Lebih Dekat dengan Blockchain Layer 1, Ketahui Berbagai Kelebihan dan Kekurangannya
Struktur data Blockchain sendiri adalah komponen penting dari Layer 1 yang terdiri dari blok-blok berisi transaksi yang dihubungkan. - Halaman all
(InvestorID) 22/09/24 17:08 15399895
JAKARTA, investor.id - Jika Anda tertarik untuk terjun di dunia trading kripto, memiliki pengetahuan tentang mata uang kripto saja tidak cukup. Hal ini karena ada banyak sekali hal yang perlu dipelajari, termasuk sistem dan teknologi yang mendukung proses trading kripto itu sendiri. Blockchain misalnya, teknologi dasar yang satu ini sangat penting untuk dipelajari jika Anda benar-benar tertarik terjun ke dunia trading seperti kripto atau transaksi digital lainnya. Di dalam blockchain juga masih banyak hal lain yang perlu dipelajari, salah satunya adalah sistem layer. Dalam blockchain terdapat 3 layer yang cukup umum, mulai dari layer 1, layer 2, dan yang terakhir adalah layer 3. Pada kesempatan kali ini, alangkah baiknya untuk mengenal lebih dekat salah satu layer dalam sistem blockchain yaitu layer 1.
Baca Juga: Inilah 5 Aplikasi Crypto Terbaik untuk Android atau iOS Memahami Layer 1
Layer 1 adalah lapisan dasar dalam arsitektur jaringan blockchain yang bertanggung jawab untuk menjalankan protokol utama dari sebuah jaringan blockchain. Hal ini mencakup hal-hal seperti konsensus, pengelolaan data, dan validasi transaksi. Sebagai fondasi utama dari blockchain, Layer 1 berfungsi sebagai tulang punggung yang mendukung semua aktivitas di atasnya, seperti pengembangan aplikasi dan penyimpanan data. Tak sampai di situ saja, Layer 1 juga mengatur keamanan dan kestabilan jaringan. Dalam blockchain populer seperti Bitcoin dan Ethereum misalnya, Layer 1 menggunakan mekanisme konsensus seperti Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS) untuk memastikan semua transaksi valid dan aman. Setiap node dalam jaringan harus mengikuti aturan yang ditetapkan di Layer 1 untuk dapat berpartisipasi dalam proses validasi ini. Namun, karena Layer 1 adalah lapisan yang sangat mendasar, keterbatasan dalam skalabilitas sering menjadi masalah. Sebagai contoh, dalam hal kecepatan transaksi dan biaya di layer 1 bisa menjadi tinggi ketika jaringan sibuk. Untuk mengatasi ini, beberapa solusi seperti Layer 2 sedang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengubah protokol dasar di Layer 1.
Komponen dalam Layer 1
Sama seperti sistem lain yang bekerja dalam dunia trading, Layer 1 dalam blockchain juga memiliki komponen-komponen di dalamnya. Semua komponen utama ini bekerja sama untuk memastikan jaringan berjalan dengan aman, efisien, dan terdesentralisasi. Nah, berikut ini adalah beberapa komponen utama yang terdapat di Layer 1
Mekanisme Konsensus
Komponen pertama yang ada di dalam Layer 1 adalah mekanisme konsensus yang menjadi salah satu komponen paling penting di Layer 1. Mekanisme konsensus bertugas untuk memastikan bahwa semua peserta di jaringan setuju pada keadaan terbaru dari blockchain.
Contoh mekanisme konsensus termasuk Proof of Work (PoW) yang digunakan oleh Bitcoin dan Proof of Stake (PoS) yang digunakan oleh Ethereum 2.0. Mekanisme ini memungkinkan jaringan untuk mencapai konsensus tentang validitas transaksi tanpa memerlukan otoritas pusat.
Nodes (Simpul Jaringan)
Komponen selanjutnya dari Layer 1 disebut dengan nodes atau simpul jaraing. Secara sederhana nodes adalah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan blockchain dan bertanggung jawab untuk menyimpan salinan lengkap dari seluruh blockchain. Setiap node memverifikasi transaksi baru dan menyebarkan informasi ini ke node lain di jaringan.
Terdapat berbagai jenis node, seperti full nodes yang menyimpan seluruh sejarah blockchain dan light nodes yang hanya menyimpan sebagian dari data untuk efisiensi. Nodes sangat diperlukan dalam ekosistem blockchain untuk mendukung semua proses berjalan lancar.
