Ketekunan Ani Merawat Lansia Penderita Alzheimer hingga Tak Tidur Dua Hari
Ani berjuang merawat Chaerani, lansia Alzheimer, tanpa tidur hingga dua hari. Temukan kisah inspiratifnya di sini. Halaman all
(Kompas.com) 19/09/24 18:26 15240286
JAKARTA, KOMPAS.com - Merawat lansia penderita Alzheimer merupakan tantangan tersendiri bagi seorang caregiver bernama Ani (22).
Selama tiga tahun merawat lansia bernama Chaerani (83), Ani sering kali tidak tidur, bahkan hingga dua hari berturut-turut.
"Kalau nenek enggak tidur, saya ikut enggak tidur. Jagain sampai pagi. Bahkan pernah dua hari tidak tidur," ucap Ani saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2024).
Sebenarnya sebelum merawat Chaerani, Ani pernah merawat lansia lain. Namun tidak dengan kondisi Alzheimer.
Pengalaman ini mengharuskan Ani untuk mengubah pola tidurnya, terutama ketika Chaerani merasa gelisah di malam hari.
Ani harus menenangkan Chaerani yang sering kali mengalami halusinasi.
"Ya kadang nenek halusinasi. Dia bilang nyari anak-anaknya yang masih kecil, atau bilang mau ada tamu di tengah malam. Ya langsung saya tenangin," kata Ani.
Ani dapat beristirahat dengan tidur bergantian bersama anak kandung Chaerani.
Ia mengungkapkan bahwa tidur selama dua hingga tiga jam sehari sudah cukup untuknya saat ini.
"Dua sampai tiga jam tidur sekarang sudah cukup," tuturnya.
Ani mengibaratkan merawat lansia penderita Alzheimer seperti merawat balita, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan ingatan atau pikun.
Menurutnya, kondisi mood Chaerani sangat mempengaruhi proses perawatannya.
"Kalau lagi mood-nya baik, pasti ngerawatnya mudah. Dibujuk enak. Kalau enggak, ya pasti marah-marah," kata Ani.
Perjuangan Ani dalam merawat Chaerani mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak pengasuh lansia penderita Alzheimer, yang memerlukan kesabaran dan ketekunan dalam menjalani tugas sehari-hari.
#penderita-alzheimer #perawatan-untuk-penderita-alzheimer #orang-dengan-alzheimer #peduli-penderita-alzheimer #penderita-alzheimer #hari-alzheimer-sedunia-2024 #tema-hari-alzheimer-sedunia-2024