Ini Dia 10 Pemilik Rumah Produksi Film dan Sinetron Terbesar di Indonesia

Ini Dia 10 Pemilik Rumah Produksi Film dan Sinetron Terbesar di Indonesia

10 pemilik rumah produksi yang memproduksi sinetron dan film terbesar di Indonesia.

(Bisnis.Com) 19/09/24 11:45 15226136

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis film dan sinetron di Indonesia masih terus berkembang dan begitu menjanjikan. Salah satunya Verona Pictures yang bakal berekspansi hingga berencana IPO tahun ini.

Baru-baru ini, Rumah Produksi Verona Pictures tengah bersiap untuk melantai di bursa, menawarkan saham perdananya untuk mengembangkan bisnis kreatifnya ke industri perfilman nasional melalui Verona Films usai sukses memproduksi ribuan episode sinetron.

Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah penonton film di Indonesia, yang diperkirakan oleh pengamat akan mencapai 60 juta penonton pada tahun ini, dan bisa lebih besar lagi jika keberadaan bioskop terus berkembang.

Selain itu, meskipun pamor tayangan televisi mulai tergerus oleh film dan tayangan di internet serta video on demand (VOD), beberapa perusahaan rumah produksi film dan sinetron masih berjaya, bahkan bisa mencetak milairder-miliarder terkaya Indonesia.

Berikut ini adalah ulasan para taipan pemilik rumah produksi film dan sinetron yang ada di Indonesia:

1. Titin Suryani – Verona Pictures

PT Verona Indah Pictures Tbk. (VERN) atau Verona Pictures baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk mencatatkan penawaran saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) dengan harga penawaran Rp190 - Rp195 per saham.

Berdasarkan prospektus, Verona Pictures berencana menawarkan 1,21 miliar (1.121.650.000) lembar saham IPO atau 23,54% dari total saham yang dicatatkan. Adapun, jadwal book building dari pelaksanaan IPO Verona Pictures adalah 18 September 2024 hingga 25 September 2024.

Perusahaan tersebut adalah milik Titin Suryani dan telah berkecimpung di dunia pertelevisian sejak 10 Oktober 2010. Menurut prospektus perseroan, Titin merupakan Direktur Utama Verona Pictures dengan kepemilikan saham terbesar mencapai 60,99%.

Entitas ini telah sukses memproduksi ribuan episode sinetron di televisi seperti Oh Mama Oh Papa, Fitri, Montir-Montir Syantik, Malaikan Tak Bersayap, sampai Titip Rindu.

Tahun ini Verona Pictures juga akan mengawali ekspansinya dalam industri perfilman layar lebar nasional 2024, memasuki ekosistem perfilman Indonesia melalui nama Verona Films.

2. Hary Tanoesoedibjo – MNC Pictures

Hary Tanoesoedibjo merupakan sosok di belakang PT MNC Pictures (MNC Pictures), rumah produksi yang didirikan pada 2005 di Jakarta. Rumah produksi tersebut mencetak sejumlah sinetron yang populer seperti Aku Bukan Wanita Pilihan, Amanah Wali 6, dan Ikatan Cinta yang tayang di RCTI.

Melansir dari Forbes, dirinya mulai membangun bisnis media tak lama setelah kuliah, di mana dia masih memiliki lebih dari 60 stasiun TV, stasiun radio, dan surat kabar.

Per 2024, Hary Tanoesoedibjo menjadi orang terkaya ke-21 di Indonesia dengan harta kekayaannya mencapai US$1,7 miliar atau setara dengan Rp26,06 triliun.

3. Manoj Punjabi – MD Pictures

Di belakang Hary Tanoesoedibjo, ada pemilik dari MD Pictures Manoj Punjabi, rumah produksi terbesar di Indonesia saat ini yang didirikan pada 2007.

Mengutip Forbes, harta kekayaannya berkisar US$1,7 miliar atau setara dengan Rp26 triliun dan menjadi orang terkaya ke-22 di Indonesia.

Adapun, beberapa karya film yang terkenal, seperti KKN di Desa Penari, Habibie & Ainun dan Mendarat Darurat.

MD Pictures sendiri go public pada tahun 2018 melalui IPO senilai US$19 juta atau setara dengan Rp288,9 miliar. Baru-baru ini, MD Pictures juga melebarkan sayap dengan mengakuisisi saham mayoritas di perusahaan media milik Wishnutama, PT Net Visi Media Tbk (NETV) alias NET TV.

