Saham Sampoerna (HMSP) Longsor, Gudang Garam (GGRM) Terpeleset

Saham Sampoerna (HMSP) Longsor, Gudang Garam (GGRM) Terpeleset

Saham Sampoerna (HMSP) & Gudang Garam (GGRM) mendadak jatuh lebih dalam pada pukul 16.00 WIB. Bahkan HMSP jatuhnya hingga 10% lebih. - Halaman all

(InvestorID) 20/09/24 16:25 15297953

JAKARTA, investor.id - Saham dua emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendadak jeblok pada akhir perdagangan 20 September 2024.

Paling parah saham Sampoerna (HMSP) yang tiba-tiba longsor 10,07% ke Rp 670 pada pukul 16.00 WIB. Padahal sebelum itu saham HMSP minusnya paling dalam 2,01% ke Rp 730.

Sedangkan saham Gudang Garam (GGRM) mendadak terpeleset 2,52% pada pukul 16.00 WIB. Sebelum itu GGRM paling dalam minusnya hanya 1,10%.

Sebanyak 390,64 juta saham HMSP ditransaksikan, frekuensi 3.763 kali, dan nilai transaksi Rp 262,85 miliar.

Adapun sebanyak 1,36 juta saham GGRM diperdagangkan, frekuensi 1.292 kali, dan nilai transaksi Rp 21,29 miliar.

Sementara itu, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dinilai relatif lambat dalam menyesuaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) pada kuartal II-2024 untuk mengimbangi kenaikan cukai tahun 2025 sebesar 10%.

“Kami yakin produsen bersikap hati-hati dalam menyesuaikan ASP di tengah daya beli konsumen yang relatif lemah, terutama setelah kenaikan harga bahan pokok pada semester I-2024,” tulis analis MNC Sekuritas, Raka Junico W dalam risetnya seperti telah diberitakan investor.id pada 11 September 2024.

MNC Sekuritas mencatat, target penerimaan cukai dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025 mencapai Rp 244,2 triliun. Namun, target tersebut turun 0,8% yoy dibandingkan RAPBN 2024 yang sebesar Rp 246,1 triliun.

“Sekilas, itu menunjukkan bahwa tidak akan ada perubahan dalam cukai hasil tembakau (CHT) untuk tahun fiskal 2025. Namun, kami masih mengantisipasi adanya kenaikan cukai hasil tembakau untuk segmen SPM (sigaret putih mesin) dan SKM (sigaret kretek mesin). Sedangkan segmen SKT (sigaret kretek tangan) tidak berubah,” jelas Raka.

Secara keseluruhan, MNC Sekuritas menetapkan skenario kenaikan cukai untuk tahun anggaran 2025/2026, yaitu SPM 5%, SKM 5%, dan SKT 0% alias tidak berubah. Hal itu bakal makin menekan profitabilitas emiten rokok seperti HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM) ke depannya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Dengan berbagai faktor yang ada, MNC Sekuritas menurunkan peringkat sektor tembakau/rokok menjadi netral. “Kami menilai HMSP masih memiliki penyangga, karena kontribusi segmen SKT yang tinggi mencapai 31%. Sedangkan di GGRM kontribusinya sekitar 8%,” ungkap Raka.

MNC Sekuritas merekomendasikan hold saham HM Sampoerna (HMSP) dengan target harga Rp 800. Sedangkan rekomendasi untuk saham Gudang Garam (GGRM) adalah sell dengan target harga Rp 14.100.

HMSP telah meluncurkan VEEV (e-vapor) yang membidik pasar rokok elektrik. Langkah tersebut makin memperkuat ekosistem produk bebas asap di samping IQOS. Inisiatif bisnis itu dinilai positif, terutama bagi konsumen kelas menengah ke atas dengan daya beli stabil.

“Sisi positifnya termasuk penyesuaian harga jual rata-rata (ASP) yang signifikan untuk mengimbangi kenaikan cukai, bersamaan dengan penguatan daya beli konsumen,” pungkas Raka.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sampoerna #hmsp #gudang-garam #ggrm #rokok #hm-sampoerna #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374099/saham-sampoerna-hmsp-longsor-gudang-garam-ggrm-terpeleset