Struktur Data Blockchain
Struktur data Blockchain sendiri adalah komponen penting dari Layer 1 yang terdiri dari blok-blok berisi transaksi yang dihubungkan satu sama lain dalam urutan yang linear dan kronologis. Setiap blok mengandung informasi tentang transaksi, hash dari blok sebelumnya, dan data penting lainnya. Struktur ini memastikan bahwa data di blockchain tidak dapat diubah setelah ditambahkan, sehingga memberikan keamanan pada jaringan. Setiap komponen yang sudah disebutkan di atas, memiliki tugasnya masing-masing dan bekerja bersama untuk memastikan blockchain dapat beroperasi secara terdesentralisasi dan aman. Kelebihan Layer 1 dalam Blockchain
Layer 1 dalam blockchain memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi pondasi penting untuk jaringan terdesentralisasi. Berikut adalah penjelasan mengenai kelebihan utama dari Layer 1. 1. Keamanan Tinggi
Layer 1 menawarkan keamanan yang sangat kuat karena mekanisme konsensus yang digunakan. Mekanisme ini membuat jaringan tahan terhadap serangan, seperti serangan 51% di mana seorang penyerang mencoba mengendalikan mayoritas kekuatan hashing atau saham di jaringan. Keamanan pada Layer 1 sangat penting karena setiap transaksi atau perubahan pada blockchain harus disetujui oleh mayoritas node di jaringan, menjadikannya sangat sulit untuk dimanipulasi.
2. Desentralisasi yang Mumpuni
Salah satu keunggulan utama Layer 1 adalah desentralisasinya yang memungkinkan jaringan untuk beroperasi tanpa otoritas pusat. Semua peserta di jaringan memiliki peran dalam validasi transaksi dan pemeliharaan blockchain. Hal ini memastikan bahwa tidak ada satu entitas pun yang dapat mengendalikan atau mengatur jaringan secara sepihak. 3. Ketahanan dan Stabilitas Jangka Panjang
Layer 1 dirancang untuk menjadi lapisan yang stabil dan dapat diandalkan untuk waktu yang lama. Hal ini karena layer 1 adalah fondasi dari seluruh jaringan blockchain, protokol dan aturan yang diterapkan di Layer 1 jarang berubah, memberikan stabilitas jangka panjang. Ini membuat Layer 1 menjadi lapisan yang tangguh, di mana berbagai inovasi dan aplikasi dapat dibangun di atasnya tanpa mengganggu operasi inti dari jaringan. Kekurangan Layer 1 dalam Blockchain
Meskipun Layer 1 memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan skalabilitas, efisiensi, dan biaya. Berikut adalah beberapa kekurangan dari Layer 1 yang perlu diperhatikan.
1. Masalah Skalabilitas
Salah satu kelemahan terbesar dari Layer 1 adalah masalah skalabilitas. Jaringan blockchain Layer 1, seperti Bitcoin dan Ethereum, sering kali mengalami kesulitan dalam menangani sejumlah besar transaksi. Hal ini karena setiap transaksi harus diverifikasi oleh jaringan secara keseluruhan dan menyebabkan lambatnya proses transaksi, terutama saat jaringan sibuk.
2. Biaya Transaksi Tinggi Keterbatasan dalam skalabilitas juga sering menyebabkan biaya transaksi yang tinggi. Ketika jaringan blockchain menjadi padat, biaya yang harus dibayar untuk memprioritaskan transaksi dalam blok berikutnya dapat meningkat drastis. Hal ini membuat penggunaan Layer 1 menjadi mahal, terutama untuk transaksi bernilai kecil atau untuk pengguna biasa.
3. Konsumsi Energi yang Tinggi
Layer 1 dikenal memiliki konsumsi energi yang sangat tinggi, Khususnya pada jaringan yang menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW). Penambang harus menggunakan daya komputasi yang besar untuk memecahkan teka-teki kriptografis dan menambahkan blok baru ke blockchain yang memerlukan banyak energi listrik. Nah, itulah dia serba-serbi tentang layer 1 dalam blockchain yang penting untuk diketahui jika Anda tertarik untuk terjun ke dalam dunia trading kripto atau mata uang digital lain. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang kripto Anda juga bisa mencari informasinya di website resmi Tokocrypto. Di sana tersedia segala informasi penting tentang kripto yang akan sangat membantu untuk lebih memahami segala hal tentang trading.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #crypto #blockhain #layer-1 #berita-ekonomi-terkini