Cegah Macet di Puncak Bogor, Pemerintah Akan Rancang Alat Ukur Batas Wisatawan

Cegah Macet di Puncak Bogor, Pemerintah Akan Rancang Alat Ukur Batas Wisatawan

Pemerintah akan merancang alat carrying capacity guna mencegah kemacetan dan kelebihan kunjungan wisatawan di Puncak Bogor, Jawa Barat. Halaman all

(Kompas.com) 19/09/24 11:07 15224837

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mencegah kemacetan dan kelebihan kunjungan wisatawan di Puncak Bogor, Jawa Barat, Pemerintah akan merancang alat carrying capacity, atau alat untuk mengukur batas maksimal wisatawan yang datang ke suatu destinasi wisata.

"Kami sedang mencoba bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi untuk membuat alat yang diharapkan bisa mengukur carrying capacity. Serta, memberikan informasi kepada calon wisatawan yang akan menuju ke sebuah destinasi," kata Direktur Pengembangan Destinasi 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sri Utari Widyastuti dalam Weekly Press Briefing di Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).

Diharapkan, alat tersebut diharapkan dapat membantu mengukur batas maksimal kapasitas pengunjung di suatu destinasi wisata.

"Sedang kami mulai (proses perancangan alat carrying capacity) mudah-mudahan ini tidak lama, bisa selesai prototype-nya," kata Tari.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo mengatakan, rancangan alat carrying capacity tersebut dinilai sangat penting untuk segera diaplikasikan di destinasi wisata.

"Saya sebagai staf ahli menteri manajemen krisis juga mendorong pendekatan manajemen krisis," kata Cak Tom, begitu panggilan akrabnya, Selasa.

Ia melanjutkan, sebagai bentuk upaya mendorong manajemen krisis kepariwisataan, perlu adanya data untuk langkah mitigasi.

Apabila sudah ada data, kata Cak Tom, akan mempermudah pemangku kepentingan dalam menghadapi krisis yang tejadi karena sudah ada prosedur operasional standar (SOP) yang telah ditetapkan.

KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Situasi kemacetan dari arah Simpang Gadog, menuju Cisarua Puncak Bogor, Jawa Barat, Senin (16/9/2024) pagi

Sebelumnya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya memaparkan, pada momen libur panjang, khususnya pada Minggu (15/9/2024), volume kendaraan menuju Puncak Bogor terpantau meningkat.

"Ambang batas jalur Puncak Bogor dalam satu jam seharusnya dilintasi 1.500 hingga 2.000 kendaraan, baik roda empat maupun roda dua," kata Nia, Selasa.

Namun, lanjutnya, berdasarkan data dari Satlantas Polres Bogor, rata-rata jumlah kendaraan yang melintas di jalur Pucak mencapai 2.800 unit pada Minggu (15/9/2024) pukul 06.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB.

Ia menambahkan, berdasarkan data Kapolres Bogor, volume kendaraan yang masuk jalur puncak pada periode long weekend (libur panjang) mencapai 150.000 kendaraan.

Sementara itu, lanjut Nia, kapasitas berjalan jalur Puncak Bogor hanya mampu menampung 70.000 kendaraan.

Sebagai bentuk antisipasi kemacetan, Satlantas Plres Bogor telah menerapkan sistem ganjil genap di beberapa titik, seperti di Pintu Exit Tol Ciawi, simpang Gadog, dan Jalan Ciawi.

"Petugas juga menerapkan sistem one way atau buka tutup jalan dan mengarahkan kendaraan melalui jalur alternatif kemacetan," katanya.

Namun, kemacetan tidak bisa dihindari karena beberapa faktor, seperti kurangnya area parkir, adanya sejumlah pasar, jalan tikur, dan kendaraan roda dua yang memaksa maju. Alhasil, arus lalu lintas terkunci di kedua arah.

#kementerian-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif #wisata-puncak-bogor #puncak-bogor-macet-parah #kemacetan-di-puncak-bogor #penyebab-macet-puncak-bogor #kemacetan-di-puncak-bogor

https://travel.kompas.com/read/2024/09/19/110700527/cegah-macet-di-puncak-bogor-pemerintah-akan-rancang-alat-ukur-batas-wisatawan