Umar Kei Jelaskan Duduk Perkara Kericuhan di Menara Kadin dan Bantah Jadi Biang Kerok

Umar Kei Jelaskan Duduk Perkara Kericuhan di Menara Kadin dan Bantah Jadi Biang Kerok

Umar Kei mengeklaim, dirinya bersama anak buahnya hadir di lokasi untuk urusan yang lain, atau tidak ada kaitannya dengan polemik di internal. Halaman all

(Kompas.com) 19/09/24 21:02 15253782

BEKASI, KOMPAS.com - Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Umar Kei membantah bahwa pihaknya menjadi biang kerok kericuhan di Menara Kadin Indonesia, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2024) malam.

Umar Kei mengeklaim, dirinya bersama anak buahnya hadir di lokasi untuk urusan yang lain, atau sama sekali tidak ada kaitannya dengan polemik di internal Kadin.

"Saya tidak ada urusan dengan Kadin," tegas Umar Kei saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (19/9/2024).

Umar Kei menjelaskan, peristiwa kericuhan ini berawal ketika dirinya dihubungi oleh adik ipar Ketua Umum Kadin versi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Anindya Bakrie, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, pukul 22.00 WIB.

Kala itu, Taufan meminta bantuan Umar Kei agar menemuinya karena sejumlah pemuda yang diduga berasal dari Maluku mendatangi Menara Kadin.

Umar Kei pun menyanggupi permintaan Taufan. Ia kemudian berangkat dari kediamannya dengan didampingi istri, anak, dan sejumlah anak buahnya.

Setibanya di lokasi, Umar Kei langsung menemui pemuda Maluku yang dimaksud di Lantai 3 Menara Kadin. Belakangan diketahui pemuda tersebut merupakan para pekerja sekuriti outsourcing di lingkungan Menara Kadin.

Para pemuda tersebut langsung menyampaikan keluh kesah bahwa kontrak mereka di Menara Kadin akan habis tahun ini.

"Saya tanya, \'Kalian maunya apa? Ada apa kalian ingin di sini?\'. Mereka bilang, \'Oh kami kerja outsourcing. Karena kepengurusan baru, kami mau dikeluarkan\'," ungkap Umar Kei menirukan percakapan salah satu pemuda Maluku.

Selanjutnya, Umar Kei naik ke Lantai 29 Menara Kadin untuk menemui Taufan guna membahas aspirasi pemuda tersebut.

Umar Kei dan Taufan akhirnya berdiskusi dengan hasil kontrak pekerja keamanan tersebut diperpanjang hingga 2026.

"Taufan bilang, \'Oke kalau begitu\'. Kurang baik apa Taufan," ujar Umar Kei.

Kemudian, Umar Kei turun dari Lantai 29 ke Lantai 3 Menara Kadin untuk menyampaikan hasil keputusan tersebut. Tak lama, Taufan ikut turun untuk menemui para pekerja outsourcing.

Sebelum angkat kaki dari Menara Kadin, Umar Kei sempat berbincang dengan Taufan, termasuk Staf Khusus Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 Arsjad Rasjid, Arif Rahman.

Saat perbincangan berlangsung, Umar Kei mengatakan bahwa Arif tiba-tiba meminta agar pihak yang tidak berkepentingan segera keluar dari ruangan.

Pernyataan tersebut ternyata membuat Umar Kei tersinggung dan langsung melempar kaleng minuman kosong ke arah Arif.

Tindakan Umar Kei lantas direspons Arif dengan lemparan botol yang berisi air ke arah Umar Kei. Lemparan tersebut mengenai badan Umar Kei.

"Akhirnya adik-adik saya yang berada di samping dia, marah. Mereka gebukin dia, tapi bagi saya, mereka gebukin juga salah. Akhirnya salah paham," ungkap dia.

Setelah mendapat tindakan kekerasan, Umar Kei melanjutkan, Arif mengintruksikan ke sejumlah pemuda yang diduga sudah disiagakan untuk masuk ke ruangan. Bentrokan pun pecah.

"Dia teriak, masukkin golok, masukkin golok. Mereka serang kita di dalam," katanya.

Umar Kei mengatakan, kericuhan berlangsung sekitar 30 menit. Akibat kericuhan ini, dua anak buahnya, Hermawan Ngabalin (33) dan Saiful Hukubul (30) mengalami luka.

Adapun Hermawan mengalami luka bagian rusuk, tulang belakang, kepala, dan jari yang terkena parang. Sementara Saiful luka di kepala dan sempat pingsan usai dikeroyok.

Keduanya telah melakukan visum di RS Polri, Kramajat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/9/2024).

Umar Kei menambahkan, kericuhan ini berakhir setelah sejumlah petugas dari Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi lokasi sekitar pukul 23.30 WIB.

"Maka saya atas nama pribadi, juga atas nama keluarga besar, mengucapkan terima kasih kepada polisi yang begitu cepat datang menyelamatkan saya dan membuarkan semua masa yang ada di situ," imbuh dia.

Dalam kericuhan di Menara Kadin, Arif melaporkan Umar dan Taufan ke Polda Metro Jaya pada Selasa (17/9/2024) terkait kasus dugaan pengeroyokan. Laporan Arif teregistrasi dengan nomor STTLP/B/5591/IX/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Umar juga melaporkan balik Arif ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penganiayaan. Laporan itu teregistrasi dengan nomor STTLP/B/5626/IX/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.

#umar-kei #umar-kei-aniaya-stafsus-arsjad-rasjid

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/19/21022491/umar-kei-jelaskan-duduk-perkara-kericuhan-di-menara-kadin-dan-bantah-jadi