Warga Jakut Curhat Sambil Menangis ke Ridwan Kamil, Minta Guru Mengaji Diperhatikan

Warga Jakut Curhat Sambil Menangis ke Ridwan Kamil, Minta Guru Mengaji Diperhatikan

Warga Warakas meminta Ridwan Kamil memperhatikan nasib guru mengaji, baik gaji maupun insentif. Halaman all

(Kompas.com) 20/09/24 13:42 15287383

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meminta bakal calon gubernur Jakarta Ridwan Kamil (RK) memperhatikan nasib guru mengaji.

Warga menyebut, sejak pendiri Partai Gerindra Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jakarta Muhammad Taufik meninggal dunia, guru mengaji tak lagi dapat bantuan.

Curhatan ini disampaikan warga saat Ridwan Kamil berkunjung ke Muhammad Taufik Center di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/9/2024) siang.

“Permasalahan guru ngaji saat ini adalah ketika beliau (Taufik) sudah meninggal, semua bantuan tidak ada. Tolong diperhatikan terutama gaji, insentif guru ngaji,” ujar seorang ibu di hadapan Ridwan Kamil.

Ibu ini menangis tersedu-sedu saat menceritakan kesulitannya sebagai guru ngaji. Sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Ngaji Jakarta, ibu yang tidak diketahui namanya ini mengatakan bahwa yang mendapat gaji hanya guru mengaji yang mengajar di masjid.

“Sementara, guru-guru mengaji yang di rumah-rumah, di mushala, itu belum dapat serupiah pun. Tolong perhatikan guru ngaji Jakarta, Pak,” lanjut ibu itu.

Ridwan Kamil pun mengaku akan menampung aspirasi tersebut. Ia menyinggung kebijakan terkait zakat online yang pernah digagas saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

“Semua yang sifatnya ibadah tidak harus selalu dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah). Saya sudah buktikan kan. Kalau yang muslim namanya zakat, saya bikin zakat online, dulu (di Jawa Barat). Dibayar di depan,” kata RK.

RK mengatakan, saat itu, dana yang terkumpul dari program zakat online di Jawa Barat mencapai Rp 3,2 triliun. Dana itu bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru mengaji, kiai, dan lainnya.

Hal demikian, kata RK, juga dapat diterapkan di Jakarta.

“Itu ada namanya Pintu Fisabillah, berjuang di jalan Allah. Di situ nanti guru mengaji dan kiai masuk kategori itu. Marbut masuk kategori itu, semua disejahterakan lewat pintu itu, tidak harus selalu APBD,” lanjut dia.

Selain insentif guru ngaji, warga juga mengeluhkan soal lapangan kerja yang dinilai semakin sedikit. Ada pula warga yang meminta agar program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak dihentikan.

Adapun sebelum mendengarkan curhatan warga, RK meninjau posko makan siang gratis yang diinisiasi mendiang M Taufik. RK sempat berbincang-bincang dengan warga setempat yang menyantap paket makan siang yang diberikan

Setiap warga mendapatkan nasi, sepotong ayam goreng, tahu, dan tempe, dilengkapi lalapan berupa selada dan tomat.

Program makan siang gratis untuk warga itu telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Diketahui, Ridwan Kamil-Suswono maju pada Pilkada Jakarta 2024 diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, koalisi partai-partai yang mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024.

KIM Plus terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima). Lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Ridwan Kamil merupakan kader Partai Golkar, sementara Suswono adalah Ketua Majelis Pertimbangan PKS.

Adapun tahapan pilkada akan memasuki masa kampanye dari 25 September hingga 23 November 2024. Sementara, hari pemungutan suara akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 27 November 2024.

#ridwan-kamil-suswono-rido #ridwan-kamil-blusukan

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/20/13424491/warga-jakut-curhat-sambil-menangis-ke-ridwan-kamil-minta-guru-mengaji