilah yang mengarah pada proses berbaris secara teratur menuju lokasi makanan tersebut?.

Sebaliknya, beberapa spesies tidak melakukan pola berjalan berbaris rapi. Contohnya adalah semut batu atau rock ants.

Pada semut batu, penjelajahan tidak dilakukan dalam barisan. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Unversitas Arizona dalam studi yang terbit tahun 2023 di jurnal iScience.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka menggunakan pola pencarian yang lebih individual, yang berguna dalam situasi lingkungan baru yang tidak diketahui sebelumnya?.

Meski begitu, semut-semut ini tetap tidak menggunakan pola acak. Semut dari genus Temnothorax tersebut tetap menggunakan pola dalam pencariannya.

Mereka menggunakan pola zig zag yang teratur, alih-alih berjalan lurus dalam satu barisan.

Pola ini tidak hanya membantu semut dalam mencari makanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi mereka dalam menjelajahi lingkungan baru?.

Pola zig-zag ini mungkin merupakan kombinasi optimal dari perilaku acak dan sistematis yang telah berevolusi untuk menghindari tumpang tindih jalur saat semut bergerak.

Jadi, meski tidak berjalan dalam satu barisan lurus, semut-semut ini tetap menemukan cara yang efisien dalam berlalu lintas untuk menghindari kemacetan.

#semut #semut-berbaris

https://www.kompas.com/sains/read/2024/09/19/080000423/kenapa-semut-berjalan-berbaris-dalam-satu-garis-lurus-