Konglomerat Hermanto Tanoko Dorong IPO Distributor LocknLock
Hermanto Tanoko mendorong distributor LocknLock untuk IPO. Tancorp milik Hermanto Tanoko menjadi strategic partner Feelbuy-LocknLock. - Halaman all
(InvestorID) 19/09/24 16:51 15246199
JAKARTA, investor.id – Konglomerat pemilik Tancorp Group, Hermanto Tanoko mengatakan akan membawa PT Feelbuy Indonesia untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Feelbuy merupakan distributor resmi produk LocknLock di Indonesia.
“Dalam waktu sebelum 2030, kami akan meng-IPO-kan Feelbuy,” kata Hermanto Tanoko, yang dikutip dari akun resminya di Instagram, Kamis (19/9/2024).
Hermanto mengungkapkan, Tancorp telah menjadi strategic partner Feelbuy-LocknLock, serta membuka store pertama kali di Surabaya. Secara keseluruhan, outlet LocknLock telah mencapai 436 di seluruh Indonesia.
LocknLock merupakan sebuah merek yang mengeluarkan produk-produk kebutuhan rumah tangga dari Korea Selatan. Produk ini diklaim BPA free dan food grade. “Join venture Tancorp bersama Mr Yu Joo Wan (presiden direktur Feelbuy Indonesia) telah berjalan dengan baik. Kami yakin kerja sama ini akan membawa dampak positif bagi Indonesia dan Korea,” tutur Hermanto Tanoko.
Hermanto Tanoko sebelumnya telah mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk membawa dua perusahaan di bawah naungan Tancorp Group untuk melantai di BEI. Bahkan, kedua perusahaannya itu sudah siap untuk IPO tahun ini.
"Dalam pipeline kami, sudah ada dua perusahaan yang siap untuk IPO tahun ini. Namun, detail mengenai emisi saham dan sektor spesifiknya masih dalam tahap pembahasan. Sektor yang satu di bidang edukasi, dan yang satu lagi di sektor bahan bangunan," ungkap dia di Jakarta, baru-baru ini.
Hermanto memastikan bahwa kedua perusahaan ini bukanlah start-up, melainkan perusahaan yang sudah menghasilkan keuntungan. "Saya tidak akan membawa perusahaan yang masih merugi untuk IPO," tegas dia.
Alasan utama Hermanto untuk membawa perusahaan-perusahaan tersebut ke pasar saham adalah untuk berbagi kesuksesan dan meningkatkan loyalitas karyawan. "Dengan IPO, seluruh karyawan bisa memiliki hak sebagai pemilik perusahaan. Ini akan meningkatkan loyalitas mereka dan membentuk super team yang profesional dan transparan," katanya.
Bagi Hermanto, tim yang solid dan hebat akan membuat perusahaan tumbuh dan pertumbuhan ini akan dinikmati oleh seluruh stakeholder, terutama para investor. Ia juga menyarankan kepada para investor untuk memahami sektor industri dan track record perusahaan sebelum berinvestasi.
Mengenai besaran saham yang akan dilepas, Hermanto memperkirakan akan berada di kisaran 15-20% sesuai dengan aturan bursa. Target penggalangan dana dari IPO ini masih belum diungkap secara rinci, namun ia memastikan bahwa detail lebih lanjut akan disampaikan pada kuartal keempat tahun ini.
"Untuk aset masing-masing perusahaan, saya belum bisa memberi detail sekarang, karena masih dalam tahap pembahasan. Namun, minimal ada dua perusahaan yang siap IPO dengan aset yang cukup besar, sekitar Rp 250 miliar," jelas Hermanto.
Deretan Emiten Hermanto Tanoko di BEI
Saat ini, Hermanto Tanoko memiliki delapan perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI, yaitu:
1. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO)
Bergerak di industri air minum dalam kemasan, CLEO melantai di BEI pada 5 Mei 2017 dengan menawarkan 450 juta saham di harga Rp115 per saham. PT Tancorp Global Abadi dan PT Tancorp Global Sentosa masing-masing memegang 55,79% dan 21,09% saham CLEO.
2. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
Bergerak di sektor properti dan real estate, RISE melantai di BEI pada 9 Juli 2018 dengan menawarkan 1,5 miliar saham di harga Rp163 per saham. PT Tancorp Global Sentosa mengendalikan 80,3% saham RISE.
3. PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK)
Bergerak di industri keramik, CAKK melantai di BEI pada 31 Oktober 2018 dengan menawarkan 300 juta saham di harga Rp168 per lembar. PT Tancorp Bangun Indonesia mengendalikan 62,54% saham CAKK.
4. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO)
Bergerak di bidang retail bahan bangunan, DEPO melantai di BEI pada 25 November 2021 dengan menawarkan 1,02 miliar saham di harga Rp482 per saham. PT Tancorp Surya Sukses mengendalikan 23,5% saham DEPO.
5. PT Avia Avian Tbk (AVIA)
Bergerak di industri cat, AVIA resmi melantai di BEI pada 8 Desember 2021 dengan menawarkan 6,20 miliar saham di harga Rp930 per lembar. PT Tancorp Surya Sentosa memegang 36,6% saham AVIA.
6. PT Mega Perintis Tbk (ZONE)
Melantai di BEI pada 12 Desember 2018, Bergerak di segmen fesyen dan terkenal dengan merek Manzone, ZONE melantai di BEI dengan mencatatkan kinerja keuangan yang solid.
7. PT Penta Valent Tbk (PEVE)
Bergerak di bidang kesehatan, PEVE menjadi portofolio terbaru Tancorp Grup yang melantai di BEI pada 24 Januari 2023.
8. PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES)
BLES masuk dalam portofolio Tancorp Group yang bergerak di industri Bata Ringan dan Semen Mortar melantai di BEI pada 8 Juli 2024.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #hermanto-tanoko #lock-n-lock #ipo-lock-n-lock #penawaran-umum-perdana #ipo-saham #avia #cleo #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/373966/konglomerat-hermanto-tanoko-dorong-ipo-distributor-locknlock