[POPULER TREN] Tupperware Bangkrut, Begini Sejarahnya | Apa Saja Efek Samping Stevia?
Populer kanal Tren sepanjang Kamis (19/9/2024): sejarah Tupperware yang mengajukan kebangkrutan dan efek samping stevia, pengganti gula. Halaman all
(Kompas.com) 20/09/24 05:30 15266210
KOMPAS.com - Populer kanal Tren sepanjang Kamis (19/9/2024) hingga Jumat (20/9/2024) pagi adalah artikel mengenai Tupperware, perusahaan wadah penyimpan makanan populer yang mengajukan kebangkrutan.
Selepas mengalami kondisi keuangan yang sulit, Tupperware asal Amerika Serikat akhirnya mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Kepailitan AS.
Selain itu, populer kanal Tren selanjutnya adalah efek samping stevia, pengganti gula yang rendah kalori.
Berikut selengkapnya:
1. Tupperware bangkrut, ini sejarahnya
Tupperware resmi mengajukan kebangkrutan setelah mengalami masalah keuangan dalam jangka waktu cukup lama.
Perusahaan Tupperware Brands asal Amerika Serikat itu mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Delaware, AS pada Selasa (17/9/2024).
Pengajuan kebangkrutan itu disampaikan Tupperware setelah mengalami kerugian selama beberapa tahun belakangan dan memiliki utang sebesar 812 juta dollar AS (Rp 12,4 triliun).
Untuk melunasinya, utang itu ditawarkan dengan harga murah ke investor.
Lantas, bagaimana sejarah perusahaan Tupperware?
Resmi Ajukan Bangkrut, Ini Sejarah dan Pendiri Tupperware
2. Apa saja efek samping stevia?
Stevia merupakan pengganti gula, pemanis nol kalori yang terbuat dari glikosida steviol, yaitu senyawa yang diekstrak dan dimurnikan dari daun tanaman Stevia rebaudiana.
Banyak orang memilih stevia sebagai pengganti asupan gula mereka untuk mengurangi konsumsi kalori.
Daun stevia 200-300 kali lebih manis daripada gula putih tradisional dan orang-orang telah menggunakannya selama berabad-abad sebagai pemanis.
Meski demikian, stevia dapat memicu efek samping pada tubuh, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.
Apa Saja Efek Samping Stevia, Pemanis Rendah Kalori Pengganti Gula?
3. Penyebab Tupperware bangkrut
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Produk Tupperware.Sebelumnya, pada Agustus 2024, Tupperware sudah meragukan kemampuannya untuk tetap menjalankan bisnis.
Kondisi tersebut ironis karena saat pandemi Covid-19, penjualan wadah plastik kedap udara sempat meningkat karena tren memasak di rumah.
Lantas, apa yang membuat Tupperware bangkrut? Ini penjelasannya:
Tupperware Resmi Ajukan Bangkrut, Apa Penyebabnya?
4. Sejarah setir mobil di Indonesia berada di sisi kanan
Indonesia menerapkan aturan kendaraan menggunakan jalur kiri ketika berada di jalan raya.
Hal ini membuat posisi setir mobil berada di sebelah kanan, meskipun banyak negara yang menganut sistem setir mobil berada di sisi kiri.
Sebagian besar negara yang menggunakan mobil dengan setir di kanan adalah bekas koloni Inggris.
Sementara mobil dengan setir di sisi kiri biasanya digunakan di Amerika Serikat, negara-negara Amerika Latin, dan negara-negara Eropa.
Berikut sejarah selengkapnya:
Asal-usul Setir Mobil di Indonesia Berada di Sebelah Kanan Bukan di Kiri
5. Prakiraan cuaca sepanjang 19-20 September 2024
Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan dilanda hujan lebat dan angin kencang pada Kamis (19/9/2024) hingga Jumat (20/9/2024).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, kondisi tersebut dipicu oleh interaksi berbagai faktor cuaca global dan regional, termasuk aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.
Penyebab lain, adalah karena suhu muka laut yang hangat di sejumlah perairan Indonesia yang akhirnya menambah suplai uap air dan memperbesar peluang terbentuknya awan hujan, terutama di kawasan pesisir.
Berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan:
Prakiraan BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 19-20 September 2024
#sejarah-tupperware #tupperware-bangkrut #wilayah-hujan-lebat #petir #dan-angin-kencang #efek-samping-stevia #penyebab-tupperware-bangkrut #alasan-setir-mobil-indonesia-berada-di-kanan