4. Raam Punjabi – Multivision

Raam Punjabi merupakan pendiri Tripar Multivision Plus, yang dibuat pada 1990 silam.

Dia mendrikan Multivision mulai dari bisnis impor film, hingga akhirnya memproduksi sinetron dan film sendiri seperti serial "Gara-gara" dengan bintang Lydia Kandou dan Jimmy Gideon, serta drama seri yang juga panjang seperti "Bella Vista" I, II dan III.

Multivision juga merupakan produsen film bioskop yang sukses dari Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro).

Multivision kemudian melantai di Bursa Efek pada 8 Mei 2023 lalu dengan kode saham RAAM. Namun, baru-baru ini perusahaan tersebut dicaplok oleh Hary Tanoesoedibjo melalui PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN).

5. Gope T Samtani – Rapi Films

Pria berdarah India kelahiran Surakarta, Gobind Tejoomal Samtani, atau lebih dikenal dengan nama Gope T. Samtani merupakan pendiri sekaligus pemilik rumah produksi Rapi Film.

Dia mendirikan Rapi Film sejak 1968 bermodalkan Rp3 juta sebagai perusahaan ekspor-impor film, dan kini menjadi rumah produksi legendaris hingga saat ini.

Pada 1970 PT Rapi Film pertama kali memproduksi film yang sukses dengan judul Air Mata Kekasih. Perusahaannya terus berkembang hingga sampai awal 1985 sudah menghasilkan 45 judul.

Rapi Film juga memproduksi film-film seperti Rahasia Perkawinan dan Nyi Blorong yang sempat memborong piala Festival Film Indonesia (FFI). Kini beberapa filmnya yang juga tenar antara lain Dear Nathan, sampai remake Pengabdi Setan.

6. Rieta Amilia – Frame Ritz

Rieta Amilia merupakan pengusaha pemilik Production House (PH) Frame Ritz yang telah melahirkan sejumlah artis dengan nama besar seperti Raffi Ahmad, Tyas Mirasih, Bunga Zainal hingga Kiki Farel.

Perusahaan milik ibunda Nagita Slavina itu telah berdiri sejak 2005 dan telah memproduksi ratusan judul sinetron maupun FTV.

Adapun, sejumlah karya terkenalnya, mulai dari Ada dan Tiada, Juragan Jengkol, Kepompong (SCTV) hingga yang terbaru RANS Family.

Saat ini, perusahaan tersebut juga dikelola oleh anak-anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker sebagai produser.

7. Mira Lesmana – Miles Film

Mira Lesmana merupakan pendiri dari Miles Films yang merupakan rumah produksi yang fokus membuat film Indonesia.

Beberapa karyanya yang ternama termasuk Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ada Apa Dengan Cinta, hingga Petualangan Sherina.

8. Chand Parwez Servia – Starvision Plus

Chand Parwez Servia juga merupakan salah satu pengusaha yang ternama di industri film Indonesia.

Pria berdarah India Indonesia itu mendirikan Starvision Plus pada 1995, dan telah menelurkan ratusan judul sinetron hingga film ternama

Beberapa karya terbaiknya antera lain Imperfect, Dua Garis Biru, Cek toko Sebelah, Perahu Kertas, dan Heart.

9. Angga Dwimas Sasongko – Visinema Pictures

Angga Dwimas Sasongko merupakan pendiri Visinema Pictures, rumah produksi film di Indonesia yang dibentuk pada 2008. Rumah produksi ini bermula dari menggarap iklan dan video musik.

Pada 2014, Visinema mulai menjajaki layar lebar dengan merilis film Cahaya Dari Timur. Lalu, Visinema mulai melahirkan beberapa karya terkenal seperti Love For Sale, Filosofi Kopi, Keluarga Cemara, hingga Mencuri Raden Saleh.

10. HB Naveen – Falcon Pictures

HB Naveen adalah pendiri Falcon Pictures yang telah memproduksi hingga lebih dari 20 judul film. Perusahaan film tersebut dia dirikan bersama Frederica pada 2010.

Beberapa karya film terkenalnya, seperti Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! My Stupid Boss dan Comic 8: Casino Kings Part 2.

#production-house #rumah-produksi #taipan-pemilik-ph #n-a

https://entrepreneur.bisnis.com/read/20240919/265/1800468/ini-dia-10-pemilik-rumah-produksi-film-dan-sinetron-terbesar-di-indonesia