Direktur Sido Muncul Ajak Dunia Pendidikan Kenali Manfaat Jamu
Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNS untuk mengenalkan manfaat obat herbal. Halaman all
(Kompas.com) 20/09/24 17:38 15309062
SURAKARTA, KOMPAS.com- Sebagai warisan leluhur yang kaya manfaat, jamu bisa menjadi pendamping obat-obat konvensional jika diolah dengan tepat.
Untuk mendalami potensi obat tradisional dalam menjaga kesehatan masyarakat, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar nasional bertajuk “Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Mendukung Gerakan Indonesia Sehat” di Auditorium FK UNS, Rabu (18/8/2024).
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mendukung pembuatan produk yang lebih baik serta memanfaatkan obat herbal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Ide saya, mahasiswa kedokteran perlu diajari tentang bahan-bahan jamu, seperti temulawak atau kunyit, dan kegunaannya. Jadi, mereka harus paham," ujar Irwan di sela acara.
Dalam kerja sama itu, Sido Muncul bertugas memproduksi produk jadi, seperti kapsul jahe atau kunyit, yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian.
"Mereka akan mempelajari khasiat bahan-bahan tersebut, (sedangkan) kami memproduksi produk yang sesuai, termasuk standar dan uji toksisitasnya," jelasnya.
Irwan menegaskan, jamu adalah obat herbal yang aman dan bisa menjadi pendamping obat-obatan yang diberikan oleh dokter.
"Namun, kalau dokter tidak tahu manfaatnya, mereka tidak akan memberikannya. Misalnya, pada pasien demam berdarah yang kehilangan nafsu makan, daun pepaya bisa diberikan untuk meningkatkan nafsu makan," tuturnya.
Irwan juga menambahkan bahwa Sido Muncul memilikinursery,greenhouse, dan laboratorium yang terbuka untuk kalangan akademisi yang ingin mengembangkan gagasan atau inovasi.
Saat ini, lanjut Irwan, Sido Muncul tengah mencoba memproduksi teh stevia yang tidak pahit.
"Bayangkan, kalau di desa-desa orang menanam stevia dan setiap kali makan mereka menggunakan daun stevia. Kami berharap dari UNS bisa ditemukan stevia yang rasanya seperti gula," katanya.
Irwan juga berharap kerja sama dengan UNS dapat memperbaiki kualitas tanaman rempah dan mengembangkan bahan baku obat herbal melalui data yang dimiliki Sido Muncul.
Selain itu, di bidang lingkungan, Sido Muncul siap bekerja sama dalam mengolah limbah perusahaan.
"Di bidang kedokteran, banyak yang berharap obat herbal bisa diresepkan. Namun, saya tidak terlalu tertarik. Jika diresepkan, berarti obat ini dianggap berbahaya, padahal obat herbal tidak berbahaya," jelasnya.
Pendidikan dan penelitian obat herbal
DOK. Sido Muncul Penandatanganan MoU antara Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Reviono yang disaksikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi Irwan Trinugroho.Sementara itu, Dekan FK UNS Reviono menyambut baik kerja sama dengan Sido Muncul. Ia menyebut bahwa perusahaan ini memahami kebutuhan masyarakat.
"Kami di dunia pendidikan memang harus mengetahui apa yang dibutuhkan industri dan masyarakat," ujarnya.
Reviono mengatakan, FK UNS mempunyai lab farmakologi yang mengajarkan obat-obat farmasi, termasuk obat herbal.
Saat ini pun FK UNS telah memiliki banyak penelitian terkait obat herbal, meski sebagian besar belum sampai pada tahap uji klinis.
Ia mengapresiasi kerja sama antara dunia pendidikan dan industri. Sebab, dunia pendidikan tidak bisa hanya meneliti tanpa melihat hilirisasi dan kebutuhan industri.
Reviono menambahkan, kerja sama FK UNS dengan Sido Muncul juga akan menegaskan kekayaan Indonesia yang memiliki banyak tanaman obat.
“Selain adatextbookdari luar negeri, kami bisa memasukkan materi dari dalam negeri, seperti pelaku indsutri Sido Muncul,” ungkapnya.
Dia berharap, kerja sama dengan Sido Muncul dapat menambah wawasan mahasiswa kedokteran, termasuk dalam membuat obat herbal.
Oleh karenanya, mahasiswa kedokteran UNS diharapkan bisa magang di Sido Muncul untuk mengetahui cara membuat obat, termasuk tahapan uji klinis, seperti toksisitas.
“Memang dibutuhkanmatchingantara dunia pendidikan dan dunia indsutri. Tidak hanya produk, tapi juga kegiatan mahasiswa itu berguna ketika mereka lulus,” ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasional, dan Informasi UNS Irwan Trinugroho menyambut baik kerja sama Sido Muncul dengan UNS.
Dia berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti di FK saja, tetapi merambah hingga Fakultas Farmasi sebagaileadingsector, termasuk fakultas-fakultas lain.
“Salah satunya bisa dengan Fakultas Pertanian untuk kerja sama terkait pemuliaan tanaman rempah supaya zat aktif dan rendaman (kuantitas) minyaknya lebih tinggi,” jelas Irwan.
Salah satu peserta seminar yang juga dosen farmakologi FK UNS Ratih Puspita Ferbinasari mengapresiasi gelaran yang membahas perkembangan obat herbal terkini, baik dari sisi industri maupun regulasi itu.
“Kolaborasi antara swasta, akademisi, dan pengembil keputusan sangat penting sehingga industri dan penggunaan produk herbal, terutama untuk kesehatan masyarakat semakin maju,” ungkapnya.
Ratih juga menambahkan, sebagai dosen yang pernah mengikuti pelatihan saintifikasi jamu, obat herbal bisa menjadi pendukung terapi tambahan atau adjuvant untuk menunjang kesehatan pasien meskipun tidak menggantikan terapi utama.
#sido-muncul #seminar-nasional #obat-herbal #kerja-sama-sido-muncul-dan-uns