Laju IHSG Tertahan meski Cetak Rekor, Sinyal Apa Ini?

Laju IHSG Tertahan meski Cetak Rekor, Sinyal Apa Ini?

Di pekan yang singkat ini, pasar saham melaju terbatas. Bahkan, nilai transaksi harian turun di saat IHSG sempat mencetak rekor tertinggi. - Halaman all

(InvestorID) 21/09/24 14:30 15354823

JAKARTA, investor.id – Di pekan yang singkat ini, pasar saham melaju terbatas. Bahkan, nilai transaksi harian turun di saat IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 17-20 September 2024, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,8% ke level 7.743 dari 7.812,1 pada penutupan pekan lalu, meski sempat mencetak rekor tertinggi pada Kamis (19/9/2024) di level 7.905,3.

Kapitalisasi pasar bursa juga melorot 2,8% menjadi Rp 13.007 triliun dari Rp 13.390 triliun pada pekan lalu. Dengan demikian, ini mengakhiri reli rekor kapitalisasi BEI lima minggu berturut-turut.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian turun 0,3% menjadi Rp 14,93 triliun dari Rp 14,98 triliun pada pekan lalu.

Sedangkan rata-rata volume transaksi harian yang naik 15,3% menjadi 28 miliar saham dari 23,3 miliar saham. Hal serupa juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian malah naik sebesar 10,4% menjadi 1,26 juta kali dari 1,14 juta kali pada pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (20/9/2024), investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 523,1 miliar. Hal itu membuat nilai beli asing (net buy) investor asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 56,1 triliun.

Sinyal Kekhawatiran?

Pengamat pasar yang juga menjabat Direktur Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) Reza Priyambada menilai, ada sinyal kekhawatiran akan penurunan IHSG di saat semua sentimen sudah ter-priced in. Hal itu karena posisi IHSG yang berada di area overbought di luar skenario yang ada.

“Skenarionya itu kan level IHSG berada di 7950 pada akhir tahun. Dengan catatan, IHSG menguat pelan-pelan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Termasuk sudah memfaktorkan pemangkasan suku bunga global,” jelas Reza kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Menurut Reza, jika dilihat dari posisi saat ini, maka tidak akan makan waktu lama untuk IHSG menyentuh level 8.000. Mengingat, hanya tinggal 100 poin lagi dengan sejumlah hari bursa maka seharusnya bisa dilalui. “Akan tetapi, biasanya ketika banyak pihak yang menargetkan tinggi maka pergerakan IHSG akan cenderung turun. Ini yang perlu diwaspadai,” tambahnya.

Untuk itu, Reza mengingatkan investor selalu menyesuaikan dengan sentimen yang ada dan volume perdagangan. “Hal itu karena tidak ada yang bisa pastikan detail arah IHSG, kecuali dari money flow yang ada,” tegasnya.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #rekor-tertinggi-ihsg #nilai-transaksi-harian-bei #volume-transaksi-harian-bei #frekuensi-harian-bei #net-buy #reza-priyambada #berit

https://investor.id/market/374163/laju-ihsg-tertahan-meski-cetak-rekor-sinyal-apa-ini