Emiten Loncat ke Bisnis Baterai EV, Saham Melejit Bukan Main, Ada Update Begini
Green Power Group (LABA) terjun ke bisnis baterai EV. LABA merilis update anak usaha yang baru didirikan. - Halaman all
(InvestorID) 21/09/24 15:20 15334814
JAKARTA, investor.id - PT Green Power Group Tbk (LABA) mantap menggarap bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Sebelumnya, perusahaan ini bernama PT Ladangbaja Murni Tbk yang merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).
Perubahan nama dan bisnis LABA seiring masuknya pengendali baru, yaitu PT Nev Stored Energy (NSE).
Pada 5 Juli 2024, Green Power Group (LABA) mendirikan dua anak usaha, yakni PT Green Power Battery (GPB) dan PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT).
Sekretaris Perusahaan LABA, Ferry Cahyo mengungkap perkembangan terkini terkait anak usaha LABA, yakni GPB.
Dia mengungkapkan bahwa GPB telah memperoleh kualifikasi pertama untuk memproduksi baterai pack kendaraan bermotor listrik, yang sesuai dengan perencanaan, perizinan, dan kualifikasi produksi secara keseluruhan ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2024.
Bersamaan dengan perolehan kualifikasi produksi baterai tersebut, lanjutnya, GPB sudah menerima gelombang pertama peralatan dan perlengkapan penunjang produksi baterai pack di antaranya battery packing machine, pack tester machine, cell tester machine, manual welding module machine, fully automatic laser welding machine, dan lainnya.
“Saat ini mesin-mesin tersebut masih dalam tahap instalasi,” papar Ferry Cahyo dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (21/9/2024).
Teken Perjanjian Penting dan Saham Melejit
Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan pada tanggal 18 September 2024, GPB - anak usaha Green Power Group (LABA) - telah menandatangani dua perjanjian kerja sama dengan PT Gotion Indonesia Material.
Dalam perjanjian kerja sama tersebut dijelaskan bahwa GPB akan memasok sebanyak 6.080 set baterai sepeda motor listrik, dengan estimasi nilai sebesar Rp 21 miliar.
Dan memasok sebanyak 31.080 set baterai sepeda motor listrik lainnya, dengan estimasi nilai sebesar Rp 118 miliar.
“Baterai pack tersebut akan diserahkan kepada PT Gotion Indonesia Materials setelah perjanjian berlaku efektif,” jelas Ferry.
Saham Green Power Group (LABA) pada perdagangan Jumat (20/9/2024) kemarin anjlok 3,12% ke Rp 620. Pada perdagangan 18 dan 19 September saham ini juga merah masing-masing -2,92% dan -3,76%. Tapi dalam periode tiga bulan terakhir saham LABA masih melejit 359,26%, dan dalam periode year to date (ytd) terbang 1.140%.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #green-power-group #laba #saham-laba #berita-ekonomi-terkini