Ditinggal Sang Ibu Jemput Anak ke Sekolah, Tiga Balita di Pulogadung Tewas dalam Kebakaran

Ditinggal Sang Ibu Jemput Anak ke Sekolah, Tiga Balita di Pulogadung Tewas dalam Kebakaran

Tiga balita meninggal dalam kebakaran di Pulogadung, Jakarta Timur, saat sang ibu menjemput anak pertama di sekolah. Halaman all

(Kompas.com) 20/09/24 17:15 15296129

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Pulogadung Suroto mengungkap, Dwi Maulisa (30), ibu dari tiga balita kakak beradik korban kebakaran di Pulogadung, Jakarta Timur, tak berada di lokasi saat api membakar rumahnya, Jumat (20/9/2024).

Saat kebakaran, Dwi Maulisa tengah menjemput anak pertamanya di SDN 03 Cipinang, Jakarta Timur.

Sementara, tiga anak Dwi Maulisa yang lain ditinggal dalam kamar dengan keadaan terkunci.

"Agar anak-anaknya tidak keluar dari kamar, karena takut anak-anaknya terjatuh dari lantai dua dikarenakan rumah dalam keadaan kosong," ucap Suroto.

Saat api mulai berkobar sekitar pukul 09.40 WIB, kakek korban, Jumadi (45), sempat hendak menyelamatkan cucu-cucunya. Namun, api sudah telanjur membesar.

"Jumadi langsung berlari ke dalam, namun api sudah mulai membesar. Jumadi ingin menyelamatkan cucunya yang berada di dalam kamar, namun tidak sempat," kata Suroto.

Suroto menyebutkan, Jumadi sedang berada di luar rumah ketika api mulai menyala. Setelah api membesar, Jumadi memberi tahu warga untuk membantu memadamkan kebakaran dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kebakaran baru bisa dipadamkan setelah api berkobar lebih kurang selama satu jam. Selanjutnya, petugas melakukan pendinginan serta mencari korban.

Dari pencarian itu, tiga balita yang merupakan anak dari Dwi Maulisa dan cucu Jumadi ditemukan meninggal dunia.

"Kemudian petugas memanggil orangtua untuk memastikan yang meninggal dunia anaknya ataupun cucunya," kata Suroto.

Suroto menambahkan, ada satu kipas angin yang menyala di kamar ketika ditinggalkan Dwi Maulisa. Tetapi, belum bisa dipastikan apakah kipas angin itu yang memicu terjadinya kebakaran.

Selain rumah Dwi Maulisa, api juga membakar 10 hunian lain dengan total 24 kartu keluarga (KK). Hingga saat ini, kerugian belum bisa dihitung.

Sebelumya diberitakan, tiga balita meninggal dunia usai menjadi korban kebakaran 11 rumah di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur pada Jumat (20/9/2024). Tiga balita itu bernama Kanaya (4), Rafka (3), dan Asyifa (1).

“Betul korban jiwa meninggal dunia yakni tiga orang anak-anak,” kata Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Nyaman saat dikonfirmasi, Jumat (20/9/2024).

Dugaan sementara penyebab kebakaran rumah tersebut akibat korsleting. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan.

#tiga-balita-di-pulogadung-tewas-dalam-kebakaran #tiga-balita-tewas-dalam-kebakaran #kebakaran-di-pulogadung #kronologi-kebakaran-di-pulogadung #korban-kebakaran-di-pulogadung

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/09/20/17154301/ditinggal-sang-ibu-jemput-anak-ke-sekolah-tiga-balita-di-pulogadung-tewas