Kabar Moratorium Proyek Nikel Baterai EV Mencuat, Tiga Saham Diuntungkan

Kabar Moratorium Proyek Nikel Baterai EV Mencuat, Tiga Saham Diuntungkan

Pemerintah dikabarkan mau moratorium atau mencabut insentif proyek HPAL baru penghasil nikel baterai EV. Saham NCKL, MBMA, HRUM diuntungkan. - Halaman all

(InvestorID) 20/09/24 14:06 15297931

JAKARTA, investor.id – Pemerintah dikabarkan berniat melakukan moratorium atau mencabut insentif bagi proyek high pressure acid leach (HPAL) baru yang menghasilkan nikel bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) baru. Ini sudah dilakukan pada proyek nikel kelas dua atau nickel pig iron (NPI), bahan baku baja nirkarat (stainless steel/SS).

Berdasarkan riset Macquarie, kebijakan itu akan menguntungkan tiga pemain besar yang sudah dan berencana membangun proyek HPAL, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

“Kebijakan itu akan membuat pertumbuhan pasokan nikel kelas 1 ke pasar global berkurang, sehingga bisa mendongkrak harga,” tulis Macquarie dalam risetnya, yang dikutip pada Jumat (20/9/2024).

Dalam pohon bisnis nikel, fasilitas HPAL menggunakan bijih nikel kadar rendah limonit yang diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), mengandung kobalt dan nikel. Selanjutnya, MHP dimurnikan lagi menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat, material (prekursor) kutub positif baterai EV.

Harita Nickel (NCKL) adalah emiten pertama yang mengoperasikan fasilitas HPAL. Adapun Merdeka Battery (MBMA) dan Harum Energy (HRUM) dalam tahap membangun.

Prospek Harga

Macquarie mencatat, pasokan bijih nikel dari Indonesia dan New Caledonia terdisrupsi, sehingga mendongkrak harga komoditas ini. Akibatnya, ada lonjakan biaya produksi NPI di China dan Indonesia. Tren ini diharapkan bisa mendorong harga nikel ke US$ 16-17 ribu per ton di LME.

Pasar kini mencemaskan pelemahan permintaan nikel di sektor baterai, yang dipicu penurunan penjualan mobil listrik baterai (BEV) di Eropa dan Amerika utara. Kedua kawasan itu merupakan pasar utama BEV dengan baterai lithium ion yang mengandung nikel.

Proyeksi penjualan baterai nikel untuk BEV sudah dipangkas signifikan oleh beberapa lembaga. Adapun Macquarie melihat ada potensi kenaikan harga nikel didorong gap suplai dan permintaan bijih dan lonjakan biaya produksi NPI.

Macquarie menempatkan saham HRUM di pilihan teratas, diikuti NCKL, MBMA, ANTM, INCO, MDKA, dan HILL.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #nckl #mbma #hrum #moratorium-hpal #nikel-baterai-ev #harita-nickel #merdeka-battery #harum-energy #macquarie #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374078/kabar-moratorium-proyek-nikel-baterai-ev-mencuat-tiga-saham-diuntungkan