Petik Cuan dari Saham Emiten Sawit

Petik Cuan dari Saham Emiten Sawit

Ada isu hot di sektor perkebunan kelapa sawit. Saham-saham emiten sawit, seperti TAPG, LSIP, AALI, dan DSNG pun kembali berbuah cuan. - Halaman all

(InvestorID) 22/09/24 11:00 15380771

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No 62 Tahun 2024 resmi menurunkan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit. Saham-saham emiten sawit pun kembali berbuah cuan.

Harga saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melejit 5,13% menjadi Rp 1.025 pada perdagangan Jumat (20/9/2024). Selain LSIP, saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menguat 3,07% menjadi Rp 840.

Sedangkan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meningkat 2,32% menjadi Rp 6.625 dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) naik 1,2% menjadi Rp 840.

Dalam sebulan terakhir, saham TAPG melesat 24,4%, LSIP melonjak 17,1%, AALI terangkat 9,9%, dan DSNG terkerek 8,3%.

Menurut Stockbit Sekuritas, regulasi terbaru menyederhanakan kategorisasi pungutan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi tarif tunggal (single tariff) sebesar 7,5% dari harga referensi CPO yang dirilis Kementerian Perdagangan. Hal itu berbeda dengan regulasi sebelumnya yang menggunakan tarif progresif sesuai golongan harga CPO.

“Skema tarif baru akan menurunkan pungutan ekspor yang dikenakan oleh pemerintah. Pada harga CPO saat ini di sekitar 3.930 ringgit Malaysia per ton, tarif pungutan ekspor yang akan dikenakan sebesar US$ 70 per ton, lebih rendah dibandingkan tarif US$ 100 per ton,” tulis Stockbit dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (22/9/2024).

Harga CPO dan4Emiten Sawit 

Kabar penurunan pungutan ekspor itu hanya berselang beberapa hari setelah India, negara yang berkontribusi terhadap 19% total ekspor Indonesia pada 2023, mengumumkan kenaikan pajak impor tiga edible oil termasuk CPO dari 5,5% menjadi 27,5%. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung harga edible oil lokal yang anjlok di bawah harga minimum yang ditetapkan Pemerintah India.

Menyusul perkembangan terbaru mengenai pungutan ekspor Indonesia, harga acuan CPO menguat 1,42% pada perdagangan Jumat (20/9) ke level 3.931 ringgit Malaysia per ton.

“Kami menilai tarif pungutan ekspor yang lebih rendah dapat meningkatkan daya saing CPO dibandingkan minyak-minyak nabati lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan dan mendukung harga CPO. Hal ini bakal berdampak positif terhadap emiten-emiten sawit, seperti TAPG, DSNG, LSIP, dan AALI,” pungkas Stockbit.

Selain itu, prospek harga CPO yang lebih baik bisa berdampak positif terhadap daya beli masyarakat, khususnya di luar Jawa, mengingat banyaknya tenaga kerja yang terlibat di industri ini (labor intensive).

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #tapg #emiten-sawit #dsng #pungutan-ekspor-sawit #aali #lsip #ekspor-cpo #stockbit #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374187/petik-cuan-dari-saham-emiten-sawit