China Kuasai Harta Karun Super Langka Dunia, AS dan Sekutu Tak Terima
Upaya Amerika untuk melemahkan cengkeraman China terhadap pasokan global mineral tanah jarang yang sangat penting bagi teknologi tinggi masih belum membuahkan hasil.... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 22/09/24 08:22 15379722
JAKARTA - Di sebuah ladang terpencil di dekat pabrik Dow Chemical Co, upaya Amerika untuk melemahkan cengkeraman China terhadap pasokan global mineral tanah jarang yang sangat penting bagi teknologi tinggi masih belum membuahkan hasil.Bahkan ketika hal itu terjadi, dominasi China di pasar menguasai sekitar 70% produksi dunia dan lebih dari 90% penyulingan sehingga tujuan tersebut kemungkinan besar masih jauh dari jangkauan.
Pabrik di Texas, yang akan dibangun oleh Lynas Rare Earths Ltd. yang berbasis di Australia, merupakan sebagian kecil dari miliaran dolar dalam bentuk subsidi dan pinjaman yang dijanjikan untuk produksi dan pemurnian mineral di AS dan sekutu-sekutu utamanya.
Pengalaman serupa yang mengawali langkah Jepang untuk mengurangi ketergantungannya pada China untuk mendapatkan tanah jarang lebih dari satu dekade yang lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa proyek-proyek ini memakan waktu lebih lama dan lebih mahal daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Tokyo berinvestasi di Lynas pada 2011 dengan nilai investasi sebesar USD250 juta setelah Beijing menghentikan pasokan untuk sementara waktu karena sengketa teritorial. Butuh waktu dua tahun sebelum produksi uji coba dimulai dan bahkan lebih lama lagi untuk meningkatkannya ke tingkat yang diperkirakan, menurut pernyataan perusahaan. Perusahaan ini baru menghasilkan keuntungan pada tahun 2018.
Baca Juga: Rusia Tak Inginkan Perang Atom, tapi Senjata Nuklirnya Siap Tempur Penuh
Dukungan dari perusahaan-perusahaan Jepang dan pemerintah yang membuat Lynas tetap bertahan, kata CEO Amanda Lacaze dalam sebuah wawancara;
"Jepang mendukung Lynas dengan memberikan sejumlah uang untuk modal dan investasi serta pengembangan aset kami, tetapi juga mendukung kami melalui periode harga yang sangat, sangat rendah."
"Jepang akhirnya mengurangi ketergantungannya pada pasokan tanah jarang dari China menjadi sekitar 60% dari 80%-90%," kata mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi dalam sebuah wawancara dilansir Yahoo Finance dari Bloomberg, Minggu (22/9/2024).
"Jika kita benar-benar menginginkan sebuah industri ini, kita harus menyadari bahwa kita sedang memainkan permainan mengejar ketertinggalan selama 30 tahun," kata dia.
(nng)
#china #harta-karun #logam-tanah-jarang-ltj #rare-earth #amerika-serikat